alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Tergiur Bisnis Investasi, Rp 76 Juta Raib

KOTA – Tiga korban korban bisnis investasi melapor ke Polres Lamongan. Kerugiannya mencapai mencapai Rp 76 Juta. Ketiga korban masing-masing Yudi Mulyono,35, dan Endarwati, 60, keduanya asal Desa Deliksumber Kecamatan Benjeng Gresik dan Siti Rokhimah,56, warga Desa/Kecamatan Benjeng.

Menurut Yudi, pihaknya melaporkan Inuk Aminah dari perusahaan investasi yang dilaporkan bernama PT Amoeba Internasional dengan sertifikat berlogo QNet perwakilan Lamongan. ‘’Saya sendiri sudah menyetorkan uang Rp 76 Juta Inuk Aminah, 50, beralamat di Jalan Raya Mastrip Lamongan,’’ katanya kamis (7/6).

Dia mengaku, awal pada Januari lalu dia ditemui Inuk Aminah di rumahnya dengan iming – iming kerjasama investasi.  Yakni menyetor uang Rp 8,5 Juta dan mendapat sertifikat berwarna kuning logo QNet dengan tulisan namanya lengkap dengan nomer rekening ATM. Kemudian setiap minggu akan mendapatkan gaji sebanyak Rp 3 Juta. Berarti sebulan akan mendapat Rp 12 Juta. Tawaran menggiurkan itu kemudian diterima. ‘’Saya kemudian memang benar-benar mendapat gaji seperti yang ditawarkan sebesar Rp 3 Juta masuk ke rekening saya,’’ ungkapnya dengan nada kesal.

Baca Juga :  Presiden Janjikan Pengerukan Dua Titik Kawasan Nelayan

Lebih menggiurkan, lanjut dia, bila bisa mengajak  sembilan orang ikut investasi tersebut, dia juga bisa mendapat tambahan gaji Rp 3 Juta per orang. Berarti bisa mendapat tambahan gaji Rp 27 Juta per minggu. ‘’Saya tertarik dan sudah mendaftarkan sembilan orang tetangga saya,’’ ujarnya.

Menurut dia, selain tetangganya, untuk memenuhi syarat sembilan orang itu, dirinya harus menjual mobil dan menggadaikan sertifikat tanah. Dia semakin terbius mengikuti investasi itu karena hampir setiap minggu dilakukan pertemuan di beberapa kota, seperti Probolinggo, Kediri dan lainnya. Dalam pertemuan itu ditampilkan profil peserta investasi itu yang telah sukses. Hingga tanpa sadar dia mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 76 Juta. ‘’Namun gaji yang dijanjikan tidak pernah dipenuhi. Saya hanya sekali saja mendapat transfer Rp 3 Juta.  Bahkan sudah ke rumahnya enam kali untuk meminta agar uang saya dikembalikan. Namun tidak ada jawaban, ‘’ tukasnya.

Baca Juga :  Amankan Dua Pengedar Pil Dobel L di Lamongan

Kasbuag Humas Polres Lamongan AKP Harmuji membenarkan adanya laporan  penipuan berkedok bisnis investasi. Dan korbannya masih dimintai keterangan, termasuk para saksi.  ‘’Masih dalam proses penyelidikan,’’ ungkapnya.

KOTA – Tiga korban korban bisnis investasi melapor ke Polres Lamongan. Kerugiannya mencapai mencapai Rp 76 Juta. Ketiga korban masing-masing Yudi Mulyono,35, dan Endarwati, 60, keduanya asal Desa Deliksumber Kecamatan Benjeng Gresik dan Siti Rokhimah,56, warga Desa/Kecamatan Benjeng.

Menurut Yudi, pihaknya melaporkan Inuk Aminah dari perusahaan investasi yang dilaporkan bernama PT Amoeba Internasional dengan sertifikat berlogo QNet perwakilan Lamongan. ‘’Saya sendiri sudah menyetorkan uang Rp 76 Juta Inuk Aminah, 50, beralamat di Jalan Raya Mastrip Lamongan,’’ katanya kamis (7/6).

Dia mengaku, awal pada Januari lalu dia ditemui Inuk Aminah di rumahnya dengan iming – iming kerjasama investasi.  Yakni menyetor uang Rp 8,5 Juta dan mendapat sertifikat berwarna kuning logo QNet dengan tulisan namanya lengkap dengan nomer rekening ATM. Kemudian setiap minggu akan mendapatkan gaji sebanyak Rp 3 Juta. Berarti sebulan akan mendapat Rp 12 Juta. Tawaran menggiurkan itu kemudian diterima. ‘’Saya kemudian memang benar-benar mendapat gaji seperti yang ditawarkan sebesar Rp 3 Juta masuk ke rekening saya,’’ ungkapnya dengan nada kesal.

Baca Juga :  Bagi Perempuan Ini, Modeling itu Hobi

Lebih menggiurkan, lanjut dia, bila bisa mengajak  sembilan orang ikut investasi tersebut, dia juga bisa mendapat tambahan gaji Rp 3 Juta per orang. Berarti bisa mendapat tambahan gaji Rp 27 Juta per minggu. ‘’Saya tertarik dan sudah mendaftarkan sembilan orang tetangga saya,’’ ujarnya.

Menurut dia, selain tetangganya, untuk memenuhi syarat sembilan orang itu, dirinya harus menjual mobil dan menggadaikan sertifikat tanah. Dia semakin terbius mengikuti investasi itu karena hampir setiap minggu dilakukan pertemuan di beberapa kota, seperti Probolinggo, Kediri dan lainnya. Dalam pertemuan itu ditampilkan profil peserta investasi itu yang telah sukses. Hingga tanpa sadar dia mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 76 Juta. ‘’Namun gaji yang dijanjikan tidak pernah dipenuhi. Saya hanya sekali saja mendapat transfer Rp 3 Juta.  Bahkan sudah ke rumahnya enam kali untuk meminta agar uang saya dikembalikan. Namun tidak ada jawaban, ‘’ tukasnya.

Baca Juga :  Ikut Simulasi Tanding di Tuban

Kasbuag Humas Polres Lamongan AKP Harmuji membenarkan adanya laporan  penipuan berkedok bisnis investasi. Dan korbannya masih dimintai keterangan, termasuk para saksi.  ‘’Masih dalam proses penyelidikan,’’ ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/