alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Mudik, Personel Bakal Awasi Rumah Warga

BOJONEGORO – Patroli kendaraan dan ruas jalan seiring jalannya Operasi Ketupat Semeru 2018 kian diperketat. Sebanyak 800 personel gabungan fokus mengamankan jalannya mudik Lebaran. Operasi Ketupat Semeru 2018 akan digelar selama 18 hari. Yakni, mulai 7-24 Juni 2018. Selain pengawasan arus mudik, kepolisian juga fokus kewaspadaan terhadap aksi pencurian sasaran rumah warga yang ditinggal mudik.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, selama Operasi Semeru terus meningkatkan kewaspadaan arus mudik. Khususnya patroli rutin terkait pengamanan rumah-rumah yang ditinggalkan pemudik. “Itu tentu ancaman. Jadi akan ditingkatkan pengamanan dan patroli dari seluruh jajaran polsek,” ujarnya.

Sehingga kegiatan silaturahmi selama Lebaran bisa berjalan dengan lancar. “Jadi, petugas yang tidak termasuk dalam Operasi Ketupat Semeru 2018 tentu akan siap berjaga,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Desa di Bojonegoro Diwacanakan Pemekaran

Ancaman selama arus mudik tentunya tindak kejahatan pencurian. Sehingga masyarakat hendaknya mengecek dua kali sebelum meninggalkan rumah untuk mudik. Serta, bagi yang menggunakan kendaraan pribadi hendaknya lebih berhati-hati dan jangan memaksakan diri kalau sudah capai.

Terkait jalur Bojonegoro juga sudah aman dan siap dilalui oleh para pemudik. “Kami diuntungkan Jembatan Widang yang sudah bisa dilalui. Jadi kami harapkan selama arus mudik bisa lancar,” terangnya.

Kapolres bersama forkompimda juga memastikan kesiapan fisik, mental, dan sarana prasarana para personel. Selain itu, dilakukan sidak di pos pelayanan dan pos pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Sebanyak 800 personel yang diterjunkan, termasuk gabungan. Yakni, gabungan dari TNI, dinas perhubungan, PMI, dinas kesehatan, pramuka, dan lainnya.

Baca Juga :  Sholikin Jabat Ketua DPRD

BOJONEGORO – Patroli kendaraan dan ruas jalan seiring jalannya Operasi Ketupat Semeru 2018 kian diperketat. Sebanyak 800 personel gabungan fokus mengamankan jalannya mudik Lebaran. Operasi Ketupat Semeru 2018 akan digelar selama 18 hari. Yakni, mulai 7-24 Juni 2018. Selain pengawasan arus mudik, kepolisian juga fokus kewaspadaan terhadap aksi pencurian sasaran rumah warga yang ditinggal mudik.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, selama Operasi Semeru terus meningkatkan kewaspadaan arus mudik. Khususnya patroli rutin terkait pengamanan rumah-rumah yang ditinggalkan pemudik. “Itu tentu ancaman. Jadi akan ditingkatkan pengamanan dan patroli dari seluruh jajaran polsek,” ujarnya.

Sehingga kegiatan silaturahmi selama Lebaran bisa berjalan dengan lancar. “Jadi, petugas yang tidak termasuk dalam Operasi Ketupat Semeru 2018 tentu akan siap berjaga,” ujarnya.

Baca Juga :  Rencana Perbaikan Pasar Kota Belum Jelas

Ancaman selama arus mudik tentunya tindak kejahatan pencurian. Sehingga masyarakat hendaknya mengecek dua kali sebelum meninggalkan rumah untuk mudik. Serta, bagi yang menggunakan kendaraan pribadi hendaknya lebih berhati-hati dan jangan memaksakan diri kalau sudah capai.

Terkait jalur Bojonegoro juga sudah aman dan siap dilalui oleh para pemudik. “Kami diuntungkan Jembatan Widang yang sudah bisa dilalui. Jadi kami harapkan selama arus mudik bisa lancar,” terangnya.

Kapolres bersama forkompimda juga memastikan kesiapan fisik, mental, dan sarana prasarana para personel. Selain itu, dilakukan sidak di pos pelayanan dan pos pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Sebanyak 800 personel yang diterjunkan, termasuk gabungan. Yakni, gabungan dari TNI, dinas perhubungan, PMI, dinas kesehatan, pramuka, dan lainnya.

Baca Juga :  Saling Melayani dan Mengasihi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/