alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Jalur Pantura Lumpuh Dua Jam, Ini Penyebabnya

- Advertisement -

TUBAN – Trailer tangki pengangkut bahan bakar gas jenis compressed natural gas (CNG), kemarin (7/2) siang mengalami kebocoran tangki di kilometer (Km) 30-31 jalan Tuban-Bulu, persisnya di Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo. Selama proses evakuasi, radius sekitar 300 meter  dari trailer  bernopol B 9065 IG tersebut disterilkan dari mobil yang melintas. Begitu juga dengan aktivitas lain yang bisa memicu kebakaran.

Akibatnya, jalur nasional tersebut lumpuh sekitar dua jam lebih. Untuk menutup total arus lalu lintas dari kedua arah, petugas Satlantas Polres Tuban dan anggota Polsek Tambakboyo memblokade jalan.

Bisa ditebak, kemacetan mengular panjang. Selain kendaraan, warga juga dilarang mendekat karena kepulan asap gas elpiji terus membubung dan rawan terbakar. Terlebih, angin dari utara berembus kencang.   

Baca Juga :  Selama Ramadan, Kuota Elpiji Ditambah Lima Persen

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban menyebutkan, trailer tangki milik PT Citra Nusantara Energi (CNE) yang dikemudikan Khoirul Anam, 24, dari Surabaya itu mengeluarkan asap putih ketika mendekati  tempat kejadian perkara (TKP). 

Setelah berhenti, dia bersama Maskad, 36, kernetnya mengecek. Mengetahui tangki elpijinya bocor, keduanya semburat menyelamatkan diri. ‘’Saya mendengar seperti ban bocor mulai di sekitar Pasar  Tambakboyo.

- Advertisement -

Setelah saya handrem, saya loncat dan lari,’’ ujar Khoirul kepada wartawan koran ini. Meski sudah di-handrem, trailer tetap berjalan dan baru berhenti sekitar 250 meter dari titik pemberhentian awal.    

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lapangan setelah menerima laporan. ‘’Kami mendapat informasi dari camat Tambakboyo,’’ ujar dia. 

Baca Juga :  Warga Demo Tolak Kilang Minyak

Untuk mengevakuasi kebocoran tangki elpiji, dikerahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD dan 1 unit  mobil pemadam kebakaran dari PT Semen Indonesia. Petugas dari stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) juga diterjunkan.

Untuk mengurangi dampak liar gas elpiji, dibuat hujan buatan dengan menyemprotkan air dari tangki pemadam. Fokusnya, tangki elpiji. Petugas yang berhasil menemukan titik kebocoran akhirnya berhasil menutupnya. 

Kasubag Humas Polres Tuban Iptu Agus EP mengatakan, CNG milik PT Maxalmina Surabaya tersebut rencananya dikirim ke PT Djarum Kudus. 

TUBAN – Trailer tangki pengangkut bahan bakar gas jenis compressed natural gas (CNG), kemarin (7/2) siang mengalami kebocoran tangki di kilometer (Km) 30-31 jalan Tuban-Bulu, persisnya di Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo. Selama proses evakuasi, radius sekitar 300 meter  dari trailer  bernopol B 9065 IG tersebut disterilkan dari mobil yang melintas. Begitu juga dengan aktivitas lain yang bisa memicu kebakaran.

Akibatnya, jalur nasional tersebut lumpuh sekitar dua jam lebih. Untuk menutup total arus lalu lintas dari kedua arah, petugas Satlantas Polres Tuban dan anggota Polsek Tambakboyo memblokade jalan.

Bisa ditebak, kemacetan mengular panjang. Selain kendaraan, warga juga dilarang mendekat karena kepulan asap gas elpiji terus membubung dan rawan terbakar. Terlebih, angin dari utara berembus kencang.   

Baca Juga :  Kedalaman 10 Meter Kibarkan Merah Putih

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban menyebutkan, trailer tangki milik PT Citra Nusantara Energi (CNE) yang dikemudikan Khoirul Anam, 24, dari Surabaya itu mengeluarkan asap putih ketika mendekati  tempat kejadian perkara (TKP). 

Setelah berhenti, dia bersama Maskad, 36, kernetnya mengecek. Mengetahui tangki elpijinya bocor, keduanya semburat menyelamatkan diri. ‘’Saya mendengar seperti ban bocor mulai di sekitar Pasar  Tambakboyo.

- Advertisement -

Setelah saya handrem, saya loncat dan lari,’’ ujar Khoirul kepada wartawan koran ini. Meski sudah di-handrem, trailer tetap berjalan dan baru berhenti sekitar 250 meter dari titik pemberhentian awal.    

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lapangan setelah menerima laporan. ‘’Kami mendapat informasi dari camat Tambakboyo,’’ ujar dia. 

Baca Juga :  Kokmpleks Museum Lamongan Ditarget Rampung Akhir Tahun

Untuk mengevakuasi kebocoran tangki elpiji, dikerahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD dan 1 unit  mobil pemadam kebakaran dari PT Semen Indonesia. Petugas dari stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) juga diterjunkan.

Untuk mengurangi dampak liar gas elpiji, dibuat hujan buatan dengan menyemprotkan air dari tangki pemadam. Fokusnya, tangki elpiji. Petugas yang berhasil menemukan titik kebocoran akhirnya berhasil menutupnya. 

Kasubag Humas Polres Tuban Iptu Agus EP mengatakan, CNG milik PT Maxalmina Surabaya tersebut rencananya dikirim ke PT Djarum Kudus. 

Artikel Terkait

Most Read

Dua Kartu Merah dan Keributan

 Jago Gambar

Artikel Terbaru


/