alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Hari-Hari Terakhir Bupati Lamongan, Fadeli Menjelang Purna Tugas

Pada 17 Februari mendatang H. Fadeli, SH MM akan mengakhiri masa baktinya sebagai Bupati Lamongan yang telah diemban dua periode atau selama 10 tahun. Meski tinggal 10 hari lagi purna tugas, aktivitasnya justru tidak menurun. Bahkan cenderung semakin padat. 

M. GAMAL AYATULLAH, Radar Lamongan, Lamongan

Bupati Lamongan, Fadeli tampak bisa menikmati istirahat kemarin (7/2). Karena tidak ada agenda kegiatan seharian. Bisa dikatakan menjadi hari spesial. Sebab hariharinya selalu sibuk dengan kegiatan yang padat. Termasuk hari Minggu. Sehingga pria asal Glagah Lamongan itu bisa bersantai bersama keluarga di rumah pribadinya di Kelurahan Tlogoanyar Kecamatan Lamongan.

Sejak enam bulan terakhir ini memang memilih sudah tidak tinggal lagi di rumah dinas bupati, di kompleks Pendapa Lokatantra. Menurut Kabag protokol dan komunikasi pimpinan (Prokopim) Pemkab Lamongan, Arif Bakhtiar, menjelang purna tugas agenda kegiatan Bupati Fadeli bukannya semakin menurun. Justru malah semakin padat hingga 17 Februari mendatang, tepat hari terakhirnya menjabat bupati.

‘’Kalau tidak ada kegiatan seperti hari ini, benar-benar dimanfaatkan untuk istirahat,’’ ujarnya. Dia mengungkapkan, untuk hari ini (8/2) saja minimal sudah ada dua kegiatan yang menanti. Yakni sosialisasi Covid-19 di Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung dan kegiatan penyebaran benih ikan di Waduk Prijetan Kecamatan Kedungpring.

Belum lagi adanya kegiatan secara insidental, menyelesaikan surat-surat, dan banyaknya tamu yang harus di terima. Sehingga dipastikan baru selesai hingga malam hari. ‘’Terutama kegiatan terkait pengendalian Covid-19,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Hilal Berpotensi Terlihat di Tanjung Kodok Lamongan

Saat melakukan silaturahmi terakhir dengan para wartawan Jumat lalu (5/2), Bupati Fadeli menyatakan sedang menjalani perjalanan menuju finish sebagai Bupati Lamongan. “Sepuluh tahun saya sebagai Bupati Lamongan. Tidak terasa tinggal menghitung hari tugas saya akan berakhir,’’ ucapnya.

Setelah resmi purna tugas, Fadeli mengaku ingin istirahat dan tetap tinggal di Lamongan. Bisa dikatakan, Fadeli menjadi mantan Bupati Lamongan pertama yang tetap berdomisili di Kota Soto tersebut. ‘’Tampaknya baru sekarang bupati Lamongan yang pensiun di Lamongan. Karena saya memang orang Lamongan tulen, lahir dan berdomisili di Lamongan,’’ ujarnya sambil tersenyum.

Terlepas dari kekurangan yang ada, Fadeli mengaku cukup lega mengakhiri tugasnya. Karena selama menjalankan amanah 10 tahun sebagai pimpinan daerah telah bekerja keras dengan jajarannya untuk membuat Lamongan semakin maju dan berkembang. Mulai perbaikan infrastruktur, pengembangan pertanian antara lain sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur dan peningkatan produktivitas jagung hingga 10 Ton per hektare, peningkatan IPM dari urutan 35 menjadi 15 di Jawa Timur, predikat WTP dari BPK selama 4 tahun berturut-turut, akuntabilitas nilai A, hingga pencegahan korupsi terbaik nasional dari KPK.

‘’Mudah-mudahan Bupati Lamongan berikutnya nanti semakin membuat Kabupaten Lamongan lebih baik lagi,’’ tuturnya. Cukup menarik mencermati karir Fadeli. Mengawali karir sebagai pegawai honorer Pemkab Lamongan pada 1976. Kemudian menjadi pejabat eselon V, IV, III hingga II semuanya di bidang keuangan.

Baca Juga :  Pajak Naik, Kemenag Tunggu Formula Baru

Selanjutnya sempat menjadi Asisten Administrasi sebentar sebelum menjadi Sekda Lamongan. Ditambah 10 tahun menjadi Bupati Lamongan, total pengabdian Fadeli di lingkungan Pemkab Lamongan mencapai 45 tahun. ‘’Sebenarnya saya tidak pernah bermimpi, apalagi bercita-cita jadi bupati,’’ ungkapnya.

Ketika memulai karir, dia mengaku hanya memiliki cita-cita bisa menjadi pegawai golongan III. Karena saat mendaftar menjadi pegawai hanya memiliki ijasah SMA. Setelah menjadi PNS golongan IIA, dia kemudian memantapkan diri kuliah S1.

Dengan tekad kuatnya, dia kemudian lulus sarjana dan mengikuti penyesuaian ijasah. Akhirnya cita-citanya tercapai menjadi pegawai golongan III. ‘’Setelah bisa mewujudkan cita-cita itu, muncul kesadaran saya. Ternyata apapun yang dijalani dengan tekad kuat akan bisa meraih prestasi. Sejak itu saya terus selalu bertekad keras menjalankan tugas yang diberikan kepada saya dengan sebaik-baiknya. Dan ternyata tekad keras itu bisa menghantarkan menjadi bupati. Benar-benar amanah yang tidak saya cita-citakan,’’ paparnya.

Setelah purna tugas Fadeli mengaku akan lebih banyak beraktivitas di bidang sosial, keagamaan dan pendidikan. ‘’Saya akan istirahat dari dunia politik. Mungkin saya akan lebih banyak beraktivitas sosial, keagamaan dan pendidikan,’’ tuturnya.

Pada 17 Februari mendatang H. Fadeli, SH MM akan mengakhiri masa baktinya sebagai Bupati Lamongan yang telah diemban dua periode atau selama 10 tahun. Meski tinggal 10 hari lagi purna tugas, aktivitasnya justru tidak menurun. Bahkan cenderung semakin padat. 

M. GAMAL AYATULLAH, Radar Lamongan, Lamongan

Bupati Lamongan, Fadeli tampak bisa menikmati istirahat kemarin (7/2). Karena tidak ada agenda kegiatan seharian. Bisa dikatakan menjadi hari spesial. Sebab hariharinya selalu sibuk dengan kegiatan yang padat. Termasuk hari Minggu. Sehingga pria asal Glagah Lamongan itu bisa bersantai bersama keluarga di rumah pribadinya di Kelurahan Tlogoanyar Kecamatan Lamongan.

Sejak enam bulan terakhir ini memang memilih sudah tidak tinggal lagi di rumah dinas bupati, di kompleks Pendapa Lokatantra. Menurut Kabag protokol dan komunikasi pimpinan (Prokopim) Pemkab Lamongan, Arif Bakhtiar, menjelang purna tugas agenda kegiatan Bupati Fadeli bukannya semakin menurun. Justru malah semakin padat hingga 17 Februari mendatang, tepat hari terakhirnya menjabat bupati.

‘’Kalau tidak ada kegiatan seperti hari ini, benar-benar dimanfaatkan untuk istirahat,’’ ujarnya. Dia mengungkapkan, untuk hari ini (8/2) saja minimal sudah ada dua kegiatan yang menanti. Yakni sosialisasi Covid-19 di Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung dan kegiatan penyebaran benih ikan di Waduk Prijetan Kecamatan Kedungpring.

Belum lagi adanya kegiatan secara insidental, menyelesaikan surat-surat, dan banyaknya tamu yang harus di terima. Sehingga dipastikan baru selesai hingga malam hari. ‘’Terutama kegiatan terkait pengendalian Covid-19,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Meneruskan Akhlak Soekarno yang Dekat Ulama-Kiai

Saat melakukan silaturahmi terakhir dengan para wartawan Jumat lalu (5/2), Bupati Fadeli menyatakan sedang menjalani perjalanan menuju finish sebagai Bupati Lamongan. “Sepuluh tahun saya sebagai Bupati Lamongan. Tidak terasa tinggal menghitung hari tugas saya akan berakhir,’’ ucapnya.

Setelah resmi purna tugas, Fadeli mengaku ingin istirahat dan tetap tinggal di Lamongan. Bisa dikatakan, Fadeli menjadi mantan Bupati Lamongan pertama yang tetap berdomisili di Kota Soto tersebut. ‘’Tampaknya baru sekarang bupati Lamongan yang pensiun di Lamongan. Karena saya memang orang Lamongan tulen, lahir dan berdomisili di Lamongan,’’ ujarnya sambil tersenyum.

Terlepas dari kekurangan yang ada, Fadeli mengaku cukup lega mengakhiri tugasnya. Karena selama menjalankan amanah 10 tahun sebagai pimpinan daerah telah bekerja keras dengan jajarannya untuk membuat Lamongan semakin maju dan berkembang. Mulai perbaikan infrastruktur, pengembangan pertanian antara lain sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur dan peningkatan produktivitas jagung hingga 10 Ton per hektare, peningkatan IPM dari urutan 35 menjadi 15 di Jawa Timur, predikat WTP dari BPK selama 4 tahun berturut-turut, akuntabilitas nilai A, hingga pencegahan korupsi terbaik nasional dari KPK.

‘’Mudah-mudahan Bupati Lamongan berikutnya nanti semakin membuat Kabupaten Lamongan lebih baik lagi,’’ tuturnya. Cukup menarik mencermati karir Fadeli. Mengawali karir sebagai pegawai honorer Pemkab Lamongan pada 1976. Kemudian menjadi pejabat eselon V, IV, III hingga II semuanya di bidang keuangan.

Baca Juga :  Mendaki Itu Seru

Selanjutnya sempat menjadi Asisten Administrasi sebentar sebelum menjadi Sekda Lamongan. Ditambah 10 tahun menjadi Bupati Lamongan, total pengabdian Fadeli di lingkungan Pemkab Lamongan mencapai 45 tahun. ‘’Sebenarnya saya tidak pernah bermimpi, apalagi bercita-cita jadi bupati,’’ ungkapnya.

Ketika memulai karir, dia mengaku hanya memiliki cita-cita bisa menjadi pegawai golongan III. Karena saat mendaftar menjadi pegawai hanya memiliki ijasah SMA. Setelah menjadi PNS golongan IIA, dia kemudian memantapkan diri kuliah S1.

Dengan tekad kuatnya, dia kemudian lulus sarjana dan mengikuti penyesuaian ijasah. Akhirnya cita-citanya tercapai menjadi pegawai golongan III. ‘’Setelah bisa mewujudkan cita-cita itu, muncul kesadaran saya. Ternyata apapun yang dijalani dengan tekad kuat akan bisa meraih prestasi. Sejak itu saya terus selalu bertekad keras menjalankan tugas yang diberikan kepada saya dengan sebaik-baiknya. Dan ternyata tekad keras itu bisa menghantarkan menjadi bupati. Benar-benar amanah yang tidak saya cita-citakan,’’ paparnya.

Setelah purna tugas Fadeli mengaku akan lebih banyak beraktivitas di bidang sosial, keagamaan dan pendidikan. ‘’Saya akan istirahat dari dunia politik. Mungkin saya akan lebih banyak beraktivitas sosial, keagamaan dan pendidikan,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/