alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Tidak Terima Disalip, Tentara Tembak Bus di Jalan

KOTA – Kompleks Pasar Babat kemarin siang (7/2) geger. Warga sekitar dikejutkan suara tembakan ke udara dua kali di sekitar depan BNI. Tembakan itu berasal dari senjata laras panjang rakitan milik anggota TNI – AD, Serma Moch Ali Ismail. Tentara 38 tahun asal Perumahan Puncakwangi, Kecamatan Babat itu diduga tidak terima setelah mobil yang dikemudikannya disalip bus Margo Djojo S 7046 US di perlintasan kereta api Dusun Bayeman, Desa Gajah, Kecamatan Baureno. 

Moh Husain, sopir bus asal Desa/Kecamatan Babat, mengatakan, sebelum memasuki perlintasan rel kereta api di Bayeman, terlihat banyak antrean kendaraan. Dia lalu mengambil jalur kanan karena kendaraan dari arah berlawanan tidak ada, akibat terhalang palang perlintasan KA.

Saat palang dibuka, bus mencoba mendahului kendaraan lain.‘’Saya lihat, waktu menyalip ada tiga  kendaraan yang mengantre di depan sendiri. Truk, mobil Innova, dan terakhir mobil biru milik anggota,’’ katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia yang merasa tidak menyenggol kendaraan lain, terus melajukan bus. Namun, Serma Ali yang mengemudikan Honda City B 8413 0N mengejar bus tersebut. Sebelum sampai di Pasar Babat, bus coba dihentikan. Hingga akhirnya, Honda City itu berhasil memotong jalan.

Baca Juga :  Curi Kotak Amal, Divonis Empat Bulan

‘’Sampai di pasar, tiba – tiba (Serma Ali turun dari mobil) membawa senjata api pistol. Akhirnya dikenakan pintu sebelah kanan hingga pecah (kacanya),’’ tutur Husain. 

Diduga masih emosi, Serma Ali lalu memecahkan lampu depan sebelah kanan. Karena jalur padat, bus kemudian berusaha ditepikan. Husain melihat pengemudi mobil mengambil senjata laras panjang.

Setelah itu, senjata laras panjang tersebut ditembakkan ke udara. ‘’Saya mendengar, satu kali tembakan peringatan ke atas. Langsung (lari) meminta bantuan ke Pos Lantas Babat,’’ jelasnya.

Rofi’i, salah satu saksi mata, mengatakan, dirinya melihat bus dari arah Bojonegoro tiba – tiba dihentikan mobil pribadi warna biru. Tak lama kemudian, pengemudi mobil tersebut keluar dengan membawa pistol. Senjata tersebut digunakan memecah kaca pintu bus sebelah kanan. 

‘’Saya sendiri kurang paham masalahnya apa, tiba – tiba ramai sekali di tengah jalan,’’ ujar penjual bakso ini.Setelah memecah kaca, lanjut dia, pengemudi mobil berteriak meminta keluar sopir bus tersebut. Namun, teriakan tersebut tak dihiraukan.

Baca Juga :  Tewas Dihantam Gandengan Truk Silog

Beberapa saat kemudian, terdengar tembakan ke udara. Warga yang ada di sekitar lokasi ketakutan.‘’Tembakan itu sampai dua kali. Tak ada yang berani mendekat,’’ kata pria berbadan kurus ini.

Kapolsek Babat, Kompol Shodiqin, membenarkan adanya pengamanan anggota TNI. Karena bukan kewenangan kepolisian, Serma Ali  yang memegang jabatan Ba Denma Brigif Linud 3/1 Kostrad dan sekitar 2,5 bulan dikaryakan di Polsuska PJKA itu, diserahkan ke Sub Denpom V/2/3 Lamongan. 

‘’Saya tidak bisa berbicara banyak karena bukan kewenangan saya. Anggota setelah melakukan pengamanan, akhinya membuat surat penyerahan ke Sub Denpom V/2/3 Lamongan. Lebih lanjut untuk yang lain – lain, tanyakan ke pihak yang membawa anggota tersebut,’’ katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Lamongan.

Saat di mapolsek, diamankan senjata pistol rakitan beserta amunisi 6 butir kaliber 9 mm dan  senapan angin rakitan. Hingga berita ini ditulis, anggota Sub Denpom belum bisa dimintai keterangan. 

KOTA – Kompleks Pasar Babat kemarin siang (7/2) geger. Warga sekitar dikejutkan suara tembakan ke udara dua kali di sekitar depan BNI. Tembakan itu berasal dari senjata laras panjang rakitan milik anggota TNI – AD, Serma Moch Ali Ismail. Tentara 38 tahun asal Perumahan Puncakwangi, Kecamatan Babat itu diduga tidak terima setelah mobil yang dikemudikannya disalip bus Margo Djojo S 7046 US di perlintasan kereta api Dusun Bayeman, Desa Gajah, Kecamatan Baureno. 

Moh Husain, sopir bus asal Desa/Kecamatan Babat, mengatakan, sebelum memasuki perlintasan rel kereta api di Bayeman, terlihat banyak antrean kendaraan. Dia lalu mengambil jalur kanan karena kendaraan dari arah berlawanan tidak ada, akibat terhalang palang perlintasan KA.

Saat palang dibuka, bus mencoba mendahului kendaraan lain.‘’Saya lihat, waktu menyalip ada tiga  kendaraan yang mengantre di depan sendiri. Truk, mobil Innova, dan terakhir mobil biru milik anggota,’’ katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia yang merasa tidak menyenggol kendaraan lain, terus melajukan bus. Namun, Serma Ali yang mengemudikan Honda City B 8413 0N mengejar bus tersebut. Sebelum sampai di Pasar Babat, bus coba dihentikan. Hingga akhirnya, Honda City itu berhasil memotong jalan.

Baca Juga :  Belum Agendakan Panggil Penyimpang Dana PBB

‘’Sampai di pasar, tiba – tiba (Serma Ali turun dari mobil) membawa senjata api pistol. Akhirnya dikenakan pintu sebelah kanan hingga pecah (kacanya),’’ tutur Husain. 

Diduga masih emosi, Serma Ali lalu memecahkan lampu depan sebelah kanan. Karena jalur padat, bus kemudian berusaha ditepikan. Husain melihat pengemudi mobil mengambil senjata laras panjang.

Setelah itu, senjata laras panjang tersebut ditembakkan ke udara. ‘’Saya mendengar, satu kali tembakan peringatan ke atas. Langsung (lari) meminta bantuan ke Pos Lantas Babat,’’ jelasnya.

Rofi’i, salah satu saksi mata, mengatakan, dirinya melihat bus dari arah Bojonegoro tiba – tiba dihentikan mobil pribadi warna biru. Tak lama kemudian, pengemudi mobil tersebut keluar dengan membawa pistol. Senjata tersebut digunakan memecah kaca pintu bus sebelah kanan. 

‘’Saya sendiri kurang paham masalahnya apa, tiba – tiba ramai sekali di tengah jalan,’’ ujar penjual bakso ini.Setelah memecah kaca, lanjut dia, pengemudi mobil berteriak meminta keluar sopir bus tersebut. Namun, teriakan tersebut tak dihiraukan.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Tanggul yang Jebol di Lamongan

Beberapa saat kemudian, terdengar tembakan ke udara. Warga yang ada di sekitar lokasi ketakutan.‘’Tembakan itu sampai dua kali. Tak ada yang berani mendekat,’’ kata pria berbadan kurus ini.

Kapolsek Babat, Kompol Shodiqin, membenarkan adanya pengamanan anggota TNI. Karena bukan kewenangan kepolisian, Serma Ali  yang memegang jabatan Ba Denma Brigif Linud 3/1 Kostrad dan sekitar 2,5 bulan dikaryakan di Polsuska PJKA itu, diserahkan ke Sub Denpom V/2/3 Lamongan. 

‘’Saya tidak bisa berbicara banyak karena bukan kewenangan saya. Anggota setelah melakukan pengamanan, akhinya membuat surat penyerahan ke Sub Denpom V/2/3 Lamongan. Lebih lanjut untuk yang lain – lain, tanyakan ke pihak yang membawa anggota tersebut,’’ katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Lamongan.

Saat di mapolsek, diamankan senjata pistol rakitan beserta amunisi 6 butir kaliber 9 mm dan  senapan angin rakitan. Hingga berita ini ditulis, anggota Sub Denpom belum bisa dimintai keterangan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/