alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Guru Mulai Divaksin Booster

LAMONGAN, Radar Lamongan – Guru dan tenaga kependidikan di Lamongan mulai menerima vaksin booster. Vaksinasi dosis ketiga tersebut sebagai bentuk pencegahan virus covid-19. Karena sejumlah lembaga pendidikan sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. 

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif menjelaskan, sengaja mengusulkan agar tenaga pendidikan di-booster lebih dulu setelah sumber daya manusia kesehatan (SDMK). 

‘’Sebagian besar lembaga di Lamongan sudah tatap muka penuh jadi kita usulkan segera di-booster sebagai bentuk antisipasi,” terang Munif kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (7/1).

Menurut Munif, hasil rapat MKKS SMP menyepakati PTM seratus persen. Dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sebaliknya, lembaga SD masih 50 persen, karena banyak pertimbangan. 

Baca Juga :  Proyek Trotoar, Tebang 182 Pohon Di Bojonegoro

Salah satunya vaksinasi anak yang masih dilakukan. Sehingga proses PTM secara bertahap. Menurutnya PTM seratus persen sebenarnya belum boleh. Namun disiasati dengan aturan jam tatap muka yang dikurangi. Sebab, menurut dia, dinas tidak boleh menghalangi proses pembelajaran. Sehingga tetap dilakukan PTM, namun dengan melaksanakan prokes ketat. 

‘’Kalau seratus persen dikhawatirkan sulit jaga jarak. Tapi hasil rapat, mereka memastikan tetap prokes selama PTM. Karena sudah melakukan simulasi tatap muka beberapa kali,” ujar Munif. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan Indra Tsani mengatakan, rencananya Senin depan dilakukan vaksinasi booster serentak untuk tenaga pendidik. 

Namun, lanjut dia, beberapa sudah divaksin, karena sisa dosis masih ada. Menurut dia, vaksinasi booster ini penting karena virus Covid-19 terus bermutasi. 

Baca Juga :  KEMACETAN TERPARAH

Sehingga dibutuhkan jenis vaksin yang efektifitasnya tinggi seperti moderna yang digunakan untuk booster. Kriteria penerima yakni usia 18 tahun ke atas. Sehingga, diakuinya, anak-anak masih belum diperbolehkan, yang harus menunggu penelitian ulang. 

‘’Rencananya nanti semua akan menerima vaksin booster sesuai dengan edaran dari Kementrian Kesehatan,” terangnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Guru dan tenaga kependidikan di Lamongan mulai menerima vaksin booster. Vaksinasi dosis ketiga tersebut sebagai bentuk pencegahan virus covid-19. Karena sejumlah lembaga pendidikan sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. 

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif menjelaskan, sengaja mengusulkan agar tenaga pendidikan di-booster lebih dulu setelah sumber daya manusia kesehatan (SDMK). 

‘’Sebagian besar lembaga di Lamongan sudah tatap muka penuh jadi kita usulkan segera di-booster sebagai bentuk antisipasi,” terang Munif kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (7/1).

Menurut Munif, hasil rapat MKKS SMP menyepakati PTM seratus persen. Dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sebaliknya, lembaga SD masih 50 persen, karena banyak pertimbangan. 

Baca Juga :  Calon Sekkab Lamongan Mengerucut Tiga Nama, Siapa Saja?

Salah satunya vaksinasi anak yang masih dilakukan. Sehingga proses PTM secara bertahap. Menurutnya PTM seratus persen sebenarnya belum boleh. Namun disiasati dengan aturan jam tatap muka yang dikurangi. Sebab, menurut dia, dinas tidak boleh menghalangi proses pembelajaran. Sehingga tetap dilakukan PTM, namun dengan melaksanakan prokes ketat. 

‘’Kalau seratus persen dikhawatirkan sulit jaga jarak. Tapi hasil rapat, mereka memastikan tetap prokes selama PTM. Karena sudah melakukan simulasi tatap muka beberapa kali,” ujar Munif. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan Indra Tsani mengatakan, rencananya Senin depan dilakukan vaksinasi booster serentak untuk tenaga pendidik. 

Namun, lanjut dia, beberapa sudah divaksin, karena sisa dosis masih ada. Menurut dia, vaksinasi booster ini penting karena virus Covid-19 terus bermutasi. 

Baca Juga :  50 PTT Terima SK CPNS

Sehingga dibutuhkan jenis vaksin yang efektifitasnya tinggi seperti moderna yang digunakan untuk booster. Kriteria penerima yakni usia 18 tahun ke atas. Sehingga, diakuinya, anak-anak masih belum diperbolehkan, yang harus menunggu penelitian ulang. 

‘’Rencananya nanti semua akan menerima vaksin booster sesuai dengan edaran dari Kementrian Kesehatan,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/