alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Siswa Kelas Tiga SD Tewas Tenggelam di Embung

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Butuh waktu sektiar 3,5 jam untuk menemukan jasad Mokhamad Ilyas. Siswa kelas tiga SD itu tenggelam di embung Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, kemarin sore (7/5). Sekitar pukul 17.04 korban ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh warga dan tim SAR.

Korban berusia 10 tahun itu dilaporkan tenggelam oleh tiga temannya juga ikut bermain bersama di embung sekitar pukul 13.30 kemarin. Dari situ, warga berdatangan untuk melakukan pencarian.

Kapolsek Sugihwaras AKP Subarata mengatakan kronologi tenggelam bermula ketika korban bermain bersama tiga temannya. Yakni Moch Rizki Akbar, 12; Zaenal Arifin, 11; dan Moch Khoirul, 12. 

Rencananya korban bersama tiga temannya hendak bermain PlayStation. Namun, mereka berubah pikiran dan memutuskan main di embung. Setelah tiba di embung, mereka mencari batang pohon pisang untuk bermain air. 

Baca Juga :  Terancam PHK, Karyawan Kareb Wadul DPRD

Tetapi ketika korban bermain, tangannya terlepas dari batang pisang yang dipegangnya. Padahal, saat itu kondisi korban berada di tengah embung. Karena korban tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam. 

Sehingga ketiga temannya pun meminta pertolongan warga setempat. “Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sugihwaras dan memanggil Tim SAR gabungan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro,” jelasnya.

Setelah pencarian bersama Tim SAR dan warga berhasil menemukan sekitar pukul 17.04. Korban segera dievakuasi dan dibawa pulang ke rumahnya dan dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Karena keluarga korban menolak dilakukan otopsi, akhirnya mayat korban diserahkan kekeluarganya untuk dilakukan proses pemakaman. 

Sukirno salah satu anggota Tim SAR mengimbau kepada seluruh warga berdekatan dengan embung atau bantaran Bengawan Solo lebih waspada mengawasi anak-anaknya. Tentu sangat berisiko ketika anak tidak memiliki keahlian berenang, lalu nekat bermain di embung atau Bengawan Solo. 

Baca Juga :  Kartu Nelayan Pastikan BBM Lancar, Istri Nelayan Dilatih UMKM

“Perlu bagi para orang tua lebih sering mengingatkan anak-anaknya agar tidak bermain di tempat rawan bahaya,” ujarnya.

Sukirno menambahkan, bahwa pencarian korban tenggelam tersebut memakan waktu sekitar 3,5 jam. Korban lebih cepat ditemukan karena air embung tidak ada arus. Berbeda pencarian korban tenggelam di Bengawan Solo, karena arusnya deras. 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Butuh waktu sektiar 3,5 jam untuk menemukan jasad Mokhamad Ilyas. Siswa kelas tiga SD itu tenggelam di embung Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, kemarin sore (7/5). Sekitar pukul 17.04 korban ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh warga dan tim SAR.

Korban berusia 10 tahun itu dilaporkan tenggelam oleh tiga temannya juga ikut bermain bersama di embung sekitar pukul 13.30 kemarin. Dari situ, warga berdatangan untuk melakukan pencarian.

Kapolsek Sugihwaras AKP Subarata mengatakan kronologi tenggelam bermula ketika korban bermain bersama tiga temannya. Yakni Moch Rizki Akbar, 12; Zaenal Arifin, 11; dan Moch Khoirul, 12. 

Rencananya korban bersama tiga temannya hendak bermain PlayStation. Namun, mereka berubah pikiran dan memutuskan main di embung. Setelah tiba di embung, mereka mencari batang pohon pisang untuk bermain air. 

Baca Juga :  57 Pendaftar Berebut Lima Jabatan KPUK

Tetapi ketika korban bermain, tangannya terlepas dari batang pisang yang dipegangnya. Padahal, saat itu kondisi korban berada di tengah embung. Karena korban tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam. 

Sehingga ketiga temannya pun meminta pertolongan warga setempat. “Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sugihwaras dan memanggil Tim SAR gabungan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro,” jelasnya.

Setelah pencarian bersama Tim SAR dan warga berhasil menemukan sekitar pukul 17.04. Korban segera dievakuasi dan dibawa pulang ke rumahnya dan dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Karena keluarga korban menolak dilakukan otopsi, akhirnya mayat korban diserahkan kekeluarganya untuk dilakukan proses pemakaman. 

Sukirno salah satu anggota Tim SAR mengimbau kepada seluruh warga berdekatan dengan embung atau bantaran Bengawan Solo lebih waspada mengawasi anak-anaknya. Tentu sangat berisiko ketika anak tidak memiliki keahlian berenang, lalu nekat bermain di embung atau Bengawan Solo. 

Baca Juga :  Bryan, Peraih Medali Emas KSN Bidang Informatika

“Perlu bagi para orang tua lebih sering mengingatkan anak-anaknya agar tidak bermain di tempat rawan bahaya,” ujarnya.

Sukirno menambahkan, bahwa pencarian korban tenggelam tersebut memakan waktu sekitar 3,5 jam. Korban lebih cepat ditemukan karena air embung tidak ada arus. Berbeda pencarian korban tenggelam di Bengawan Solo, karena arusnya deras. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/