alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Bagi Takjil sambil Pemotretan di Zebra Cross

BOKS – Bedak di wajah para perempuan muda itu masih fresh. Pipinya merah merona. Saat perempuan muda itu senyumnya merekah. Para pengguna jalan pun gugup dan menoleh. Sebuah bungkusan yang berisikan makanan ringan dibagikan ke mereka yang ada di jalan. Mereka membaginya saat lampu di perempatan merah. Kendaraan berhenti dan sebagian akan menerima senyum dan bingkisan dari para perempuan muda itu.

Suasana itu terlihat di Jalan Pemuda Kota Blora saat sore. Belasan gadis cantik yang tergabung di salah satu  sekolah peragawati sedang melakukan aksi di persis perempatan Kantor Pos Kota.

Nah, sesekali saat membagikan bingkisan untuk takjil pada pengguna jalan secara gratis. Namun, saat ada lampu merah dan kendaraan berhenti ada aksi heboh yang mereka lakukan. Yakni, melakukan pemotretan di area zebra cross dengan berlatar belakang para pengguna jalan.

Baca Juga :  Bupati Berwenang Keluarkan Diskresi

Sontak orang-orang yang sedang menunggu lampu menjadi hijau dan melanjutkan perjalanan menjadi heboh. Hingga banyak pengendara yang sengaja berhenti di tepi jalan untuk ikut menonton dan meminta takjil.

Mentor di sekolah model, Sabrina mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk melatih keberanian para model binaannya agar semakin percaya diri tampil di muka umum sembari berbagi kepada sesama berupa menu buka puasa untuk pengguna jalan. “Sebagai cara belajar,” katanya.

Dia menuturkan, pembelajaran tampil di muka umum itu metodenya banyak. Termasuk dengan cara melakukannya seperti di tepi jalan. “Model kami banyak dari anak-anak muda yang mayoritas dari pelajar sehingga harus terus dilatih tampil,” kata Ina, sapaan akrab Sabrina.

Dia menambahkan dengan cara tampil di depan publik ini untuk mengenalkan kepada masyarakat luas tentang apa itu Sabrina Modeling. Bukan hanya mengikuti lomba-lomba modeling tetapi juga bersolidaritas dengan baik. Jefry Novyanto, salah satu pengelola sekolah modeling mengatakan, kegiatan outdoor ini baru kali pertama. Yakni, membagi takjil dilanjutkan aksi modeling di jalan.

Baca Juga :  Batas Lahan Pertanian - Tambang Karya Wartawan Radar Tuban Juara Dua

“Awalnya kurang yakin bisa menghabiskan takjil sebanyak itu dengan anggota yang tidak terlalu banyak. Namun ternyata antusias pengguna jalan luar biasa sampai dia turun dari motor dan minta langsung,” terang dia.

Dia mengatakan,  melakukan pemotretan  di lampu merah saat pengendara berhenti itu tetap dengan kawalan agar tidak membahayakan. Tidak hanya kegiatan ini saja, menurutnya para model-model remaja ini juga akan hadir lagi dengan kegiatan berbeda beberapa waktu ke depan.

“Agustus kita akan melaksanakan aksi lagi dengan konsep yang berbeda,” terang dia. Sellin, salah satu peserta modeling merasa senang bisa mengikuti kegiatan sosial sekaligus mengasah bakatnya di bidang peragawati.

BOKS – Bedak di wajah para perempuan muda itu masih fresh. Pipinya merah merona. Saat perempuan muda itu senyumnya merekah. Para pengguna jalan pun gugup dan menoleh. Sebuah bungkusan yang berisikan makanan ringan dibagikan ke mereka yang ada di jalan. Mereka membaginya saat lampu di perempatan merah. Kendaraan berhenti dan sebagian akan menerima senyum dan bingkisan dari para perempuan muda itu.

Suasana itu terlihat di Jalan Pemuda Kota Blora saat sore. Belasan gadis cantik yang tergabung di salah satu  sekolah peragawati sedang melakukan aksi di persis perempatan Kantor Pos Kota.

Nah, sesekali saat membagikan bingkisan untuk takjil pada pengguna jalan secara gratis. Namun, saat ada lampu merah dan kendaraan berhenti ada aksi heboh yang mereka lakukan. Yakni, melakukan pemotretan di area zebra cross dengan berlatar belakang para pengguna jalan.

Baca Juga :  Dibahas Maraton, RTRW Bojonegoro Sesuaikan Proyek Strategis Nasional

Sontak orang-orang yang sedang menunggu lampu menjadi hijau dan melanjutkan perjalanan menjadi heboh. Hingga banyak pengendara yang sengaja berhenti di tepi jalan untuk ikut menonton dan meminta takjil.

Mentor di sekolah model, Sabrina mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk melatih keberanian para model binaannya agar semakin percaya diri tampil di muka umum sembari berbagi kepada sesama berupa menu buka puasa untuk pengguna jalan. “Sebagai cara belajar,” katanya.

Dia menuturkan, pembelajaran tampil di muka umum itu metodenya banyak. Termasuk dengan cara melakukannya seperti di tepi jalan. “Model kami banyak dari anak-anak muda yang mayoritas dari pelajar sehingga harus terus dilatih tampil,” kata Ina, sapaan akrab Sabrina.

Dia menambahkan dengan cara tampil di depan publik ini untuk mengenalkan kepada masyarakat luas tentang apa itu Sabrina Modeling. Bukan hanya mengikuti lomba-lomba modeling tetapi juga bersolidaritas dengan baik. Jefry Novyanto, salah satu pengelola sekolah modeling mengatakan, kegiatan outdoor ini baru kali pertama. Yakni, membagi takjil dilanjutkan aksi modeling di jalan.

Baca Juga :  Bupati Berwenang Keluarkan Diskresi

“Awalnya kurang yakin bisa menghabiskan takjil sebanyak itu dengan anggota yang tidak terlalu banyak. Namun ternyata antusias pengguna jalan luar biasa sampai dia turun dari motor dan minta langsung,” terang dia.

Dia mengatakan,  melakukan pemotretan  di lampu merah saat pengendara berhenti itu tetap dengan kawalan agar tidak membahayakan. Tidak hanya kegiatan ini saja, menurutnya para model-model remaja ini juga akan hadir lagi dengan kegiatan berbeda beberapa waktu ke depan.

“Agustus kita akan melaksanakan aksi lagi dengan konsep yang berbeda,” terang dia. Sellin, salah satu peserta modeling merasa senang bisa mengikuti kegiatan sosial sekaligus mengasah bakatnya di bidang peragawati.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/