alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Mengubah Sampah Menjadi Berkah dengan Inovasi GELAR SAJADAH

TUBAN – Berbagai program inovasi dalam menyelesaikan persoalan sampah terus dimunculkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban. Kali ini terkait program pengurangan sampah anorganik. Program yang menjadi inovasi terbaru DLH ini diberi nama Gelar Sajadah (Gerak Langkah Warga Sedekah Sampah Jadi Berkah).

Inovasi baru tersebut di-launching bersamaan dengan puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 pada Jumat (4/5) lalu. Bertempat di Taman Hutan Kota Tuban, Jalan Pahlawan, inovasi yang mengubah sampah menjadi sebuah berkah itu diresmikan langsung bupati Fathul Huda yang didampingi wakil bupati Noor Nahar Hussein.

Plt Kepala DLH Tuban Bambang Irawan mengatakan, Gelar Sajadah merupakan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah anorganik di lingkungan sekitar. Jika sebelumnya sampah dianggap sebagai barang yang tidak bernilai, dengan adanya program ini menjadi sebuah berkah. 

Konsepnya, dengan cara mengembangkan dan memperbanyak bank-bank sampah di setiap desa/kelurahan. Sehingga, masyarakat memiliki wadah untuk menjual atau mensedekahkan sampah tersebut ke bank sampah melalui program Gelar Sajadah.

Selanjutnya, hasil sedekah sampah ini disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tuban guna mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. ‘’Inilah yang kami maksud sampah bisa menjadi berkah. Dan, pada puncak peringatan HPSN kemarin (Jumat, Red) kita berhasil mengumpulkan sedekah sampah sebesar Rp 5.214.850,’’ tutur BI, panggilan akrab Bambang Irawan. Adapun rincian dari sedekah sampah tersebut yakni, 480,1 kilogram (kg) sampah plastik, 2.178,8 kg sampah kertas, dan 155 kg sampah besi.

Baca Juga :  Mahasiswi Tewas Hantam Truk Parkir

Sebelumnya, dalam pengelolaan sampah organik DLH juga memiliki program inovasi yang diberi nama Rindu Sorga (Reintensifikasi Daur Ulang Sampah Organik). Yakni, mengelola sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair.  Untuk sementara, kegiatan daur ulang sampah organik ini baru dilakukan di tempat pemrosesan akhir (TPA), tempat penampungan sementara (TPS), dan tempat pengolahan sampah terpadu(TPST). Ke depan, program ini akan dikembangkan di masing-masing rumah tangga dengan membuat pengomposan sederhana yang berasal dari sampah dapur atau sisa makanan.

BI mengatakan, kedua inovasi ini merupakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang kami sebut dengan istilah Ngasah Bakat yang merupakan kepanjangan dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Karena kedua kegiatan ini bisa dilakukan langsung masyarakat tanpa menunggu petugas sampah,’’ terang pria dengan jabatan definitif sekretaris DLH Tuban itu.

Baca Juga :  Seleksi Sekkab Tunggu Bupati

Bupati Fathul Huda memberikan apresiasi atas inovasi DLH. Disampaikan bupati, mengubah sampah menjadi berkah dengan cara mensodakohkan sampah ke bank sampah merupakan inovasi yang sangat kreatif. ‘’Saya minta inovasi ini (Galar Sajadah, Red) ini terus dikembangkan, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa bersodakoh melalui sampah,’’ tuturnya.

Sejumlah kegiatan digelar selama pelaksanaan HPSN berlangsung. Di antara rangkaian kegiatan yang bertajuk Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) itu, yakni sosialisasi pengelolaan dan pengurangan sampah rumah tangga di sejumlah kelurahan di Tuban; bersih-bersih sampah di sejumlah sungai dalam kota dan di sepanjang Pantai Boom yang melibatkan lebih dari 700 relawan dari sejumlah lembaga/instansi dan masyarakat. Juga kegiatan sedekah sampah di sejumlah sekolah Adiwiyata, lembaga pemerintah dan dunia usaha.

Selain itu, juga digelar lomba kreasi daur ulang sampah yang diikuti bank sampah dan kreasi jingle peduli sampah yang diikuti siswa SMP dan SMA Adiwiyata.

TUBAN – Berbagai program inovasi dalam menyelesaikan persoalan sampah terus dimunculkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban. Kali ini terkait program pengurangan sampah anorganik. Program yang menjadi inovasi terbaru DLH ini diberi nama Gelar Sajadah (Gerak Langkah Warga Sedekah Sampah Jadi Berkah).

Inovasi baru tersebut di-launching bersamaan dengan puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 pada Jumat (4/5) lalu. Bertempat di Taman Hutan Kota Tuban, Jalan Pahlawan, inovasi yang mengubah sampah menjadi sebuah berkah itu diresmikan langsung bupati Fathul Huda yang didampingi wakil bupati Noor Nahar Hussein.

Plt Kepala DLH Tuban Bambang Irawan mengatakan, Gelar Sajadah merupakan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah anorganik di lingkungan sekitar. Jika sebelumnya sampah dianggap sebagai barang yang tidak bernilai, dengan adanya program ini menjadi sebuah berkah. 

Konsepnya, dengan cara mengembangkan dan memperbanyak bank-bank sampah di setiap desa/kelurahan. Sehingga, masyarakat memiliki wadah untuk menjual atau mensedekahkan sampah tersebut ke bank sampah melalui program Gelar Sajadah.

Selanjutnya, hasil sedekah sampah ini disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tuban guna mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. ‘’Inilah yang kami maksud sampah bisa menjadi berkah. Dan, pada puncak peringatan HPSN kemarin (Jumat, Red) kita berhasil mengumpulkan sedekah sampah sebesar Rp 5.214.850,’’ tutur BI, panggilan akrab Bambang Irawan. Adapun rincian dari sedekah sampah tersebut yakni, 480,1 kilogram (kg) sampah plastik, 2.178,8 kg sampah kertas, dan 155 kg sampah besi.

Baca Juga :  Bersihkan Sungai Dulu

Sebelumnya, dalam pengelolaan sampah organik DLH juga memiliki program inovasi yang diberi nama Rindu Sorga (Reintensifikasi Daur Ulang Sampah Organik). Yakni, mengelola sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair.  Untuk sementara, kegiatan daur ulang sampah organik ini baru dilakukan di tempat pemrosesan akhir (TPA), tempat penampungan sementara (TPS), dan tempat pengolahan sampah terpadu(TPST). Ke depan, program ini akan dikembangkan di masing-masing rumah tangga dengan membuat pengomposan sederhana yang berasal dari sampah dapur atau sisa makanan.

BI mengatakan, kedua inovasi ini merupakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang kami sebut dengan istilah Ngasah Bakat yang merupakan kepanjangan dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Karena kedua kegiatan ini bisa dilakukan langsung masyarakat tanpa menunggu petugas sampah,’’ terang pria dengan jabatan definitif sekretaris DLH Tuban itu.

Baca Juga :  Ayo, Akhiri Paceklik Kemenangan

Bupati Fathul Huda memberikan apresiasi atas inovasi DLH. Disampaikan bupati, mengubah sampah menjadi berkah dengan cara mensodakohkan sampah ke bank sampah merupakan inovasi yang sangat kreatif. ‘’Saya minta inovasi ini (Galar Sajadah, Red) ini terus dikembangkan, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa bersodakoh melalui sampah,’’ tuturnya.

Sejumlah kegiatan digelar selama pelaksanaan HPSN berlangsung. Di antara rangkaian kegiatan yang bertajuk Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) itu, yakni sosialisasi pengelolaan dan pengurangan sampah rumah tangga di sejumlah kelurahan di Tuban; bersih-bersih sampah di sejumlah sungai dalam kota dan di sepanjang Pantai Boom yang melibatkan lebih dari 700 relawan dari sejumlah lembaga/instansi dan masyarakat. Juga kegiatan sedekah sampah di sejumlah sekolah Adiwiyata, lembaga pemerintah dan dunia usaha.

Selain itu, juga digelar lomba kreasi daur ulang sampah yang diikuti bank sampah dan kreasi jingle peduli sampah yang diikuti siswa SMP dan SMA Adiwiyata.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/