alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Siapkan Sepuluh Komputer Cadangan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja (PPPK) tahap II dimulai hari ini (7/12). Ada empat lokasi yang digunakan untuk tes. Salah satunya SMKN 2 Lamongan.
Kepala SMKN 2 Lamongan Matekur menjelaskan, lembaganya sudah dua kali dilibatkan untuk lokasi pelaksanaan tes PPPK. Ada empat laboratorium yang disiapkan.
Setiap ruang laboratorium hanya 20 komputer yang on. Sepuluh komputer lainnya menjadi cadangan. “Sebenarnya komputernya aktif semua, nyala semua. Tapi yang difungsikan hanya 20 unit, sisanya sebagai cadangan,” jelasnya.
Karena ruang laboratorium dijadikan lokasi tes PPPK, maka kegiatan praktek siswa ditunda sampai pelaksanaan ujian tersebut selesai. Matekur mengatakan, pelaksanaan tes hanya empat hari. Sehari, digelar dua sesi.  
Selain menyiapkan komputer, Matekur mengatakan, pihaknya melengkapi fasilitas internet sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. Sekolah juga memiliki genset sebagai antisipasi terjadinya pemadaman listrik.
Sarana dan prasarana di SMKN 2 Lamongan lengkap karena sekolah tersebut telah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif menuturkan, pelaksanaan tes PPPK baik kabupaten maupun formasi provinsi ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Jatim selaku lembaga yang ditunjuk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia meminta semua peserta yang lolos seleksi administrasi agar mempersiapkan untuk pelaksanaan tes tahap II ini.
Munif berharap kebutuhan 125 formasi yang tersisa bisa terisi semua di tahap II. “Semoga formasinya terisi dengan harapan tahun depan formasi untuk Lamongan bisa ditambah dan semua guru tidak tetap (GTT) bisa menjadi ASN,” terangnya.
Menurut Munif, animo guru dalam mendaftar cukup besar. Apalagi jumlah pesaing di tahap II ini bertambah dari GTT lembaga swasta yang terdaftar di data pokok pendidikan. Mereka yang belum lolos tahap satu harus berusaha agar bisa memenuhi nilai ambang batas. “Mudah-mudahan meski tidak semua bisa lolos karena pesertanya 2 ribu lebih, tapi harapannya formasi terisi semua,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati: Sebelum Kejadian Sudah Laporkan Ketidaklaikan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja (PPPK) tahap II dimulai hari ini (7/12). Ada empat lokasi yang digunakan untuk tes. Salah satunya SMKN 2 Lamongan.
Kepala SMKN 2 Lamongan Matekur menjelaskan, lembaganya sudah dua kali dilibatkan untuk lokasi pelaksanaan tes PPPK. Ada empat laboratorium yang disiapkan.
Setiap ruang laboratorium hanya 20 komputer yang on. Sepuluh komputer lainnya menjadi cadangan. “Sebenarnya komputernya aktif semua, nyala semua. Tapi yang difungsikan hanya 20 unit, sisanya sebagai cadangan,” jelasnya.
Karena ruang laboratorium dijadikan lokasi tes PPPK, maka kegiatan praktek siswa ditunda sampai pelaksanaan ujian tersebut selesai. Matekur mengatakan, pelaksanaan tes hanya empat hari. Sehari, digelar dua sesi.  
Selain menyiapkan komputer, Matekur mengatakan, pihaknya melengkapi fasilitas internet sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. Sekolah juga memiliki genset sebagai antisipasi terjadinya pemadaman listrik.
Sarana dan prasarana di SMKN 2 Lamongan lengkap karena sekolah tersebut telah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif menuturkan, pelaksanaan tes PPPK baik kabupaten maupun formasi provinsi ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Jatim selaku lembaga yang ditunjuk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia meminta semua peserta yang lolos seleksi administrasi agar mempersiapkan untuk pelaksanaan tes tahap II ini.
Munif berharap kebutuhan 125 formasi yang tersisa bisa terisi semua di tahap II. “Semoga formasinya terisi dengan harapan tahun depan formasi untuk Lamongan bisa ditambah dan semua guru tidak tetap (GTT) bisa menjadi ASN,” terangnya.
Menurut Munif, animo guru dalam mendaftar cukup besar. Apalagi jumlah pesaing di tahap II ini bertambah dari GTT lembaga swasta yang terdaftar di data pokok pendidikan. Mereka yang belum lolos tahap satu harus berusaha agar bisa memenuhi nilai ambang batas. “Mudah-mudahan meski tidak semua bisa lolos karena pesertanya 2 ribu lebih, tapi harapannya formasi terisi semua,” tuturnya.

Baca Juga :  Wujudkan Generasi Muslim yang Berakhlak Mulia dan Berprestasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/