alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Pencairan Gaji ke-13 Molor

Radar Lamongan – Gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) di Lamongan belum jelas pencairannya hingga kemarin (7/6). Padahal biasanya pencairannya pada pertengahan tahun, menjelang tahun pelajaran baru sekolah.

Sebab pemerintah pusat belum mengeluarkan surat perintah pencairan. Sehingga diperkirakan pencairannya mundur. “Kita belum ada pembahasan sama sekali (terkait gaji 13), menunggu instruksi pusat (kementerian keuangan), termasuk anggarannya.

Karena masih digunakan penanganan Covid-19,” kata Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamongan, Nurul Mukminin. Menurut dia, kalau sudah ada kebijakan mengenai rencana pencairan dari pusat, pemerintah daerah baru menghitung anggarannya.

Sehingga, meski sudah ada alokasi anggaran, namun dia enggan membeberkan jumlahnya. Sementara daerah diminta fokus dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Harus Gunakan Tangga

Namun, ujar dia, sesuai informasi yang beredar, pembahasan gaji 13 baru dilakukan jelang akhir tahun, antara Oktober – November mendatang. Sehingga dia belum merinci besaran kebutuhan anggarannya untuk mengkaver sekitar 9 ribu lebih ASN di lingkungan Pemkab Lamongan tersebut.

Kabid Perbendaharaan BPKAD Lamongan, Laily Indayati menambahkan, pemberitahuan resmi terkait gaji 13 secara resminya belum ada dari pusat. Sehingga dia tidak mempercayai berbagai informasi yang ada, sebelum mendapatkan informasi resmi dari Kementerian Keuangan terkait pelaksanaan pencairan.

Menurut dia, edaran resmi yang keluar dari pusat baru terkait mekanisme pencairan tunjangan hari raya (THR). Besarannya disesuaikan dengan kebijakan masingmasing daerah, sehingga aturan pencairan sesuai dengan peraturan Bupati (Perbup). THR ini dicairkan satu minggu jelang lebaran lalu.

Baca Juga :  Seluruh Pasien RSNU Golput, Ini Penyebabanya

Komponennya gaji pokok dan tunjangan melekat. Tahun ini dianggarkan Rp 48 Miliar. Dia mengungkapkan, besaran THR dan gaji 13 tidak jauh berbeda. Karena komponennya hampir sama. Tapi gaji 13 biasanya ditambah tunjangan kinerja dan keluarga. Sehingga perhitungannya bisa disesuaikan dengan jumlah anak yang dimiliki masing masing ASN ditambah 2 Persen dari gaji pokok.

Gaji 13 ini biasanya dicairkan jelang tahun pelajaran baru untuk membantu mengkaver kebutuhan ASN jelang anaknya masuk sekolah. ‘’Tapi ini perhitungan tahun lalu, untuk sekarang belum ada edaran. Biasanya daerah mengalokasikan Rp 100 miliar untuk THR dan gaji 13,’’ ujarnya.

Radar Lamongan – Gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) di Lamongan belum jelas pencairannya hingga kemarin (7/6). Padahal biasanya pencairannya pada pertengahan tahun, menjelang tahun pelajaran baru sekolah.

Sebab pemerintah pusat belum mengeluarkan surat perintah pencairan. Sehingga diperkirakan pencairannya mundur. “Kita belum ada pembahasan sama sekali (terkait gaji 13), menunggu instruksi pusat (kementerian keuangan), termasuk anggarannya.

Karena masih digunakan penanganan Covid-19,” kata Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamongan, Nurul Mukminin. Menurut dia, kalau sudah ada kebijakan mengenai rencana pencairan dari pusat, pemerintah daerah baru menghitung anggarannya.

Sehingga, meski sudah ada alokasi anggaran, namun dia enggan membeberkan jumlahnya. Sementara daerah diminta fokus dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Bersiap Jadi Tuan Rumah Porprov

Namun, ujar dia, sesuai informasi yang beredar, pembahasan gaji 13 baru dilakukan jelang akhir tahun, antara Oktober – November mendatang. Sehingga dia belum merinci besaran kebutuhan anggarannya untuk mengkaver sekitar 9 ribu lebih ASN di lingkungan Pemkab Lamongan tersebut.

Kabid Perbendaharaan BPKAD Lamongan, Laily Indayati menambahkan, pemberitahuan resmi terkait gaji 13 secara resminya belum ada dari pusat. Sehingga dia tidak mempercayai berbagai informasi yang ada, sebelum mendapatkan informasi resmi dari Kementerian Keuangan terkait pelaksanaan pencairan.

Menurut dia, edaran resmi yang keluar dari pusat baru terkait mekanisme pencairan tunjangan hari raya (THR). Besarannya disesuaikan dengan kebijakan masingmasing daerah, sehingga aturan pencairan sesuai dengan peraturan Bupati (Perbup). THR ini dicairkan satu minggu jelang lebaran lalu.

Baca Juga :  Dua Tim Raih Juara di Semarang

Komponennya gaji pokok dan tunjangan melekat. Tahun ini dianggarkan Rp 48 Miliar. Dia mengungkapkan, besaran THR dan gaji 13 tidak jauh berbeda. Karena komponennya hampir sama. Tapi gaji 13 biasanya ditambah tunjangan kinerja dan keluarga. Sehingga perhitungannya bisa disesuaikan dengan jumlah anak yang dimiliki masing masing ASN ditambah 2 Persen dari gaji pokok.

Gaji 13 ini biasanya dicairkan jelang tahun pelajaran baru untuk membantu mengkaver kebutuhan ASN jelang anaknya masuk sekolah. ‘’Tapi ini perhitungan tahun lalu, untuk sekarang belum ada edaran. Biasanya daerah mengalokasikan Rp 100 miliar untuk THR dan gaji 13,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/