alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Terjunkan Tim Urai Macet Babat

LAMONGAN – Diperkirakan  puncak balik terjadi hari ini (8/6) dan besok (9/6). Kendaraan melintas di Jalan Lamongan-Gresik bakal ramai. Meskipun, kemarin sore (7/6) arus kendaraan melintas di jalan nasional itu ramai lancar.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, kendaraan yang ramai melintas di jalur utama itu menuju arah ke Gresik dan Surabaya. Kendaraan ramai terjadi ketika sore.  ‘’Kondisi arus lalu lintas dari Babat sampai Lamongan Kota (kemarin, Red) masih normal lancar. Tidak ada kepadatan,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Lamongan Ipda Purnomo.

Diperkirakan kepadatan, arus balik Lebaran dua hari ini tak begitu parah. Indikasinya jalur selatan sudah berfungsi dengan normal. Serta jalur selatan ditunjang adanya tol. Diprediksi, roda empat tak begitu banyak yang melalui jalan pantura Lamongan-Gresik.

Baca Juga :  Rehab SD Mundur, Masih Tunggu Lelang

Hanya, sekarang yang perlu diwaspadai kemacetan di wilayah Pasar Babat. Kemacetan di Pasar Babat karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari arah Bojonegoro, Lamongan, dan Jombang/Mojokerto. Sehingga kendaraan menumpuk.

Ditambah lagi, jalur wilayah Boureno, Bojonegoro, cukup sempit sehingga kerap memicu kemacetan. ‘’ Kini sudah ada tim urai kemacetan berada di wilayah Babat. Bersama 11 anggota menggunakan roda dua,’’ ucapnya.

Menurut dia, setiap satu jam, anggota bergantian melakukan patroli di seputaran Babat. Upaya ini untuk mengatur lalu lintas mengurangi kepadatan. Berdasar pantauannya, kepadatan selama dua hari ini terjadi ketika sore selama 3 jam. Mulai pukul 16.00 sampai 19.00. Namun ketika siang, masih lancar tak ada kepadatan. 

Baca Juga :  Tiga Nama Berebut Ketua Fraksi PKB

Semenara itu, Edi salah satu pengemudi roda empat mengatakan, dirinya perjalanan mulai dari Bojonegoro hingga Lamongan. Wilayah Lamongan, lancar meskipun banyak kendaraan tak sampai padat merayap.

Sebaliknya, yang mengalami kepadatan di wilayah Bojonegoro, tepatnya di perempatan Balen, Sumberejo, dan Baureno.  ‘’Saya memilih, balik lebih awal takutnya nanti terjebak macet ketika menuju ke Surabaya,’’ jelasnya memastikan mulai kerja lagi Senin (10/6).

Dia memilih mudik lebih awal berdasar pengalaman tahun lalu. Sebab, dirinya terkena macet dan cepek di perjalanan. Semestinya, perjalanan dari Kecamatan Cepu, Blora menuju Surabaya bisa ditempuh sekitar 4 jam. Namun, tahun lalu terjebak macet  perjalanan bisa sampai 7 sampai 8 jam.

LAMONGAN – Diperkirakan  puncak balik terjadi hari ini (8/6) dan besok (9/6). Kendaraan melintas di Jalan Lamongan-Gresik bakal ramai. Meskipun, kemarin sore (7/6) arus kendaraan melintas di jalan nasional itu ramai lancar.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, kendaraan yang ramai melintas di jalur utama itu menuju arah ke Gresik dan Surabaya. Kendaraan ramai terjadi ketika sore.  ‘’Kondisi arus lalu lintas dari Babat sampai Lamongan Kota (kemarin, Red) masih normal lancar. Tidak ada kepadatan,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Lamongan Ipda Purnomo.

Diperkirakan kepadatan, arus balik Lebaran dua hari ini tak begitu parah. Indikasinya jalur selatan sudah berfungsi dengan normal. Serta jalur selatan ditunjang adanya tol. Diprediksi, roda empat tak begitu banyak yang melalui jalan pantura Lamongan-Gresik.

Baca Juga :  Dijanjikan TKI, Ditipu Rp 60 Juta

Hanya, sekarang yang perlu diwaspadai kemacetan di wilayah Pasar Babat. Kemacetan di Pasar Babat karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari arah Bojonegoro, Lamongan, dan Jombang/Mojokerto. Sehingga kendaraan menumpuk.

Ditambah lagi, jalur wilayah Boureno, Bojonegoro, cukup sempit sehingga kerap memicu kemacetan. ‘’ Kini sudah ada tim urai kemacetan berada di wilayah Babat. Bersama 11 anggota menggunakan roda dua,’’ ucapnya.

Menurut dia, setiap satu jam, anggota bergantian melakukan patroli di seputaran Babat. Upaya ini untuk mengatur lalu lintas mengurangi kepadatan. Berdasar pantauannya, kepadatan selama dua hari ini terjadi ketika sore selama 3 jam. Mulai pukul 16.00 sampai 19.00. Namun ketika siang, masih lancar tak ada kepadatan. 

Baca Juga :  PAD Delapan Pasar Hanya Rp 300 Juta

Semenara itu, Edi salah satu pengemudi roda empat mengatakan, dirinya perjalanan mulai dari Bojonegoro hingga Lamongan. Wilayah Lamongan, lancar meskipun banyak kendaraan tak sampai padat merayap.

Sebaliknya, yang mengalami kepadatan di wilayah Bojonegoro, tepatnya di perempatan Balen, Sumberejo, dan Baureno.  ‘’Saya memilih, balik lebih awal takutnya nanti terjebak macet ketika menuju ke Surabaya,’’ jelasnya memastikan mulai kerja lagi Senin (10/6).

Dia memilih mudik lebih awal berdasar pengalaman tahun lalu. Sebab, dirinya terkena macet dan cepek di perjalanan. Semestinya, perjalanan dari Kecamatan Cepu, Blora menuju Surabaya bisa ditempuh sekitar 4 jam. Namun, tahun lalu terjebak macet  perjalanan bisa sampai 7 sampai 8 jam.

Artikel Terkait

Most Read

Amankan 180 Knalpol Brong

Didominasi Wajah Lama

Air PDAM Tinggal Sebulan Lagi

Menjadi Pembelajar

Artikel Terbaru


/