alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Aktivasi Tunggu Petunjuk Gubernur

LAMONGAN, Radar Lamongan – Varian omikron yang sudah mulai masuk ke Indonesia menjadi perhatian Tim Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan. Dengan mengaktifkan kembali gedung Korpri sebagai lokasi karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dari Lamongan. Meski belum disetujui oleh Gubernur, tapi tim satgas tetap mempersiapkan sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi. 

‘’Kita hanya menyiapkan. Sebenarnya fasilitas sudah ada dari tahun lalu. Sekarang hanya dibersihkan, sambil menunggu petunjuk bu Gubernur,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Mohamad Muslimin, kemarin (7/1). 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sementara seluruh PMI yang pulang melalui bandara internasional Juanda seluruhnya dikarantina di Surabaya. Yakni asrama Haji Sukolilo Surabaya dan hotel-hotel yang ditunjuk Pemprov Jatim. 

Baca Juga :  Komitmen Kembangkan Tenun Gedok

Selain itu, diakuinya, kepulangan PMI di Jatim ini jumlahnya cukup banyak. Sehingga pihaknya melakukan antisipasi, dengan mempersiapkan fasilitas karantina lebih awal. Sehingga, jika dibutuhkan bisa langsung ditempati. 

‘’Kemungkinan kalau Surabaya penuh baru menghubungi kabupaten atau kota,’’ ujar Muslimin. 

Muslimin mengatakan, fasilitas karantina ini hanya untuk PMI yang hasil tesnya negatif. Karena ruangan didesain darurat, sehingga tidak ada pelapis khusus untuk mencegah penularan virus. 

Nantinya jika terdapat PMI yang hasil tesnya positif, maka isolasi dilakukan di rumah sakit terlebih dulu. Gedung Korpri menyediakan 40 tempat tidur dengan sekat, guna membatasi aktivitas para PMI. 

Menurut dia, perkembangan varian baru ini semakin cepat penularannya. Sehingga diharapkan kerjasama semua pihak untuk melakukan pencegahan. Selain itu, Muslimin mengaku masih terus melakukan koordinasi dengan BPBD Jatim terkait jumlah kepulangan PMI di Lamongan khususnya. 

Baca Juga :  Pecinta Basket

‘’Supaya tidak sampai ada PMI yang pulang melalui jalur illegal,’’ ujar Muslimin.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Varian omikron yang sudah mulai masuk ke Indonesia menjadi perhatian Tim Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan. Dengan mengaktifkan kembali gedung Korpri sebagai lokasi karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dari Lamongan. Meski belum disetujui oleh Gubernur, tapi tim satgas tetap mempersiapkan sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi. 

‘’Kita hanya menyiapkan. Sebenarnya fasilitas sudah ada dari tahun lalu. Sekarang hanya dibersihkan, sambil menunggu petunjuk bu Gubernur,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Mohamad Muslimin, kemarin (7/1). 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sementara seluruh PMI yang pulang melalui bandara internasional Juanda seluruhnya dikarantina di Surabaya. Yakni asrama Haji Sukolilo Surabaya dan hotel-hotel yang ditunjuk Pemprov Jatim. 

Baca Juga :  Usulkan Remisi, Terbanyak Napi Narkoba

Selain itu, diakuinya, kepulangan PMI di Jatim ini jumlahnya cukup banyak. Sehingga pihaknya melakukan antisipasi, dengan mempersiapkan fasilitas karantina lebih awal. Sehingga, jika dibutuhkan bisa langsung ditempati. 

‘’Kemungkinan kalau Surabaya penuh baru menghubungi kabupaten atau kota,’’ ujar Muslimin. 

Muslimin mengatakan, fasilitas karantina ini hanya untuk PMI yang hasil tesnya negatif. Karena ruangan didesain darurat, sehingga tidak ada pelapis khusus untuk mencegah penularan virus. 

Nantinya jika terdapat PMI yang hasil tesnya positif, maka isolasi dilakukan di rumah sakit terlebih dulu. Gedung Korpri menyediakan 40 tempat tidur dengan sekat, guna membatasi aktivitas para PMI. 

Menurut dia, perkembangan varian baru ini semakin cepat penularannya. Sehingga diharapkan kerjasama semua pihak untuk melakukan pencegahan. Selain itu, Muslimin mengaku masih terus melakukan koordinasi dengan BPBD Jatim terkait jumlah kepulangan PMI di Lamongan khususnya. 

Baca Juga :  Desak Robohkan Tower Ilegal

‘’Supaya tidak sampai ada PMI yang pulang melalui jalur illegal,’’ ujar Muslimin.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/