alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Cemburu, Adik Aniaya Kakak Kandung

NGIMBANG – Cemburu mantan istrinya akan dinikahi, seorang adik menganiaya kakak kandungnya. Akhirnya harus berurusan dengan polisi. Kasus tersebut terjadi di Desa Jejel Kecamatan Ngimbang. Mustarti, 40, diamankan aparat Polsek Ngimbang di sebuah warung senin (7/5) setelah melakukan penganiyaan kepada kakak kandungnya, Nur Ali, 48. Penganiayaan itu menggunakan kayu panjang yang membuat korban mengalami luka lebam hingga berdarah. ‘’Kasus tersebut dipicu masalah cemburu, karena korban ingin menikahi mantan istri pelaku,’’ kata Kapolsek Ngimbang, AKP Fadelan.

Dia mengungkapkan, kasus itu berawal pelaku datang tiba – tiba ke rumah korban Minggu (6/5) dengan membawa satu buah tongkat kayu panjang 50 cm. Setelah bertemu korban, pelaku mengeluarkan kata – kata kasar. Dia tidak terima karena mantan istrinya ingin dinikah korban, yang notabene kakaknya. Sedangkan pelaku baru saja melakukan perceraian. Pelaku menganggap, perceraiannya dipicu adanya pihak ketiga.

Baca Juga :  Wacanakan Konsep Baru Pengelolaan Rest Area

‘’Pelaku baru melakukan perceraian sekitar dua bulan lalu,’’ ungkapnya. Tidak puas hanya mengeluarkan katakata kasar, pelaku langsung memukul korban dengan kayu sebanyak empat kali di bagian belakang kepala dan tangan. Pelaku juga mencekik leher korban hingga terjatuh dari tempat duduk. Korban sempat melakukan perlawanan dengan menarik rambut pelaku hingga terjatuh. Pelaku kemudian melarikan diri. ‘’Pelaku masih diperiksa lebih lanjut oleh anggota kami,’’ ujarnya. Sedangkan korban, tambah dia, tidak ada luka yang serius. Hanya lehernya yang merasa sakit dan beberapa luka di tangan terkena pukulan kayu.

NGIMBANG – Cemburu mantan istrinya akan dinikahi, seorang adik menganiaya kakak kandungnya. Akhirnya harus berurusan dengan polisi. Kasus tersebut terjadi di Desa Jejel Kecamatan Ngimbang. Mustarti, 40, diamankan aparat Polsek Ngimbang di sebuah warung senin (7/5) setelah melakukan penganiyaan kepada kakak kandungnya, Nur Ali, 48. Penganiayaan itu menggunakan kayu panjang yang membuat korban mengalami luka lebam hingga berdarah. ‘’Kasus tersebut dipicu masalah cemburu, karena korban ingin menikahi mantan istri pelaku,’’ kata Kapolsek Ngimbang, AKP Fadelan.

Dia mengungkapkan, kasus itu berawal pelaku datang tiba – tiba ke rumah korban Minggu (6/5) dengan membawa satu buah tongkat kayu panjang 50 cm. Setelah bertemu korban, pelaku mengeluarkan kata – kata kasar. Dia tidak terima karena mantan istrinya ingin dinikah korban, yang notabene kakaknya. Sedangkan pelaku baru saja melakukan perceraian. Pelaku menganggap, perceraiannya dipicu adanya pihak ketiga.

Baca Juga :  Selain Potensi Obwis Krama Cenil, Potensi Pertanian Sangat Menunjang

‘’Pelaku baru melakukan perceraian sekitar dua bulan lalu,’’ ungkapnya. Tidak puas hanya mengeluarkan katakata kasar, pelaku langsung memukul korban dengan kayu sebanyak empat kali di bagian belakang kepala dan tangan. Pelaku juga mencekik leher korban hingga terjatuh dari tempat duduk. Korban sempat melakukan perlawanan dengan menarik rambut pelaku hingga terjatuh. Pelaku kemudian melarikan diri. ‘’Pelaku masih diperiksa lebih lanjut oleh anggota kami,’’ ujarnya. Sedangkan korban, tambah dia, tidak ada luka yang serius. Hanya lehernya yang merasa sakit dan beberapa luka di tangan terkena pukulan kayu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/