alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Memasuki Masa Kampanye, Konveksi Lokal Masih Lesu 

BISNIS – Memasuki masa kampanye pemilihan gubernur (pilgub), kebutuhan konveksi dan tekstil di Kota Soto masih stagnan. Dipengaruhi pembelian atribut kampanye seperti kaus dan alat peraga kampanye (APK) lainnya dilarang. 

Pelaku usaha memastikan tak berharap adanya pemesanan kaus kampanye. Sehingga, penjualan kaus hanya mengandalkan pembelian dari konsumen pribadi. 

Miftahul, salah satu karyawan mengatakan, tahun politik tidak memberikan pengaruh besar terhadap penjualan kaus. Sehingga, pelaku usaha tidak berani menggelontor stok berlebih. Sebaliknya, kebutuhan kaus kampanye dipercayakan kepada konveksi skala besar. 

Selain itu, pihaknya melakukan strategi pemasaran lainnya. Termasuk penjualan kaus terkerek adanya reseller. Penjualan konvensional menurun akibat pergeseran pola belanja. Sehingga, tanpa bantuan reseller, penjulan kurang bergeliat. 

Baca Juga :  Desak Revisi Permentan 

Menurut dia, konsumen Kota Soto seleranya cukup tinggi. Sehingga, mereka jarang belanja pakaian di Lamongan. Sedangkan toko konvensional biasa hanya melayani pembelian skala menengah. 

Mengenai harga, lanjut Miftahul, tidak terjadi kenaikan. Sebab, kenaikan konveksi dipengaruhi ketersediaan bahan baku. Sejauh ini, kondisi bahan baku masih aman sehingga harga stabil.

Terpisah, Amar penjual lainnya mengatakan, penjualan kaus cukup lesu bulan lalu. Karena perkembangan model kaus di Kota Soto ini cukup lambat, sehingga penjualan tidak setinggi kota lain. 

Selain itu, konsumen Lamongan terbagi berdasarkan segmentasi. Konsumen kota mereka tidak terbiasa belanja di Lamongan. Sehingga, penjual hanya mengandalkan konsumen dari desa. “Belanjanya tidak tentu, tidak sesering konsumen kota,” ucapnya.

Baca Juga :  Curi Perhiasan di Lamongan Milik Mantan Juragan

BISNIS – Memasuki masa kampanye pemilihan gubernur (pilgub), kebutuhan konveksi dan tekstil di Kota Soto masih stagnan. Dipengaruhi pembelian atribut kampanye seperti kaus dan alat peraga kampanye (APK) lainnya dilarang. 

Pelaku usaha memastikan tak berharap adanya pemesanan kaus kampanye. Sehingga, penjualan kaus hanya mengandalkan pembelian dari konsumen pribadi. 

Miftahul, salah satu karyawan mengatakan, tahun politik tidak memberikan pengaruh besar terhadap penjualan kaus. Sehingga, pelaku usaha tidak berani menggelontor stok berlebih. Sebaliknya, kebutuhan kaus kampanye dipercayakan kepada konveksi skala besar. 

Selain itu, pihaknya melakukan strategi pemasaran lainnya. Termasuk penjualan kaus terkerek adanya reseller. Penjualan konvensional menurun akibat pergeseran pola belanja. Sehingga, tanpa bantuan reseller, penjulan kurang bergeliat. 

Baca Juga :  DPRD Bekerja untuk Kesejahteraan Rakyat

Menurut dia, konsumen Kota Soto seleranya cukup tinggi. Sehingga, mereka jarang belanja pakaian di Lamongan. Sedangkan toko konvensional biasa hanya melayani pembelian skala menengah. 

Mengenai harga, lanjut Miftahul, tidak terjadi kenaikan. Sebab, kenaikan konveksi dipengaruhi ketersediaan bahan baku. Sejauh ini, kondisi bahan baku masih aman sehingga harga stabil.

Terpisah, Amar penjual lainnya mengatakan, penjualan kaus cukup lesu bulan lalu. Karena perkembangan model kaus di Kota Soto ini cukup lambat, sehingga penjualan tidak setinggi kota lain. 

Selain itu, konsumen Lamongan terbagi berdasarkan segmentasi. Konsumen kota mereka tidak terbiasa belanja di Lamongan. Sehingga, penjual hanya mengandalkan konsumen dari desa. “Belanjanya tidak tentu, tidak sesering konsumen kota,” ucapnya.

Baca Juga :  Detail di Perencanaan, Kunci Sukses

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/