alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Awas, Otak-Atik Skor Sama Pagu Terakhir

TUBAN – Tidak ada kelonggaran kepada calon siswa yang mendapat skor sama pada pagu terakhir jalur tes akademik di SMPN 1 Tuban dan SMPN 3 Tuban. Kepastian tersebut kamis (7/6) disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid. ‘’Siswa yang diterima harus sesuai dengan pagu yang disediakan. Tidak boleh lebih,’’ tegas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban kamis (7/6).

Disinggung terkait kemungkinan otak-atik nilai pada pagu terakhir, Khamid, panggilan akrabnya menegaskan, tidak ada alasan untuk menerima semua siswa yang mendapat nilai sama pada pagu terakhir. Sesuai pedoman teknis (domnis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah unggulan pada jalur tes akademik, disebutkan apabila terdapat dua calon peserta didik yang memiliki skor sama pada passing grade atau urutan peringkat terbawah dari pagu yang tersedia, maka harus diambil salah satu.

Caranya, pertama dilihat dari nilai tertinggi mata pelajaran matematika (mapel). Apabila masih sama, berikutnya dilihat nilai IPA. Jika masih sama lagi, dilihat nilai bahasa Indonesia. Dan, apabila masih sama lagi, dilihat nilai mapel ilmu pengetahuan umum (IPU).

Baca Juga :  PPDB SMA Terapkan Sistem Zonasi

Bagaimana jika masih sama lagi. Opsi berikutnya adalah dilihat dari nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD dengan urutan nilai matematika, IPA, dan bahasa Indonesia. Dan, jika masih sama lagi, diurutkan bersadarkan perolehan skor prestasi akademik dan nonakademiknya. ‘’Pengalaman yang sudah-sudah, biasanya (penentuannya, Red) hanya dengan urutan nilai mapel hasil tes sudah bisa diputuskan,’’ tegas  mantan kepala SMAN 1 Soko itu.

Khamid menjamin, koreksi hasil tes akademik berlangsung profesional dan objektif. Begitu juga dengan jumlah siswa yang diterima. ‘’Harus sesuai pagu jalur akademik,’’ tandasnya. Termasuk kuota dari sisa jalur khusus prestasi dan hafiz.

Sebagaimana diketahui, pagu jalur akademik di SMPN 1 Tuban sebanyak 86 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 40 persen pagu total sebanyak 192 siswa dan sisa 9 kursi dari pagu jalur khusus prestasi dan hafiz yang tidak terisi. Sementara itu, pagu jalur akademik yang tersedia di SMPN 3 Tuban 103 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 40 persen pagu tes akademik dan sisa kursi jalur prestasi dan hafiz sebanyak 13 kursi.

Baca Juga :  Sekolah Pinggiran Dilirik Belakangan

Persaingan untuk merebutkan kursi jalur akademik di SMPN unggulan  bakal berlangsung ketat. Sebab, jumlah pendaftar jalur tes ini sangat banyak. Baik SMPN 1 Tuban maupun SMPN 3 Tuban, jumlah pendaftarnya mencapai 500 siswa lebih.

Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan memastikan, siswa yang diterima berdasar jumlah pagu. Begitu juga saat menentukan skor sama pada pagu terakhir, juga berdasakan domnis yang dinas pendidikan. ‘’Semua sudah ada juknisnya,’’ tegas dia.

TUBAN – Tidak ada kelonggaran kepada calon siswa yang mendapat skor sama pada pagu terakhir jalur tes akademik di SMPN 1 Tuban dan SMPN 3 Tuban. Kepastian tersebut kamis (7/6) disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid. ‘’Siswa yang diterima harus sesuai dengan pagu yang disediakan. Tidak boleh lebih,’’ tegas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban kamis (7/6).

Disinggung terkait kemungkinan otak-atik nilai pada pagu terakhir, Khamid, panggilan akrabnya menegaskan, tidak ada alasan untuk menerima semua siswa yang mendapat nilai sama pada pagu terakhir. Sesuai pedoman teknis (domnis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah unggulan pada jalur tes akademik, disebutkan apabila terdapat dua calon peserta didik yang memiliki skor sama pada passing grade atau urutan peringkat terbawah dari pagu yang tersedia, maka harus diambil salah satu.

Caranya, pertama dilihat dari nilai tertinggi mata pelajaran matematika (mapel). Apabila masih sama, berikutnya dilihat nilai IPA. Jika masih sama lagi, dilihat nilai bahasa Indonesia. Dan, apabila masih sama lagi, dilihat nilai mapel ilmu pengetahuan umum (IPU).

Baca Juga :  Pagu Jalur Zonasi Terpenuhi, Banyak Pendaftar Tersisih

Bagaimana jika masih sama lagi. Opsi berikutnya adalah dilihat dari nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD dengan urutan nilai matematika, IPA, dan bahasa Indonesia. Dan, jika masih sama lagi, diurutkan bersadarkan perolehan skor prestasi akademik dan nonakademiknya. ‘’Pengalaman yang sudah-sudah, biasanya (penentuannya, Red) hanya dengan urutan nilai mapel hasil tes sudah bisa diputuskan,’’ tegas  mantan kepala SMAN 1 Soko itu.

Khamid menjamin, koreksi hasil tes akademik berlangsung profesional dan objektif. Begitu juga dengan jumlah siswa yang diterima. ‘’Harus sesuai pagu jalur akademik,’’ tandasnya. Termasuk kuota dari sisa jalur khusus prestasi dan hafiz.

Sebagaimana diketahui, pagu jalur akademik di SMPN 1 Tuban sebanyak 86 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 40 persen pagu total sebanyak 192 siswa dan sisa 9 kursi dari pagu jalur khusus prestasi dan hafiz yang tidak terisi. Sementara itu, pagu jalur akademik yang tersedia di SMPN 3 Tuban 103 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 40 persen pagu tes akademik dan sisa kursi jalur prestasi dan hafiz sebanyak 13 kursi.

Baca Juga :  Kata Gadis ini, Pebisnis Harus Peka

Persaingan untuk merebutkan kursi jalur akademik di SMPN unggulan  bakal berlangsung ketat. Sebab, jumlah pendaftar jalur tes ini sangat banyak. Baik SMPN 1 Tuban maupun SMPN 3 Tuban, jumlah pendaftarnya mencapai 500 siswa lebih.

Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan memastikan, siswa yang diterima berdasar jumlah pagu. Begitu juga saat menentukan skor sama pada pagu terakhir, juga berdasakan domnis yang dinas pendidikan. ‘’Semua sudah ada juknisnya,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/