alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Satpol PP Pastikan Alun-Alun Tetap Steril Dari Pedagang Kaki Lima

Radar Bojonegoro – Insiden petugas satpol PP bersitegang dengan pedagang kaki lima (PKL) di seputaran AlunAlun Bojonegoro, diminta tak terulang lagi.

Apalagi, salah satu pedagang kemarin pagi (7/6) sempat melempar beberapa menu masakan ke jalan setelah bersitegang dengan petugas satpol PP. Satpol PP menilai kawasan alun-alun harus steril dari PKL.

Namun, Komisi B DPRD setempat menilai perlu ada pengecualian ketika hari minggu seiring adanya car free day. ‘’Harus ada solusi untuk masalah ini. Jangan sampai PKL dan petugas terus bersitegang terkait masalah ini,’’ kata Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto kemarin.

Dia mengatakan, kawasan alunalun memang harus steril dari PKL. Itu sudah menjadi kesepakatan semua pihak. Juga sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) bahwa berjualan di bahu jalan tidak diperbolehkan.

Namun, lanjut Sigit, khusus hari Minggu harus ada pengecualian. Sebab, saat Minggu ada banyak warga datang ke alun-alun. Baik untuk jalan-jalan maupun olahraga. ‘’Kalau sebelum Covid kan ada car free day,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tinggal Tunggu Rekom

Menurut Sigit, dalam seminggu harus ada satu hari kesempatan berdagang di alun-alun. Namun, tetap harus ada pembatasan jam berjualan. Itu bisa menjadi solusi bagi permasalahan PKL itu.

Sedangkan untuk hari lainnya, PKL harus berjualan di tempat lain. Kepala Satpol PP Bojonegoro Arif Nanang mengatakan, terkait alun-alun, saat ini sudah dinyatakan steril dari PKL.

Sebab, semua pedagang di alun-alun sudah direlokasi. Sehingga, tidak boleh ada yang berjualan. ‘’Saat ini 24 jam tidak bisa berjualan di seputaran alun-alun,’’ ujarnya.

Jika masih berjualan di bahu jalan, menurut Arif, pedagang melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. ‘’Jadi, harus ditertibkan,’’ jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Arif, ada kebijakan memberikan dua sif berjualan di alun-alun. Yakni, pagi mulai pukul 04.00 hingga 08.00. Kemudian, sore mulai 16.00 hingga 12.00.

‘’Saat ini sudah tidak bisa. Sebab, semua PKL sudah diberikan lokasi tersendiri untuk berjualan,’’ jelasnya. Sementara itu, penataan PKL masih menyisakan di Jalan Pemuda dan Jalan Panglim Sudirman.

Baca Juga :  Hanya 20 Anggota DPRD Terima Pesangon

Penertiban PKL berjualan di bahu jalan akan dilakukan intens. Saat ini lokasi untuk relokasi tengah dipersiapkan. ‘’Yang menyiapkan lokasi nanti adalah dinas perdagangan,’’ ujarnya.

Di Jalan Teuku Umar, PKL-nya dipin dahkan ke Jalan D.I. Panjaitan dan Jalan Kartini. Sedangkan di seputaran alun-alun dipindahkan ke Jalan Mastrip, Jalan Imam Bonjol, dan dekat Pasar Kota.

‘’Nantinya semua jalan protokol akan ditata PKLnya,’’ terangnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi mengatakan, penataan PKL akan tetap dilakukan sesuai rencana.

Namun, saat ini pihaknya belum melakukan persiapan. ‘’Kita fokus ke penanganan Covid dulu,’’ tuturnya. Rencananya, PKL di sejumlah jalan protokol belum ditata akan ditempatkan di Jalan Rajawali dan Jalan Hayam Wuruk.

Disdag sudah memiliki konsep penataannya. ‘’Di situ kan terhubung dengan Jalan Kartini, Imam Bonjol dan Jalan D.I. Panjaitan. Jadi, masih satu lokasi,’’ tuturnya.

Radar Bojonegoro – Insiden petugas satpol PP bersitegang dengan pedagang kaki lima (PKL) di seputaran AlunAlun Bojonegoro, diminta tak terulang lagi.

Apalagi, salah satu pedagang kemarin pagi (7/6) sempat melempar beberapa menu masakan ke jalan setelah bersitegang dengan petugas satpol PP. Satpol PP menilai kawasan alun-alun harus steril dari PKL.

Namun, Komisi B DPRD setempat menilai perlu ada pengecualian ketika hari minggu seiring adanya car free day. ‘’Harus ada solusi untuk masalah ini. Jangan sampai PKL dan petugas terus bersitegang terkait masalah ini,’’ kata Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto kemarin.

Dia mengatakan, kawasan alunalun memang harus steril dari PKL. Itu sudah menjadi kesepakatan semua pihak. Juga sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) bahwa berjualan di bahu jalan tidak diperbolehkan.

Namun, lanjut Sigit, khusus hari Minggu harus ada pengecualian. Sebab, saat Minggu ada banyak warga datang ke alun-alun. Baik untuk jalan-jalan maupun olahraga. ‘’Kalau sebelum Covid kan ada car free day,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tangkap Buaya Lepas, Berencana Titipkan ke Mazola

Menurut Sigit, dalam seminggu harus ada satu hari kesempatan berdagang di alun-alun. Namun, tetap harus ada pembatasan jam berjualan. Itu bisa menjadi solusi bagi permasalahan PKL itu.

Sedangkan untuk hari lainnya, PKL harus berjualan di tempat lain. Kepala Satpol PP Bojonegoro Arif Nanang mengatakan, terkait alun-alun, saat ini sudah dinyatakan steril dari PKL.

Sebab, semua pedagang di alun-alun sudah direlokasi. Sehingga, tidak boleh ada yang berjualan. ‘’Saat ini 24 jam tidak bisa berjualan di seputaran alun-alun,’’ ujarnya.

Jika masih berjualan di bahu jalan, menurut Arif, pedagang melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. ‘’Jadi, harus ditertibkan,’’ jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Arif, ada kebijakan memberikan dua sif berjualan di alun-alun. Yakni, pagi mulai pukul 04.00 hingga 08.00. Kemudian, sore mulai 16.00 hingga 12.00.

‘’Saat ini sudah tidak bisa. Sebab, semua PKL sudah diberikan lokasi tersendiri untuk berjualan,’’ jelasnya. Sementara itu, penataan PKL masih menyisakan di Jalan Pemuda dan Jalan Panglim Sudirman.

Baca Juga :  Hanya 20 Anggota DPRD Terima Pesangon

Penertiban PKL berjualan di bahu jalan akan dilakukan intens. Saat ini lokasi untuk relokasi tengah dipersiapkan. ‘’Yang menyiapkan lokasi nanti adalah dinas perdagangan,’’ ujarnya.

Di Jalan Teuku Umar, PKL-nya dipin dahkan ke Jalan D.I. Panjaitan dan Jalan Kartini. Sedangkan di seputaran alun-alun dipindahkan ke Jalan Mastrip, Jalan Imam Bonjol, dan dekat Pasar Kota.

‘’Nantinya semua jalan protokol akan ditata PKLnya,’’ terangnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi mengatakan, penataan PKL akan tetap dilakukan sesuai rencana.

Namun, saat ini pihaknya belum melakukan persiapan. ‘’Kita fokus ke penanganan Covid dulu,’’ tuturnya. Rencananya, PKL di sejumlah jalan protokol belum ditata akan ditempatkan di Jalan Rajawali dan Jalan Hayam Wuruk.

Disdag sudah memiliki konsep penataannya. ‘’Di situ kan terhubung dengan Jalan Kartini, Imam Bonjol dan Jalan D.I. Panjaitan. Jadi, masih satu lokasi,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Kenali Lebih Dekat

PERSIBO : Fokus Laga Kandang Pamungkas 

Artikel Terbaru


/