alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Bayi 18 Bulan Tewas Tenggelam di Kali

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Balita berusia 18 bulan ditemukan tewas tenggelam di kali belakang rumahnya sekitar pukul 08.50 kemarin (7/1). Erlita Haura Fauza, diketahui terapung di tepi sungai. Saat menjalani perawatan medis di RSUD Sumberrejo, nyawa balita tersebut tak tertolong. 

Saat kejadian, ibu korban menjalani aktivitas sehari-hari di rumah. Jarak rumah dengan kali sekitar 30 meter.

Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Khanafi mengatakan, berdasar keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kejadian bermula sekitar pukul 08.00. Saat itu, korban berada di dalam rumah bersama ibunya bernama Ariska, kakeknya bernama Budiyono, dan neneknya bernama Nyawiji. 

“Saat itu, ibu korban mengerjakan pekerjaan rumah, seperti hari-hari biasanya. Korban juga sudah biasa ditinggal bermain sendiri di dalam rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Tragis, Ambil Air untuk Ikan Hias, Bocah SD Tewas

Sekitar pukul 08.50 setelah ibu korban usai menuntaskan pekerjaan rumah bermaksud menemani korban. Tetapi, ternyata ibu korban tidak mendapati anaknya di dalam rumah. Ketika menanyakan kakek dan nenek korban pun tidak mengetahui keberadaan korban. 

Sehingga mereka bertiga bersama-sama berusaha mencari korban di seputaran rumah. “Saat ibu dan kakek korban mencari di belakang rumah, keduanya mendapati korban dalam posisi terapung di tepi sungai bawah pohon bambu. Sehingga keduanya bergegas mengangkat korban sambil berteriak meminta tolong pada warga,” tutur kapolsek.

Tetangga yang mendengar teriakan ibu korban segera berdatangan membantu korban. Kemudian korban dibawa ke RSUD Sumberrejo. Namun, ketika sampai di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Petani Diuntungkan Burung Bangau

Hasil identifikasi dan olah TKP, kedalaman kali sekitar 8 meter. Kali itu mengalir ke Sungai Semarmendem. Antara TKP dengan rumah korban berjarak sekitar 30 meter. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Penyebab kematian korban dinyatakan murni karena tenggelam,” tegasnya.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah. Dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan perangkat desa setempat. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Balita berusia 18 bulan ditemukan tewas tenggelam di kali belakang rumahnya sekitar pukul 08.50 kemarin (7/1). Erlita Haura Fauza, diketahui terapung di tepi sungai. Saat menjalani perawatan medis di RSUD Sumberrejo, nyawa balita tersebut tak tertolong. 

Saat kejadian, ibu korban menjalani aktivitas sehari-hari di rumah. Jarak rumah dengan kali sekitar 30 meter.

Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Khanafi mengatakan, berdasar keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kejadian bermula sekitar pukul 08.00. Saat itu, korban berada di dalam rumah bersama ibunya bernama Ariska, kakeknya bernama Budiyono, dan neneknya bernama Nyawiji. 

“Saat itu, ibu korban mengerjakan pekerjaan rumah, seperti hari-hari biasanya. Korban juga sudah biasa ditinggal bermain sendiri di dalam rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gus Arif Nakhodai Unugiri Baru

Sekitar pukul 08.50 setelah ibu korban usai menuntaskan pekerjaan rumah bermaksud menemani korban. Tetapi, ternyata ibu korban tidak mendapati anaknya di dalam rumah. Ketika menanyakan kakek dan nenek korban pun tidak mengetahui keberadaan korban. 

Sehingga mereka bertiga bersama-sama berusaha mencari korban di seputaran rumah. “Saat ibu dan kakek korban mencari di belakang rumah, keduanya mendapati korban dalam posisi terapung di tepi sungai bawah pohon bambu. Sehingga keduanya bergegas mengangkat korban sambil berteriak meminta tolong pada warga,” tutur kapolsek.

Tetangga yang mendengar teriakan ibu korban segera berdatangan membantu korban. Kemudian korban dibawa ke RSUD Sumberrejo. Namun, ketika sampai di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Kapolres: Perayaan Ultah Kelenteng Harus Tetap Jalan

Hasil identifikasi dan olah TKP, kedalaman kali sekitar 8 meter. Kali itu mengalir ke Sungai Semarmendem. Antara TKP dengan rumah korban berjarak sekitar 30 meter. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Penyebab kematian korban dinyatakan murni karena tenggelam,” tegasnya.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah. Dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan perangkat desa setempat. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/