alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Diprediksi Ramadan Masih Hujan

TUBAN – Hujan diprediksi masih turun dalam sebulan terakhir. Hanya saja intensitasnya ringan. Cuaca di Tuban yang panas dalam beberapa hari terakhir bukan tanda-tanda masuknya musim kemarau. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono mengatakan, bulan ini belum memasuki musim pancaroba. Berdasar catatannya, peralihan musim baru dimulai Juli. Puncaknya Agustus. 

Joko memastikan selama Ramadan masih turun hujan. ‘’Masih musim penghujan, hanya saja sifatnya parsial (tidak menyeluruh, Red),’’ kata dia. Dijelaskan dia, salah satu tanda berakhirnya musim hujan adalah turun hujan deras disertai dengan angin kencang hampir di seluruh wilayah. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi sekitar Juli. 

Hujan yang turun dalam bulan ini, kata dia, bersifat kecil. Kemarin misalnya. Wilayah Jatirogo dan sebagian daerah di Tuban barat juga masih diguyur hujan. Kemungkinan, dalam waktu dekat Tuban kota juga turun hujan.

Baca Juga :  Pendaftar Haji Tak Surut, Daftar Sekarang Berangkat 2050

Mantan camat Widang ini menerangkan, beberapa fase peralihan musim hujan ke kemarau. Tahap pertama hujan dengan intensitas ringan seperti sekarang ini. Berikutnya hujan kembali turun deras disertai angin. Baru bulan berikutnya memasuki musim kemarau. Hujan yang turun dalam bulan ini, kata Joko, sifatnya mendadak. Biasanya setelah mendung, hujan langsung turun beberapa saat kemudian.

TUBAN – Hujan diprediksi masih turun dalam sebulan terakhir. Hanya saja intensitasnya ringan. Cuaca di Tuban yang panas dalam beberapa hari terakhir bukan tanda-tanda masuknya musim kemarau. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono mengatakan, bulan ini belum memasuki musim pancaroba. Berdasar catatannya, peralihan musim baru dimulai Juli. Puncaknya Agustus. 

Joko memastikan selama Ramadan masih turun hujan. ‘’Masih musim penghujan, hanya saja sifatnya parsial (tidak menyeluruh, Red),’’ kata dia. Dijelaskan dia, salah satu tanda berakhirnya musim hujan adalah turun hujan deras disertai dengan angin kencang hampir di seluruh wilayah. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi sekitar Juli. 

Hujan yang turun dalam bulan ini, kata dia, bersifat kecil. Kemarin misalnya. Wilayah Jatirogo dan sebagian daerah di Tuban barat juga masih diguyur hujan. Kemungkinan, dalam waktu dekat Tuban kota juga turun hujan.

Baca Juga :  Satpol Lidik Penambang Pasir

Mantan camat Widang ini menerangkan, beberapa fase peralihan musim hujan ke kemarau. Tahap pertama hujan dengan intensitas ringan seperti sekarang ini. Berikutnya hujan kembali turun deras disertai angin. Baru bulan berikutnya memasuki musim kemarau. Hujan yang turun dalam bulan ini, kata Joko, sifatnya mendadak. Biasanya setelah mendung, hujan langsung turun beberapa saat kemudian.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/