alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Ibadah Syukur Lintas Agama Karyawan SG

TUBAN ・ Ulang tahun ke-60 Pabrik Gresik PT. Semen Indonesia (SI) dibuka dengan doa dan salat berjamaah para karyawan dan direksi Semen Gresik pada Minggu (6/8). Acara yang diikuti karyawan beragama Islam, Kristen, dan Katolik itu dihelat di tempat berbeda, yakni masjid di kompleks perumdin dan gedung Graha Sandiya. Meski terpisah, suasana tetap berjalan khidmat. 

Di masjid perumdin, acara dibuka dengan khotmil Quran oleh jamaah tahfiz yang dipimpin KH Mashudi Kastam. Lantunan ayat suci Alquran itu berkumandang dari masjid perumdin SG hingga menjelang salat Magrib. Usai salat Isya・, dilanjutkan salat hajat berjamaah dan sambutan Direktur Utama (Dirut) SG Gatot Kustyadji. 

Dalam sambutannya, Gatot memotivasi para karyawan agar terus kompak dalam bekerja dan beribadah. Dia menuturkan, peringatan HUT ke-60 Pabrik Gresik menunjukkan bahwa usia perusahaan semakin dewasa. Diharapkan, dengan usia tersebut para karyawan lebih maksimal bekerja sesuai bidangnya. ‘’Kegiatan keagamaan di momentum HUT ini bertujuan untuk mengharap rida untuk kebaikan kita semua,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Cabai Tembus Rp 100 Ribu/Kg

Mantan direktur project PT. Semen Indonesia itu menuturkan, acara sujud syukur tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih karena nikmat yang diberikan Allah SWT kepada karyawan SG. Dia mengimbau agar karyawan di bawah naungannya menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan akhirat. ‘’Semaksimal apa pun kita bekerja, ada peran Allah sebagai Sang Maha Pencipta yang menentukan keberhasilan kita semua,’’ tuturnya. 

Acara ditutup tausyiah dari Prof. KH. KRMA. Noer Nasroh Hadiningrat. Pengasuh Ponpes Walisongo Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan itu mengupas tentang hikmah singkat rasa syukur. Dikatakan dia, dengan bersyukur maka nikmat akan terus bertambah dan terhindar malapetaka. Termasuk jika perusahaan ingin diberikan nikmat yang besar, maka seluruh jajaran pimpinan dan karyawan harus pandai bersyukur. ‘’Rasa syukur bisa diwujudkan dengan zikir dan saling berbagi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kemenag Siap Data Mubaligh

Kiai Noer Nasroh menutup tausyiahnya dengan uraian tata cara salat tasbih dan sujud syukur. Setelah dibimbing singkat, para karyawan dan petinggi SG kompak sujud syukur sebagai wujud terima kasih karena di usia 60 tahun, pabrik SG bisa terus tumbuh dan berkembang. Acara ditutup dengan doa bersama kiai dan pinisepuh. Antara lain KH Yahya Romli, Habib Muhammad Baagil, KH Zamasari, Ustadz Mujabul Marom, KH Maskup, dan Kepala Desa Sumurgung H. Mujami’in.

Sementara itu, di Graha Sandiya, acara yang sama dihelat Himpunan Keluarga Nasrani Semen Indonesia (HKSI). Sekitar 40 karyawan dan keluarga SG terlihat khidmat mengikuti ibadah yang dipimpin pendeta yang juga karyawan SG, Join Trimor Darmanik. ‘’Ibadah ini merupakan bentuk syukur umat Nasrani agar pabrik bisa terus berkembang dan diberkati Tuhan,’’ tutur dia.

TUBAN ・ Ulang tahun ke-60 Pabrik Gresik PT. Semen Indonesia (SI) dibuka dengan doa dan salat berjamaah para karyawan dan direksi Semen Gresik pada Minggu (6/8). Acara yang diikuti karyawan beragama Islam, Kristen, dan Katolik itu dihelat di tempat berbeda, yakni masjid di kompleks perumdin dan gedung Graha Sandiya. Meski terpisah, suasana tetap berjalan khidmat. 

Di masjid perumdin, acara dibuka dengan khotmil Quran oleh jamaah tahfiz yang dipimpin KH Mashudi Kastam. Lantunan ayat suci Alquran itu berkumandang dari masjid perumdin SG hingga menjelang salat Magrib. Usai salat Isya・, dilanjutkan salat hajat berjamaah dan sambutan Direktur Utama (Dirut) SG Gatot Kustyadji. 

Dalam sambutannya, Gatot memotivasi para karyawan agar terus kompak dalam bekerja dan beribadah. Dia menuturkan, peringatan HUT ke-60 Pabrik Gresik menunjukkan bahwa usia perusahaan semakin dewasa. Diharapkan, dengan usia tersebut para karyawan lebih maksimal bekerja sesuai bidangnya. ‘’Kegiatan keagamaan di momentum HUT ini bertujuan untuk mengharap rida untuk kebaikan kita semua,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Kegiatan Diizinkan 100 Persen, Iktikaf di Masjid di Lamongan Tetap Prokes

Mantan direktur project PT. Semen Indonesia itu menuturkan, acara sujud syukur tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih karena nikmat yang diberikan Allah SWT kepada karyawan SG. Dia mengimbau agar karyawan di bawah naungannya menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan akhirat. ‘’Semaksimal apa pun kita bekerja, ada peran Allah sebagai Sang Maha Pencipta yang menentukan keberhasilan kita semua,’’ tuturnya. 

Acara ditutup tausyiah dari Prof. KH. KRMA. Noer Nasroh Hadiningrat. Pengasuh Ponpes Walisongo Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan itu mengupas tentang hikmah singkat rasa syukur. Dikatakan dia, dengan bersyukur maka nikmat akan terus bertambah dan terhindar malapetaka. Termasuk jika perusahaan ingin diberikan nikmat yang besar, maka seluruh jajaran pimpinan dan karyawan harus pandai bersyukur. ‘’Rasa syukur bisa diwujudkan dengan zikir dan saling berbagi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tanpa Kirab, Peringatan Tetap Marak

Kiai Noer Nasroh menutup tausyiahnya dengan uraian tata cara salat tasbih dan sujud syukur. Setelah dibimbing singkat, para karyawan dan petinggi SG kompak sujud syukur sebagai wujud terima kasih karena di usia 60 tahun, pabrik SG bisa terus tumbuh dan berkembang. Acara ditutup dengan doa bersama kiai dan pinisepuh. Antara lain KH Yahya Romli, Habib Muhammad Baagil, KH Zamasari, Ustadz Mujabul Marom, KH Maskup, dan Kepala Desa Sumurgung H. Mujami’in.

Sementara itu, di Graha Sandiya, acara yang sama dihelat Himpunan Keluarga Nasrani Semen Indonesia (HKSI). Sekitar 40 karyawan dan keluarga SG terlihat khidmat mengikuti ibadah yang dipimpin pendeta yang juga karyawan SG, Join Trimor Darmanik. ‘’Ibadah ini merupakan bentuk syukur umat Nasrani agar pabrik bisa terus berkembang dan diberkati Tuhan,’’ tutur dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/