alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Dapat Beasiswa ke Jerman, Dua Siswa ini Ingin Seperti BJ Habibie

FEATURES – Fahri Indra Wangsa dan M. Khoirul Muttaqin mengikuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kemarin (7/2). Dua siswa itu ingin serius menyelesaikan ujian nasional karena pasca unas keduanya bersiap menuju Eropa. Keduanya mendapatkan tiket beasiswa Edu Changes Indonesia untuk menempuh pendidikan di Jerman. Fahri dan Khoirul mengikuti seleksi bersama empat temannya di Hotel Gunawangsa Merr, 7 Januari lalu.

Seleksi tersebut diikuti puluhan siswa dari kota/kabupaten se-Jawa Timur. ‘’Jadi ada tiga tes saat itu. Tes tulis, tes kepekaan bahasa, dan tes wawancara,’’ tutur Fahri yang kemarin berseragam pramuka. 

Tes tulis berupa pilihan ganda dengan 60 soal. Materinya bukan membahas tentang pelajaran akademis. Namun, motivasi peserta ingin menempuh pendidikan di Jerman. Setelah itu, Fahri dan Khoirul disodori 50 soal kepekaan bahasa.

Pada sesi terakhir, wawancara dilakukan seorang psikolog dan seorang dari pihak Edu Changes Indonesia. ‘’Kita dikasih tahu pihak sekolah jika keterima beasiswa ke Jerman tanggal 11 Januari lalu,’’ ujar putra kedua pasangan Suyono dan Eli Parlika tersebut. 

Baca Juga :  Nyai Hajah Asmanah, Perempuan dan Penebar Dakwah di Bojonegoro (1)

Setelah itu, pihak sekolah memanggil orang tua Fahri dan Khoirul. Ibunda Fahri merasa senang dan terharu karena putranya mampu menempuh pendidikan di luar negeri. Sedangkan, ayah Fahri masih kurang percaya bahwa anaknya bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri. 

‘’Tapi kedua orang tua sangat mendukung saya melanjutkan pendidikan ke Jerman,’’ tutur siswa SMAN 1 Babat tersebut.Sebelumnya, Fahri hanya memiliki rencana melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dia ingin mengambil jurusan teknik dirgantara. Sedangkan Khoirul berangan – angan melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Setelah mengetahui mendapatkan beasiswa, Fahri melambungkan tinggi cita-citanya. 

‘’Saya inginnya nanti menekuni permesinan seperti Bapak BJ Habibie,’’ ujarnya. 

Fahri dan Khoirul kini mulai intens belajar Bahasa Jerman. Setelah UNBK nanti, keduanya bakal mengikuti karentina selama enam bulan di Surabaya. Karantina dimulai April hingga Oktober itu mempersiapkan para peraih beasiswa untuk mempelajari bahasa Jerman. 

Baca Juga :  DPRD Ngebet Bosda Dicairkan, Kenapa?

‘’Kalau saya inginnya menekuni teknologi informatika,’’ tutur Khoirul. Bukan hanya belajar bahasa. Cowok 17 tahun itu juga memelajari hal yang berkaitan dengan Jerman. Pertama kali, Khoirul menyampaikan pada orang tuanya, ibunya khawatir anaknya menempuh pendidikan yang jaraknya jauh.

Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi dukungan untuk Khoirul, jika nantinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. ‘’Orang tua tidak pernah maksa saya ingin belajar apa. Yang penting positif pasti selalu didukung,’’ ujar anggota pecinta alam (pala) Indra Kila tersebut.

Mereka awalnya tidak tahu tentang seleksi mendapatkan beasiswa tersebut. ‘’Awalnya guru BK yang mendapat informasi itu. Dari enam siswa yang mengikuti seleksi, dua siswa yang dinyatakan lolos,’’ tutur Kepala SMAN 1 Babat, Sofyan Hadi.

FEATURES – Fahri Indra Wangsa dan M. Khoirul Muttaqin mengikuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kemarin (7/2). Dua siswa itu ingin serius menyelesaikan ujian nasional karena pasca unas keduanya bersiap menuju Eropa. Keduanya mendapatkan tiket beasiswa Edu Changes Indonesia untuk menempuh pendidikan di Jerman. Fahri dan Khoirul mengikuti seleksi bersama empat temannya di Hotel Gunawangsa Merr, 7 Januari lalu.

Seleksi tersebut diikuti puluhan siswa dari kota/kabupaten se-Jawa Timur. ‘’Jadi ada tiga tes saat itu. Tes tulis, tes kepekaan bahasa, dan tes wawancara,’’ tutur Fahri yang kemarin berseragam pramuka. 

Tes tulis berupa pilihan ganda dengan 60 soal. Materinya bukan membahas tentang pelajaran akademis. Namun, motivasi peserta ingin menempuh pendidikan di Jerman. Setelah itu, Fahri dan Khoirul disodori 50 soal kepekaan bahasa.

Pada sesi terakhir, wawancara dilakukan seorang psikolog dan seorang dari pihak Edu Changes Indonesia. ‘’Kita dikasih tahu pihak sekolah jika keterima beasiswa ke Jerman tanggal 11 Januari lalu,’’ ujar putra kedua pasangan Suyono dan Eli Parlika tersebut. 

Baca Juga :  Gorden Poliester Lebih Dicari

Setelah itu, pihak sekolah memanggil orang tua Fahri dan Khoirul. Ibunda Fahri merasa senang dan terharu karena putranya mampu menempuh pendidikan di luar negeri. Sedangkan, ayah Fahri masih kurang percaya bahwa anaknya bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri. 

‘’Tapi kedua orang tua sangat mendukung saya melanjutkan pendidikan ke Jerman,’’ tutur siswa SMAN 1 Babat tersebut.Sebelumnya, Fahri hanya memiliki rencana melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dia ingin mengambil jurusan teknik dirgantara. Sedangkan Khoirul berangan – angan melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Setelah mengetahui mendapatkan beasiswa, Fahri melambungkan tinggi cita-citanya. 

‘’Saya inginnya nanti menekuni permesinan seperti Bapak BJ Habibie,’’ ujarnya. 

Fahri dan Khoirul kini mulai intens belajar Bahasa Jerman. Setelah UNBK nanti, keduanya bakal mengikuti karentina selama enam bulan di Surabaya. Karantina dimulai April hingga Oktober itu mempersiapkan para peraih beasiswa untuk mempelajari bahasa Jerman. 

Baca Juga :  KONI Bojonegoro Adakan Kejuaraan Voli

‘’Kalau saya inginnya menekuni teknologi informatika,’’ tutur Khoirul. Bukan hanya belajar bahasa. Cowok 17 tahun itu juga memelajari hal yang berkaitan dengan Jerman. Pertama kali, Khoirul menyampaikan pada orang tuanya, ibunya khawatir anaknya menempuh pendidikan yang jaraknya jauh.

Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi dukungan untuk Khoirul, jika nantinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. ‘’Orang tua tidak pernah maksa saya ingin belajar apa. Yang penting positif pasti selalu didukung,’’ ujar anggota pecinta alam (pala) Indra Kila tersebut.

Mereka awalnya tidak tahu tentang seleksi mendapatkan beasiswa tersebut. ‘’Awalnya guru BK yang mendapat informasi itu. Dari enam siswa yang mengikuti seleksi, dua siswa yang dinyatakan lolos,’’ tutur Kepala SMAN 1 Babat, Sofyan Hadi.

Artikel Terkait

Most Read

Blora Selatan, Masih Rawan Banjir

Pasar Terbatas, Indsutri Mebel Lesu

Artikel Terbaru


/