alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Gagal Dapat Sekolah, Cabdisdik Mengakomodir

TUBAN – Dihapusnya pilihan satu dan dua di luar zona pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA negeri, memicu persaingan perebutan kuota kursi dalam satu zona semakin ketat. Siapa cepat dia dapat.

Meski demikian, siswa yang gagal masuk ke sekolah dalam satu zona karena pagu yang sudah penuh, tidak perlu cemas.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, bagi siswa yang gagal mendapatkan sekolah dalam satu zona menyusul pagu sudah terisi penuh, tetap mendapat kesempatan untuk masuk di sekolah negeri di luar zona.

‘’Siswa yang gagal mendapatkan sekolah dalam satu zona nanti akan diakomodir cabang dinas. Selanjutnya didistribusikan ke sekolah lain yang pagunya masih ada,’’ ujar Adi, panggilan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Siswa Inklusi Masih Minder

Namun, kata Adi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk memilih. Sebab, yang memilihkan sekolah adalah cabang dinas. Namun demikian, tetap diupayakan di sekolah yang dekat dengan rumahnya. ‘’Jika sudah tidak ada (kuota kursi sekolah yang dekat rumah, Red), ya konsekuensinya jauh tidak masalah, nanti kita tawarkan pada anaknya,’’ terang mantan Cabdisdik Provinsi Wilayah Nganjuk itu.

Terkait konsekuensi tersebut, Adi mengimbau kepada setiap siswa untuk bisa mendaftar lebih awal. Mematangkan pilihan sekolah lebih awal, sehingga bisa mengukur kekuatan, apakah bisa diterima di sekolah tujuan atau tidak. ‘’Karena sekarang menggunakan sistem kecepatan, meskipun poinnya sama, tapi jika kalah cepat, yang diambil adalah yang daftar lebih awal,’’ terang pendidik pelajaran bahasa Indonesia itu.

Baca Juga :  Anak-anak SD pun ikut Kerja Bakti TMMD 106 Kodim CilacapĀ 

Sebagaimana diketahui, pada pelaksanaan PPDB jenjang SMA tahun ini tidak ada lagi pilihan satu dan dua beda zonasi. Sehingga, kesempatan siswa untuk memilih sekolah tujuan hanya dalam satu zona.

Adapun PPDB jenjang SMA negeri tahun ini terbagi dalam tiga jalur. Yakni, jalur zonasi 90 persen, jalur prestasi 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua 5 persen. Jalur zonasi terbagi menjadi tiga jalur. Di antaranya, 50 persen jalur zonasi murni, 20 persen jalur zonasi dengan menggunakan NUN, dan 20 persen bagi calon siswa dari keluarga tidak mampu.

TUBAN – Dihapusnya pilihan satu dan dua di luar zona pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA negeri, memicu persaingan perebutan kuota kursi dalam satu zona semakin ketat. Siapa cepat dia dapat.

Meski demikian, siswa yang gagal masuk ke sekolah dalam satu zona karena pagu yang sudah penuh, tidak perlu cemas.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, bagi siswa yang gagal mendapatkan sekolah dalam satu zona menyusul pagu sudah terisi penuh, tetap mendapat kesempatan untuk masuk di sekolah negeri di luar zona.

‘’Siswa yang gagal mendapatkan sekolah dalam satu zona nanti akan diakomodir cabang dinas. Selanjutnya didistribusikan ke sekolah lain yang pagunya masih ada,’’ ujar Adi, panggilan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Pagu PPDB Tahap Pertama di Bojonegoro Tak Penuhi

Namun, kata Adi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk memilih. Sebab, yang memilihkan sekolah adalah cabang dinas. Namun demikian, tetap diupayakan di sekolah yang dekat dengan rumahnya. ‘’Jika sudah tidak ada (kuota kursi sekolah yang dekat rumah, Red), ya konsekuensinya jauh tidak masalah, nanti kita tawarkan pada anaknya,’’ terang mantan Cabdisdik Provinsi Wilayah Nganjuk itu.

Terkait konsekuensi tersebut, Adi mengimbau kepada setiap siswa untuk bisa mendaftar lebih awal. Mematangkan pilihan sekolah lebih awal, sehingga bisa mengukur kekuatan, apakah bisa diterima di sekolah tujuan atau tidak. ‘’Karena sekarang menggunakan sistem kecepatan, meskipun poinnya sama, tapi jika kalah cepat, yang diambil adalah yang daftar lebih awal,’’ terang pendidik pelajaran bahasa Indonesia itu.

Baca Juga :  Ditta Hakha Soleha, 21, Penulis Muda Produktif asal Bojonegoro

Sebagaimana diketahui, pada pelaksanaan PPDB jenjang SMA tahun ini tidak ada lagi pilihan satu dan dua beda zonasi. Sehingga, kesempatan siswa untuk memilih sekolah tujuan hanya dalam satu zona.

Adapun PPDB jenjang SMA negeri tahun ini terbagi dalam tiga jalur. Yakni, jalur zonasi 90 persen, jalur prestasi 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua 5 persen. Jalur zonasi terbagi menjadi tiga jalur. Di antaranya, 50 persen jalur zonasi murni, 20 persen jalur zonasi dengan menggunakan NUN, dan 20 persen bagi calon siswa dari keluarga tidak mampu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/