alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Dua Puskesmas Masih Rendah Capaian Difteri

BOJONEGORO – Capaian imunisasi difteri sudah 91,05 persen dari jumlah total 326.327 anak. Namun, dua puskesmas masih rendah pencapaian imunisasinya. ‘’Dari 36 puskesmas masih ada dua puskesmas rendah capaiannya.

Yakni Puskesmas Pungpungan masih 72,48 persen dan Puskesmas Kota sekitar 76 persen,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Totok Ismanto. Dia mengatakan, rendahnya capaian dipengaruhi kesiapan sekolah dan puskesmas melaksanakan imunisasi harus cocok jadwalnya.

Juga, pengaruh beberapa siswa sakit atau ke luar kota. ‘’Beberapa waktu lalu, di Kecamatna Kanor ada anak-anak TK rekreasi, sehingga jadwalnya ikut mundur,” ujar Totok sapaannya. Sementara proses sweeping dilakukan guna mengoptimalkan capaian imunisasi 100 persen.

Baca Juga :  Muslimat Klaim Suara Jokowi 60 Persen Lebih

Menurut dia, kondisi imunisasi ini sama dengan ketika imunisasi measles rubella (MR) tahun lalu. “Kondisinya sama, tidak ada penolakan orang tua. Hanya kendala-kendala umum seperti takut jarum suntik atau bersangkutan sakit atau ke luar kota,” terangnya. Agar semua tuntas diimunisasi, kata Totok, petugas puskesmas bisa mendatangi ke rumah.

‘’Karena terkadang ada siswa yang rumahnya jauh dari puskesmas,” ucapnya. Disinggung dana imunisasi difteri? Totok berharap dana bisa cair sebelum masa jabatan Bupati Bojonegoro Suyoto berakhir minggu depan. “Karena sudah jelas ORI difteri dilakukan berdasarkan SK bupati kejadian luar biasa (KLB),” tegasnya.

BOJONEGORO – Capaian imunisasi difteri sudah 91,05 persen dari jumlah total 326.327 anak. Namun, dua puskesmas masih rendah pencapaian imunisasinya. ‘’Dari 36 puskesmas masih ada dua puskesmas rendah capaiannya.

Yakni Puskesmas Pungpungan masih 72,48 persen dan Puskesmas Kota sekitar 76 persen,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Totok Ismanto. Dia mengatakan, rendahnya capaian dipengaruhi kesiapan sekolah dan puskesmas melaksanakan imunisasi harus cocok jadwalnya.

Juga, pengaruh beberapa siswa sakit atau ke luar kota. ‘’Beberapa waktu lalu, di Kecamatna Kanor ada anak-anak TK rekreasi, sehingga jadwalnya ikut mundur,” ujar Totok sapaannya. Sementara proses sweeping dilakukan guna mengoptimalkan capaian imunisasi 100 persen.

Baca Juga :  Lima Bulan, Berat Badan Selvia Turun 40 Kg

Menurut dia, kondisi imunisasi ini sama dengan ketika imunisasi measles rubella (MR) tahun lalu. “Kondisinya sama, tidak ada penolakan orang tua. Hanya kendala-kendala umum seperti takut jarum suntik atau bersangkutan sakit atau ke luar kota,” terangnya. Agar semua tuntas diimunisasi, kata Totok, petugas puskesmas bisa mendatangi ke rumah.

‘’Karena terkadang ada siswa yang rumahnya jauh dari puskesmas,” ucapnya. Disinggung dana imunisasi difteri? Totok berharap dana bisa cair sebelum masa jabatan Bupati Bojonegoro Suyoto berakhir minggu depan. “Karena sudah jelas ORI difteri dilakukan berdasarkan SK bupati kejadian luar biasa (KLB),” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/