alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Pengisian Air Waduk Gongseng hingga 2021

BOJONEGORO – Pintu air Waduk Pacal sudah ditutup akhir bulan lalu, karena stok air menipis. Sementara, pengerjaan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, belum tuntas. Ditargetkan proyek berada di Desa Papringan dan Desa Kedungsari, itu rampung tahun ini. Sedangkan, pengisian air dilakukan mulai tahun depan hingga 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Bojonegoro Edi Susanto menjelaskan, pengerjaan Waduk Gongseng mencapai 80 persen lebih. Dipastikan akhir tahun ini pengerjaan bisa tuntas.

Waduk Gongseng dikerjakan sejak awal 2014. Pengerjaan waduk sempat merelokasi sejumlah dusun di kawasan tersebut. Dia memastikan, pengerjaan pembangunan waduk cukup lama. Sebab, cukup besar. Daya tampungnya bisa mencapai 22.000.000 meter kubik air.

Baca Juga :  Meriah, Paslon Bangga Nomor Urut Masing-Masing

Lebih banyak dibanding Waduk Pacal hanya 20.000.000 meter kubik. Namun, saat ini Waduk Pacal tidak bisa menampung air sebanyak itu karena endapan lumpur atau sedimentasi. Pengisian Waduk Gongseng juga tidak sebentar karena volume besar. Butuh waktu dua tahun. Yakni diisi mulai 2020 hingga 2021.

“Waduk Gongseng ini lebih besar,” ujar mantan kepala satpol PP itu.

Edi menjelaskan, sudah bertemu dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait masalah itu. Dipastikan, akhir 2021 waduk sudah bisa beroperasi. Artinya sudah bisa digunakan mengairi lahan pertanian. “Selama masa pengisian tidak bisa digunakan mengairi. Prosesnya butuh dua tahun,” jelasnya.

Baca Juga :  Masih Percaya Mitos Gigi Berlubang Dimakan Ulat?

Sebelum pengisian, kata Edi, akan dilakukan uji ketahanan bangunan waduk. Sehingga, bisa diketahui kekuatan bangunan waduk. “Ya seperti jalan tol sebelum digunakan pasti diuji terlebih dulu,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Papringan Gunari mengatakan, wilayahnya hanya terkena imbasnya saja dalam proyek pembangunan Waduk Gongseng. Bangunan waduk berdiri di desanya dan Desa Kedungsari.

Menurutnya, kurang lebih hanya tanah seluas 10 hektare yang digunakan untuk proyek tersebut. Ia juga merasa apabila Waduk Gongseng itu sudah terbangun, kemungkinan kecil warganya bisa mendapat manfaatnya.

“Karena kemungkinan besar air di waduk tersebut akan dialirkan ke bawah. Seperti Waduk Pacal, mengaliri Kecamatan Kapas, Balen, Sukosewu, dan sekitarnya,” ungkap dia.

BOJONEGORO – Pintu air Waduk Pacal sudah ditutup akhir bulan lalu, karena stok air menipis. Sementara, pengerjaan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, belum tuntas. Ditargetkan proyek berada di Desa Papringan dan Desa Kedungsari, itu rampung tahun ini. Sedangkan, pengisian air dilakukan mulai tahun depan hingga 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Bojonegoro Edi Susanto menjelaskan, pengerjaan Waduk Gongseng mencapai 80 persen lebih. Dipastikan akhir tahun ini pengerjaan bisa tuntas.

Waduk Gongseng dikerjakan sejak awal 2014. Pengerjaan waduk sempat merelokasi sejumlah dusun di kawasan tersebut. Dia memastikan, pengerjaan pembangunan waduk cukup lama. Sebab, cukup besar. Daya tampungnya bisa mencapai 22.000.000 meter kubik air.

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan Suzuki Amenity Eleny Esteem Club (SAEC)

Lebih banyak dibanding Waduk Pacal hanya 20.000.000 meter kubik. Namun, saat ini Waduk Pacal tidak bisa menampung air sebanyak itu karena endapan lumpur atau sedimentasi. Pengisian Waduk Gongseng juga tidak sebentar karena volume besar. Butuh waktu dua tahun. Yakni diisi mulai 2020 hingga 2021.

“Waduk Gongseng ini lebih besar,” ujar mantan kepala satpol PP itu.

Edi menjelaskan, sudah bertemu dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait masalah itu. Dipastikan, akhir 2021 waduk sudah bisa beroperasi. Artinya sudah bisa digunakan mengairi lahan pertanian. “Selama masa pengisian tidak bisa digunakan mengairi. Prosesnya butuh dua tahun,” jelasnya.

Baca Juga :  Sehari, Lima Rumah Roboh, Satu Ludes Terbakar¬†

Sebelum pengisian, kata Edi, akan dilakukan uji ketahanan bangunan waduk. Sehingga, bisa diketahui kekuatan bangunan waduk. “Ya seperti jalan tol sebelum digunakan pasti diuji terlebih dulu,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Papringan Gunari mengatakan, wilayahnya hanya terkena imbasnya saja dalam proyek pembangunan Waduk Gongseng. Bangunan waduk berdiri di desanya dan Desa Kedungsari.

Menurutnya, kurang lebih hanya tanah seluas 10 hektare yang digunakan untuk proyek tersebut. Ia juga merasa apabila Waduk Gongseng itu sudah terbangun, kemungkinan kecil warganya bisa mendapat manfaatnya.

“Karena kemungkinan besar air di waduk tersebut akan dialirkan ke bawah. Seperti Waduk Pacal, mengaliri Kecamatan Kapas, Balen, Sukosewu, dan sekitarnya,” ungkap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/