alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tiga Remaja Hebat, Hari Ini Pulang dari Jepang

KOTA – Tiga remaja Lamongan hari ini (8/8) pulang dari Jepang setelah mewakili Indonesia dalam event kemitraan pemuda (partnership fot Youth). Mereka adalah Muhammad Auliya Rachman dan Muhammad Andhika Brilianto (siswa SMAN 2 Lamongan), dan Dea Angelia Kamil (mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya).

Tiga remaja itu bergabung bersama 110 remaja lainnya dari berbagai negara seperti Selandia Baru, Filipina, dan Amerika Serikat. ‘’Wakil Indonesia ada enam orang, tiga dari Lamongan dan tiga lainnya dari Barabai Kalimantan Selatan,’’ kata Chusnu Yuli Setyo, pendamping kontingen Indonesia.

Pria yang juga ketua Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) itu menutur, mereka berada di Jepang sejak 30 Juli lalu. Kegiatannya berupa diskusi-diskusi menyangkut masalah pendidikan, lingkungan, dan kesadaran global. ‘’Peserta dari setiap negara harus mengungkapkan permasalahan dari tiga topik tersebut dan solusi mengatasinya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan, Tarif Air Minum Disesuaikan

Menurut dia, mereka juga membuat deklarasi bersama untuk menyelesaikan tiga isu global tersebut. Deklarasi itu merupakan komitmen bersama para pemuda dari berbagai negara untuk bisa memberi kontribusi bagi masalah-masalah lokal, tapi bisa berdampak pada masalah global. ‘’Mereka berharap pada 2030, masalah-masalah pendidikan, lingkungan, dan kesadaran berkomunikasi dan berkarakter global bisa dipecahkan,’’ ujarnya.

KOTA – Tiga remaja Lamongan hari ini (8/8) pulang dari Jepang setelah mewakili Indonesia dalam event kemitraan pemuda (partnership fot Youth). Mereka adalah Muhammad Auliya Rachman dan Muhammad Andhika Brilianto (siswa SMAN 2 Lamongan), dan Dea Angelia Kamil (mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya).

Tiga remaja itu bergabung bersama 110 remaja lainnya dari berbagai negara seperti Selandia Baru, Filipina, dan Amerika Serikat. ‘’Wakil Indonesia ada enam orang, tiga dari Lamongan dan tiga lainnya dari Barabai Kalimantan Selatan,’’ kata Chusnu Yuli Setyo, pendamping kontingen Indonesia.

Pria yang juga ketua Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) itu menutur, mereka berada di Jepang sejak 30 Juli lalu. Kegiatannya berupa diskusi-diskusi menyangkut masalah pendidikan, lingkungan, dan kesadaran global. ‘’Peserta dari setiap negara harus mengungkapkan permasalahan dari tiga topik tersebut dan solusi mengatasinya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sebelas Komunitas Kolaborasi KITA Gelar Donor Darah

Menurut dia, mereka juga membuat deklarasi bersama untuk menyelesaikan tiga isu global tersebut. Deklarasi itu merupakan komitmen bersama para pemuda dari berbagai negara untuk bisa memberi kontribusi bagi masalah-masalah lokal, tapi bisa berdampak pada masalah global. ‘’Mereka berharap pada 2030, masalah-masalah pendidikan, lingkungan, dan kesadaran berkomunikasi dan berkarakter global bisa dipecahkan,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/