alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Banjir Bandang Juga Melanda

LAMONGAN – Tak hanya banjir akibat kiriman air dari aliran Bengawan Solo. Banjir bandang juga menerjang wilayah Kabupaten Lamongan. Tepatnya, Dusun Bakalan, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung. Banjir bandang tersebut mengakibatkan sekitar 5 hektare lahan pertanian warga di dusun setempat terendam. 

Kades Bakalanpule, Zamroni, mengatakan, banjir bandang itu dampak luapan Waduk Takeran Klanting. Curah hujan tinggi berdampak pada meluapnya air waduk. Karena normalisasi yang dilakukan belum sempurna, waduk tidak berfungsi normal. 

Menurut Zamroni, sebagian besar petani di wilayahnya sudah panen. Sehingga, tidak ada kerugian material dari warga. Hanya akses jalan poros desa yang menghubungkan Kecamatan Tikung dan Sarirejo, kemarin pagi sempat terganggu. 

Baca Juga :  Semangat Kejar Sabuk Hitam

Beberapa kendaraan tidak bisa melintas karena derasnya air. “Banjir ini sebenarnya setiap tahun, tapi bisa surut apabila intensitas hujan berkurang,” ujarnya. 

Bupati Lamongan, Fadeli, menjelaskan, saluran di wilayah waduk kurang maksimal. Akibatnya air meluap karena kemampuan waduk berkurang. Dia memastikan kondisi seperti itu hanya terjadi beberapa jam. Apabila intensitas hujan berkurang, kondisi kembali seperti semula. 

Dia berjanji segera melakukan upaya peninggian jalan minimal 30 sentimeter (cm). Selain itu, pengerukan waduk akan dilakukan ulang agar bisa berfungsi secara normal. 

Terkait aliran Bengawan Solo di Babat, menurut Fadeli, statusnya siaga merah. Hal itu dampak curah hujan tinggi di wilayah hulu. Sementara curah hujan Lamongan cenderung rendah. “Tim terus memantau, khususnya wilayah-wilayah yang berpotensi banjir,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Kali Hibur Anak-anak Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru

LAMONGAN – Tak hanya banjir akibat kiriman air dari aliran Bengawan Solo. Banjir bandang juga menerjang wilayah Kabupaten Lamongan. Tepatnya, Dusun Bakalan, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung. Banjir bandang tersebut mengakibatkan sekitar 5 hektare lahan pertanian warga di dusun setempat terendam. 

Kades Bakalanpule, Zamroni, mengatakan, banjir bandang itu dampak luapan Waduk Takeran Klanting. Curah hujan tinggi berdampak pada meluapnya air waduk. Karena normalisasi yang dilakukan belum sempurna, waduk tidak berfungsi normal. 

Menurut Zamroni, sebagian besar petani di wilayahnya sudah panen. Sehingga, tidak ada kerugian material dari warga. Hanya akses jalan poros desa yang menghubungkan Kecamatan Tikung dan Sarirejo, kemarin pagi sempat terganggu. 

Baca Juga :  Terbebani PNBP, Nasib Nelayan Tak Mampu Perpanjang Izin

Beberapa kendaraan tidak bisa melintas karena derasnya air. “Banjir ini sebenarnya setiap tahun, tapi bisa surut apabila intensitas hujan berkurang,” ujarnya. 

Bupati Lamongan, Fadeli, menjelaskan, saluran di wilayah waduk kurang maksimal. Akibatnya air meluap karena kemampuan waduk berkurang. Dia memastikan kondisi seperti itu hanya terjadi beberapa jam. Apabila intensitas hujan berkurang, kondisi kembali seperti semula. 

Dia berjanji segera melakukan upaya peninggian jalan minimal 30 sentimeter (cm). Selain itu, pengerukan waduk akan dilakukan ulang agar bisa berfungsi secara normal. 

Terkait aliran Bengawan Solo di Babat, menurut Fadeli, statusnya siaga merah. Hal itu dampak curah hujan tinggi di wilayah hulu. Sementara curah hujan Lamongan cenderung rendah. “Tim terus memantau, khususnya wilayah-wilayah yang berpotensi banjir,” katanya.

Baca Juga :  Dikembalikan ke Perum Perindo

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/