alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Masih Zona Merah, Fasilitas Isolasi RS Penuh

Radar Lamongan – Meningkatkan kasus Covid-19 di Lamongan membuat sejumlah rumah sakit rujukan penuh. Berdasarkan data Covid Center Lamongan, 107 tempat tidur isolasi dengan tekanan negatif (TN) Covid-19 RSUD dr Soegiri Lamongan terpakai semua.

Di RS Islam Nasrul Ummah, delapan tempat tidur bagi pasien Covid juga sudah terisi. Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang menyediakan 36 tempat tidur, tidak ada yang kosong. Serta tujuh tempat tidur di RSUD Ngimbang terisi semua.

“Ini datanya per kemarin (Rabu). Diharapkan jumlahnya sekarang (kemarin, Red) berkurang dan pasien bisa sembuh,” harap Koordinator Bidang Promotif dan Preventif Satgas Covid-19 Lamongan Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan. Menurut dia, pertumbuhan kasus covid masih tinggi.

Baca Juga :  Pekan Depan Putusan Sela

Tim satgas menyiapkan empat puskesmas sebagai isolasi rujukan. Yakni, Puskesmas Mantup, Kembangbahu, Karangkembang, dan Paciran. Nantinya disiapkan petugas khusus yang merawat pasien positif. Sementara pasien dengan komorbid parah nantinya tetap harus rujukan RS.

“Nanti RS pasti tahu mana pasien yang butuh penanganan darurat dan tidak. Intinya kita terus koordinasi,” ujar pria yang juga kepala Dinas Kesehatan tersebut. Mutasi kasus covid-19 di Lamongan sangat banyak.

Taufik mengklaim sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang cukup. Namun, beberapa di antaranya masih terserang virus berbahaya itu. Menurut dia, saat ini tidak ada klaster, adanya suspek. Mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif akan dimasukkan suspek. Sehingga meski hasil rapid negatif, mereka sebaiknya tetap isolasi. Sebab penularan virus ini semakin mudah dan gejalanya juga berbeda-beda.

Baca Juga :  Guru Harus Berjiwa Muda

“Selalu saya katakan pembawa virus paling berbahaya adalah orang tanpa gejala (OTG) karena tidak ada ciri gejala khusus,” jelasnya. Hingga kemarin, Lamongan masih zona merah. Dia berharap semuanya tetap menjaga kondisi kesehatannya. Taufik meminta masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, sebaiknya tidak stres dan terus mengonsumsi makanan bergizi. Menurut dia, kunci kesehatan adalah hidup bahagia.

Radar Lamongan – Meningkatkan kasus Covid-19 di Lamongan membuat sejumlah rumah sakit rujukan penuh. Berdasarkan data Covid Center Lamongan, 107 tempat tidur isolasi dengan tekanan negatif (TN) Covid-19 RSUD dr Soegiri Lamongan terpakai semua.

Di RS Islam Nasrul Ummah, delapan tempat tidur bagi pasien Covid juga sudah terisi. Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang menyediakan 36 tempat tidur, tidak ada yang kosong. Serta tujuh tempat tidur di RSUD Ngimbang terisi semua.

“Ini datanya per kemarin (Rabu). Diharapkan jumlahnya sekarang (kemarin, Red) berkurang dan pasien bisa sembuh,” harap Koordinator Bidang Promotif dan Preventif Satgas Covid-19 Lamongan Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan. Menurut dia, pertumbuhan kasus covid masih tinggi.

Baca Juga :  Guru Harus Berjiwa Muda

Tim satgas menyiapkan empat puskesmas sebagai isolasi rujukan. Yakni, Puskesmas Mantup, Kembangbahu, Karangkembang, dan Paciran. Nantinya disiapkan petugas khusus yang merawat pasien positif. Sementara pasien dengan komorbid parah nantinya tetap harus rujukan RS.

“Nanti RS pasti tahu mana pasien yang butuh penanganan darurat dan tidak. Intinya kita terus koordinasi,” ujar pria yang juga kepala Dinas Kesehatan tersebut. Mutasi kasus covid-19 di Lamongan sangat banyak.

Taufik mengklaim sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang cukup. Namun, beberapa di antaranya masih terserang virus berbahaya itu. Menurut dia, saat ini tidak ada klaster, adanya suspek. Mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif akan dimasukkan suspek. Sehingga meski hasil rapid negatif, mereka sebaiknya tetap isolasi. Sebab penularan virus ini semakin mudah dan gejalanya juga berbeda-beda.

Baca Juga :  Pekan Depan Putusan Sela

“Selalu saya katakan pembawa virus paling berbahaya adalah orang tanpa gejala (OTG) karena tidak ada ciri gejala khusus,” jelasnya. Hingga kemarin, Lamongan masih zona merah. Dia berharap semuanya tetap menjaga kondisi kesehatannya. Taufik meminta masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, sebaiknya tidak stres dan terus mengonsumsi makanan bergizi. Menurut dia, kunci kesehatan adalah hidup bahagia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/