alexametrics
28.6 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Minim! Ajukan Tambahan Pupuk Bersubsidi untuk Petani

- Advertisement -

LAMONGAN – Stok pupuk jenis SP-36 paling minim. Padahal, jenis pupuk bersubsidi tersebut paling banyak dicari petani. Sedangkan, urea merupakan jenis pupuk yang stoknya paling banyak.

’’Data stok pupuk bersubsidi di Lamongan hingga Juli lalu sebanyak 48.491,06 ton. Jenis SP-36 yang paling minim,’’ kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan Kamis (7/9).

Berdasar data, sisa stok pupuk yakni jenis SP-36 tinggal 4.194,6 ton, ZA tinggal 6.141,50 ton, NPK sebanyak 8.431,65 ton, organik tersisa 9.680,66 ton, dan urea masih 20.042,65 ton.

’’Sisa pupuk paling minim jenis SP-36 dan yang paling banyak urea,’’ ujarnya. Sedangkan jatah pupuk untuk Lamongan tahun ini, lanjut dia, sebanyak 146.152 ton.

Baca Juga :  Tanam 1.069 Pohon Tabebuya, Bojonegoro Akan Lebih Indah

Rinciannya, 55.945 ton urea, 15.615 ton SP-36, 17.713 ton ZA, 35.354 ton NPK, dan 21.525 ton organik. ’’Berarti, jatah pupuk Lamongan yang sudah terserap mencapai 97.660,94 ton,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Dia melanjutkan, masa tanam pertanian masih kurang empat bulan lagi. Sisa pupuk sebesar 48.491,06 tersebut dikhawatirkan tidak mencukupi hingga akhir tahun.

Apalagi jenis pupuk SP-36 paling dibutuhkan petani stoknya tinggal sedikit. ’’Karena itu, Pemkab Lamongan mengajukan tambahan pupuk bersubsidi ke Pemprov Jatim sebesar 40.370 ton,’’ ungkapnya.

Pengajuan tambahan pupuk terdiri 11.175 ton urea, 5.931 ton ZA, 6.505 ton SP-36, 12.511 ton NPK, dan 4.248 ton organik.

’’Mudah-mudahan tambahan pupuk disetujui gubernur sebelum musim tanam mendatang. Sehingga, saat musim tanam tiba, kebutuhan pupuk tercukupi,’’ terangnya.     

Baca Juga :  Desak Kuota Asuransi Petani Padi di Bojonegoro Ditambah

Sebelumnya diberitakan, pupuk mulai sulit di Lamongan. Khususnya untuk jenis phonska dan SP-36. Langkanya dua jenis pupuk tersebut bisa membuat tanaman rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

LAMONGAN – Stok pupuk jenis SP-36 paling minim. Padahal, jenis pupuk bersubsidi tersebut paling banyak dicari petani. Sedangkan, urea merupakan jenis pupuk yang stoknya paling banyak.

’’Data stok pupuk bersubsidi di Lamongan hingga Juli lalu sebanyak 48.491,06 ton. Jenis SP-36 yang paling minim,’’ kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan Kamis (7/9).

Berdasar data, sisa stok pupuk yakni jenis SP-36 tinggal 4.194,6 ton, ZA tinggal 6.141,50 ton, NPK sebanyak 8.431,65 ton, organik tersisa 9.680,66 ton, dan urea masih 20.042,65 ton.

’’Sisa pupuk paling minim jenis SP-36 dan yang paling banyak urea,’’ ujarnya. Sedangkan jatah pupuk untuk Lamongan tahun ini, lanjut dia, sebanyak 146.152 ton.

Baca Juga :  Pupuk ZA dan SP36 Tak Lagi Bersubsidi, Bagaimana Nasib Petani?

Rinciannya, 55.945 ton urea, 15.615 ton SP-36, 17.713 ton ZA, 35.354 ton NPK, dan 21.525 ton organik. ’’Berarti, jatah pupuk Lamongan yang sudah terserap mencapai 97.660,94 ton,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Dia melanjutkan, masa tanam pertanian masih kurang empat bulan lagi. Sisa pupuk sebesar 48.491,06 tersebut dikhawatirkan tidak mencukupi hingga akhir tahun.

Apalagi jenis pupuk SP-36 paling dibutuhkan petani stoknya tinggal sedikit. ’’Karena itu, Pemkab Lamongan mengajukan tambahan pupuk bersubsidi ke Pemprov Jatim sebesar 40.370 ton,’’ ungkapnya.

Pengajuan tambahan pupuk terdiri 11.175 ton urea, 5.931 ton ZA, 6.505 ton SP-36, 12.511 ton NPK, dan 4.248 ton organik.

’’Mudah-mudahan tambahan pupuk disetujui gubernur sebelum musim tanam mendatang. Sehingga, saat musim tanam tiba, kebutuhan pupuk tercukupi,’’ terangnya.     

Baca Juga :  LMDH Picu Kelangkaan Pupuk

Sebelumnya diberitakan, pupuk mulai sulit di Lamongan. Khususnya untuk jenis phonska dan SP-36. Langkanya dua jenis pupuk tersebut bisa membuat tanaman rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/