alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Sekolah Tetap Sediakan Genset

LAMONGAN – Usai jenjang SMK, kini giliran ujian nasional berbasis komputer (UNBK) siswa-siswi SMA/MA. UNBK akan berlangsung besok (9/4) dengan diikuti 4.871 peserta. sabtu (7/4) sebanyak 156 lembaga dijadwalkan melakukan sinkronisasi. Kepala Cabang Dinas Provinsi Wilayah Lamongan Puji Hastuti mengatakan, sinkronisasi ini untuk memastikan seluruh data peserta sudah connect dengan pusat. Sehingga, saat pelaksanaan ujian, siswa tidak perlu menunggu.

Menurutnya, proses sinkronisasi dijadwalkan selama tiga hari, karena masing-masing lembaga kemampuan servernya berbeda. “Kadang ada yang bisa langsung connect, ada juga menunggu,” ujarnya. Puji menjelaskan, selain sarana prasarana (sarpras) komputer dan server, lembaga harus siap dengan genset sebagai antisipasi ketika terjadi listrik padam. Sebab, permasalahan itu bisa muncul meski sudah terjalin kerja sama antara PLN dan Telkom. Pengalaman tahun lalu, ketika terjadi masalah jaringan, lembaga tidak bisa mengandalkan sepenuhnya pihak ketiga.

Baca Juga :  Kampung Tangguh Lamongan Efektif Atasi Pandemi

Akibatnya, akan mengolor waktu mengerjakan, terlebih mengubah konsentrasi siswa. “Jadi lembaga harus siap genset, entah sewa atau beli,” tegasnya. Kepala SMAN 3 Lamongan Wiyono mengatakan, lembaganya sudah siap lima genset. Dia menyadari posisi lembaganya cukup jauh dengan pusat kota. Sehingga, harus mempersiapkan sejak dini. Karena tidak ingin mengambil risiko. “Kalau sewa lebih mahal, satu hari Rp 1 juta,” tegasnya.

Kepala Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan Abdul Ghofur menambahkan, tahun ini seluruh lembaga MA melakukan UNBK. Meski masih ada lembaga yang menumpang. Terkait genset, dia menyerahkan sepenuhnya ke lembaga. Ketika lembaga mampu membeli, bisa digunakan sampai tahun berikutnya. Tapi, kalau tidak bisa lebih baik menyewa. Ghofur menambahkan, pelaksanaan UNBK 100 persen baru tahun ini.

Baca Juga :  Siswa Deg-degan Sistem Zonasi

Karena lembaga masih terkendala sarpras dan akreditasi. Sebab, penyelenggara UNBK harus lembaga terakreditasi. Sedangkan, sekitar 20 persen lembaga MA belum mengantongi akreditasi. “Jadi harus menumpang di lembaga lain, tapi pelaksanaannya tetap di lembaga sendiri,” imbuhnya.

LAMONGAN – Usai jenjang SMK, kini giliran ujian nasional berbasis komputer (UNBK) siswa-siswi SMA/MA. UNBK akan berlangsung besok (9/4) dengan diikuti 4.871 peserta. sabtu (7/4) sebanyak 156 lembaga dijadwalkan melakukan sinkronisasi. Kepala Cabang Dinas Provinsi Wilayah Lamongan Puji Hastuti mengatakan, sinkronisasi ini untuk memastikan seluruh data peserta sudah connect dengan pusat. Sehingga, saat pelaksanaan ujian, siswa tidak perlu menunggu.

Menurutnya, proses sinkronisasi dijadwalkan selama tiga hari, karena masing-masing lembaga kemampuan servernya berbeda. “Kadang ada yang bisa langsung connect, ada juga menunggu,” ujarnya. Puji menjelaskan, selain sarana prasarana (sarpras) komputer dan server, lembaga harus siap dengan genset sebagai antisipasi ketika terjadi listrik padam. Sebab, permasalahan itu bisa muncul meski sudah terjalin kerja sama antara PLN dan Telkom. Pengalaman tahun lalu, ketika terjadi masalah jaringan, lembaga tidak bisa mengandalkan sepenuhnya pihak ketiga.

Baca Juga :  Satu Yayasan, Sekolah Tidak Terganggu UNBK dan USBN Bersamaan

Akibatnya, akan mengolor waktu mengerjakan, terlebih mengubah konsentrasi siswa. “Jadi lembaga harus siap genset, entah sewa atau beli,” tegasnya. Kepala SMAN 3 Lamongan Wiyono mengatakan, lembaganya sudah siap lima genset. Dia menyadari posisi lembaganya cukup jauh dengan pusat kota. Sehingga, harus mempersiapkan sejak dini. Karena tidak ingin mengambil risiko. “Kalau sewa lebih mahal, satu hari Rp 1 juta,” tegasnya.

Kepala Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan Abdul Ghofur menambahkan, tahun ini seluruh lembaga MA melakukan UNBK. Meski masih ada lembaga yang menumpang. Terkait genset, dia menyerahkan sepenuhnya ke lembaga. Ketika lembaga mampu membeli, bisa digunakan sampai tahun berikutnya. Tapi, kalau tidak bisa lebih baik menyewa. Ghofur menambahkan, pelaksanaan UNBK 100 persen baru tahun ini.

Baca Juga :  Klaim Kurang 1,8 KM 

Karena lembaga masih terkendala sarpras dan akreditasi. Sebab, penyelenggara UNBK harus lembaga terakreditasi. Sedangkan, sekitar 20 persen lembaga MA belum mengantongi akreditasi. “Jadi harus menumpang di lembaga lain, tapi pelaksanaannya tetap di lembaga sendiri,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/