alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

LGC Gairahkan Swadaya Masyarakat

KOTA – Gairah masyarakat untuk melakukan swadaya sangat menonjol dalam gerakan Lamongan Green and Clean (LGC). Hal itu terlihat dari pantauan saat pelaksanaan  penjurian LGC 2017 yang telah memasuki minggu ketiga penjurian wilayah pedesaan.

Gairah melakukan swadaya tersebut, salah satunya terlihat di RT3/RW5 Dusun Tuwiri, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung. Memasuki lingkungan RT tersebut, di kanan-kiri jalan lingkungan akan disambut taman-taman yang indah dan rapi. 

Meski berada di wilayah pedesaan, lingkungan RT itu tidak kalah dengan lingkungan di kota. Sangat rapi, bersih dan indah. ‘’Penataan lingkungan di RT itu sepenuhnya hasil swadaya murni masyarakat setempat,’’ kata Puji Nawatiningsih, panitia LGC 2017 kemarin (7/8).

Baca Juga :  Persaingan RT Hijau dan Bersih Dimulai

Menurut dia, realitas itu sangat menggembirakan. Karena LGC bisa menggairahkan kembali swadaya masyarakat sebagai bentuk tradisi gotong royong dan kebersamaan masyarakat Indonesia. ‘’Jiwa gotong royong dan kebersamaan yang menjadi jati diri bangsa ini bisa digelorakan kembali lewat LGC. Dan hasilnya juga untuk dinikmati masyarakat sendiri,’’ tukasnya.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Lamongan itu menuturkan, penjurian LGC 2017 kemarin (7/8) memasuki wilayah Kecamatan Tikung dan Sarirejo. Di Kecamatan Tikung, ada 9 RT di tujuh desa untuk kategori perintis dan Kecamatan Sarirejo 11 RT di sembilan desa, juga kategori perintis.

Dia menambahkan, sebelumnya dilakukan penjurian di Kecamatan Deket, Kalitengah, dan Karanggeneng. ‘’Sampai saat ini (kemarin, Red), penjurian untuk wilayah pedesaan sudah berlangsung di 68 desa yang tersebar di lima kecamatan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Coblosan Lima Kecamatan Bisa Diketahui

KOTA – Gairah masyarakat untuk melakukan swadaya sangat menonjol dalam gerakan Lamongan Green and Clean (LGC). Hal itu terlihat dari pantauan saat pelaksanaan  penjurian LGC 2017 yang telah memasuki minggu ketiga penjurian wilayah pedesaan.

Gairah melakukan swadaya tersebut, salah satunya terlihat di RT3/RW5 Dusun Tuwiri, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung. Memasuki lingkungan RT tersebut, di kanan-kiri jalan lingkungan akan disambut taman-taman yang indah dan rapi. 

Meski berada di wilayah pedesaan, lingkungan RT itu tidak kalah dengan lingkungan di kota. Sangat rapi, bersih dan indah. ‘’Penataan lingkungan di RT itu sepenuhnya hasil swadaya murni masyarakat setempat,’’ kata Puji Nawatiningsih, panitia LGC 2017 kemarin (7/8).

Baca Juga :  Penyewaan Alat Daki Andalkan Musim Libur

Menurut dia, realitas itu sangat menggembirakan. Karena LGC bisa menggairahkan kembali swadaya masyarakat sebagai bentuk tradisi gotong royong dan kebersamaan masyarakat Indonesia. ‘’Jiwa gotong royong dan kebersamaan yang menjadi jati diri bangsa ini bisa digelorakan kembali lewat LGC. Dan hasilnya juga untuk dinikmati masyarakat sendiri,’’ tukasnya.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Lamongan itu menuturkan, penjurian LGC 2017 kemarin (7/8) memasuki wilayah Kecamatan Tikung dan Sarirejo. Di Kecamatan Tikung, ada 9 RT di tujuh desa untuk kategori perintis dan Kecamatan Sarirejo 11 RT di sembilan desa, juga kategori perintis.

Dia menambahkan, sebelumnya dilakukan penjurian di Kecamatan Deket, Kalitengah, dan Karanggeneng. ‘’Sampai saat ini (kemarin, Red), penjurian untuk wilayah pedesaan sudah berlangsung di 68 desa yang tersebar di lima kecamatan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Belum Ada Paket Wisata

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/