alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Konsumen Smartphone Bekas Mulai Ramai, ini Alasannya

BISNIS – Daya beli terhadap smartphone bekas di Bojonegoro ternyata cukup banyak peminatnya. Karena beberapa konsumen kerap mudah bosan dengan gawai yang digunakannya. Sehingga pilihannya, membeli smartphone bekas. Biasanya, konsumen orang tua mengedepankan merek smartphone. Berbeda, segmentasi konsumen anak muda lebih melirik spesifikasi smartphone bekas yang hendak dibeli. Meski begitu, daya beli smartphone bekas ada tren bertambah.

Keke Woro, salah satu karyawan konter mengatakan, penjualan smartphone bekas cenderung stabil. Setidaknya, tiap hari terjual tiga unit smartphone bekas. Rerata konsumen menyesuaikan bujet atau ingin dijadikan selingan. 

“Penjualan cukup stabil, karena memang stok smartphone bekas juga lumayan banyak, sekitar 50 unit,” katanya. Harga terjangkau menjadi acuan permintaan. Harga smartphone bekas mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 jutaan. Banyaknya stok juga menjadi pendorong setiap hari ada konsumen menjual smartphone. 

Baca Juga :  Helm Karakter Anak Diminati 

Setidaknya, ada 2-3 orang yang menjual smartphone. Lalu dijual dan diganti smartphone baru atau tukar tambah. Tentu, konter sangat selektif saat membeli smartphone bekas. “Harus lengkap dusbook, charger, dan headset.

Nanti juga akan dicek kondisi fisik dari luar dan dalam, sekaligus memastikan validitas nomor IMEI smartphone dan dusbook sama,” ujarnya. Revaldo karyawan konter smartphone lainnya menambahkan, penjualan smartphone bekas cukup diminati. Karena bujet konsumen berbeda-beda.

“Ada beberapa konsumen mengincar smartphone berspesifikasi tinggi, tetapi bujetnya tidak cukup untuk beli yang baru. Jadi dia mengincar yang bekas,” ujarnya. Dalam sebulan, kata dia, penjualan smartphone bekas bisa mencapai 20-30 unit.

BISNIS – Daya beli terhadap smartphone bekas di Bojonegoro ternyata cukup banyak peminatnya. Karena beberapa konsumen kerap mudah bosan dengan gawai yang digunakannya. Sehingga pilihannya, membeli smartphone bekas. Biasanya, konsumen orang tua mengedepankan merek smartphone. Berbeda, segmentasi konsumen anak muda lebih melirik spesifikasi smartphone bekas yang hendak dibeli. Meski begitu, daya beli smartphone bekas ada tren bertambah.

Keke Woro, salah satu karyawan konter mengatakan, penjualan smartphone bekas cenderung stabil. Setidaknya, tiap hari terjual tiga unit smartphone bekas. Rerata konsumen menyesuaikan bujet atau ingin dijadikan selingan. 

“Penjualan cukup stabil, karena memang stok smartphone bekas juga lumayan banyak, sekitar 50 unit,” katanya. Harga terjangkau menjadi acuan permintaan. Harga smartphone bekas mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 jutaan. Banyaknya stok juga menjadi pendorong setiap hari ada konsumen menjual smartphone. 

Baca Juga :  Trinil Belum Sumbang PADes

Setidaknya, ada 2-3 orang yang menjual smartphone. Lalu dijual dan diganti smartphone baru atau tukar tambah. Tentu, konter sangat selektif saat membeli smartphone bekas. “Harus lengkap dusbook, charger, dan headset.

Nanti juga akan dicek kondisi fisik dari luar dan dalam, sekaligus memastikan validitas nomor IMEI smartphone dan dusbook sama,” ujarnya. Revaldo karyawan konter smartphone lainnya menambahkan, penjualan smartphone bekas cukup diminati. Karena bujet konsumen berbeda-beda.

“Ada beberapa konsumen mengincar smartphone berspesifikasi tinggi, tetapi bujetnya tidak cukup untuk beli yang baru. Jadi dia mengincar yang bekas,” ujarnya. Dalam sebulan, kata dia, penjualan smartphone bekas bisa mencapai 20-30 unit.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/