alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Fokus Perbanyak Camp dan Pembinaan Bibit Atlet

Cabang olahraga (cabor) kickboxing perlahan berkembang di Bojonegoro sejak April lalu. Beberapa medali pun telah disabet dan terbentuk Pengurus Cabang (Pengcab) Kickboxing Indonesia (KBI) Bojonegoro.

PERKEMBANGAN seni bela diri di Bojonegoro makin beragam. Baru-baru ini ada seni bela diri bernama kickboxing mulai dikembangkan, di kabupaten Tuban dan Lamongan telah terbentuk Pengurus Cabang (Pengcab) Kickboxing Indonesia (KBI).
Jawa Pos Radar Bojonegoro berkesempatan bertemu dengan salah satu pionir kickboxing di Bojonegoro. Dia memang seorang atlet seni bela diri campuran atau mix martial arts (MMA).
Pemuda itu bernama Tridipta Indra Kumala. Pertemuan di salah satu kedai kopi depan SMK Siang Bojonegoro pada Kamis lalu (2/12).
Beberapa kali atur janji dengan Indra gagal. Sebab, dia sibuk mempersiapkan diri kejuaraan provinsi (kejurprov) Jawa Timur. Juga disibukkan dengan pembentukan kepengurusan KBI Cabang Bojonegoro.
“Kurang lebih selama sebulan lalu benar-benar repot persiapan kejuaraan diri sendiri, pembentukan pengurus KBI Bojonegoro, dan melatih atlet silat,” tutur Indra.
Sehingga, saat Kejurprov Kickboxing Jawa Timur pada 29-30 November lalu, Indra bersama dua atlet lainnya yaitu Suprayitno dan Agus Taufik Isdianto belum bisa berikan performa maksimal.
Alhasil belum mampu sabet medali emas. Indra dan Suprayitno sabet medali perunggu, sedangkan Isdianto sabet medali perak.
Kejuaraan itu dijadikan pengalaman berharga. Sebab, apabila tidak membentuk  Pengcab KBI Bojonegoro, mereka juga tidak bisa ikut kejuaraan tersebut. Jadi, setidaknya Indra sudah merasa lega atas terbentuknya Pengcab KBI Bojonegoro. Pemuda kelahiran 1997 itu mengaku ingin fokus menjadi atlet.
“Jadi tidak mungkin saya juga yang harus ditunjuk sebagai ketua pengcabnya. Saya juga sadar diri tidak punya power. Alhamdulillah kepengurusannya diisi oleh Pak Sudiyono anggota Komisi B DRPD Bojonegoro, Pak Yulianto guru MAN 2 Bojonegoro, dan ketua PABBSI Bojonegoro Pak Zubaidi,” beber Indra.
Pemuda asal Desa Balenrejo, Kecamatan Balen itu mengenalkan kickboxing di Bojonegoro sejak April lalu. Sebelumnya, Indra berguru dan berlatih di Kandang Macan MMA di Sragen, Jawa Tengah selama setahun mulai 2019-2020. Anak ketiga dari lima bersaudara itu kemudian tertarik mendalami olahraga MMA. Kemauannya belajar lebih banyak seni bela diri cukup tinggi. Saat ini, Indra menguasai bela diri silat bebas, kickboxing, boxing, dan muay thai (thai boxing).
Pada September lalu, Indra juga lolos seleksi One Pride MMA Silat Bebas di Karawang. Indra tinggal menunggu promotor untuk tampil secara on air di acara One Pride MMA Silat Bebas disiarkan salah satu stasiun televisi swasta.  “Target selanjutnya bisa tampil di One Pride MMA-nya dengan memperdalam beragam MMA,” kata pemuda yang juga satpam MAN 2 Bojonegoro itu.
Pengcab KBI Bojonegoro ditargetkan bergabung ke dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro. Indra bersama pengurus fokus memperbanyak camp latihan kickboxing.
Saat ini ada tiga camp, yakni Gladiator Gym, SMK Siang, dan IKIP PGRI Bojonegoro. “Saat ini sudah ada tujuh atlet yang rutin latihan,” kata mahasiswa jurusan PPKN IKIP PGRI Bojonegoro itu.
Indra sedang mempersiapkan diri ikut Kejuaraan Nasional Kickboxing di Surabaya akhir Desember mendatang. Ia merasa tertantang karena usai kalah saat Kejurprov. Ia targetkan sabet medali emas.

Baca Juga :  Kisah Muhammad Muslih Gunocarita, Dalang Wayang Thengul Khas Blora

Cabang olahraga (cabor) kickboxing perlahan berkembang di Bojonegoro sejak April lalu. Beberapa medali pun telah disabet dan terbentuk Pengurus Cabang (Pengcab) Kickboxing Indonesia (KBI) Bojonegoro.

PERKEMBANGAN seni bela diri di Bojonegoro makin beragam. Baru-baru ini ada seni bela diri bernama kickboxing mulai dikembangkan, di kabupaten Tuban dan Lamongan telah terbentuk Pengurus Cabang (Pengcab) Kickboxing Indonesia (KBI).
Jawa Pos Radar Bojonegoro berkesempatan bertemu dengan salah satu pionir kickboxing di Bojonegoro. Dia memang seorang atlet seni bela diri campuran atau mix martial arts (MMA).
Pemuda itu bernama Tridipta Indra Kumala. Pertemuan di salah satu kedai kopi depan SMK Siang Bojonegoro pada Kamis lalu (2/12).
Beberapa kali atur janji dengan Indra gagal. Sebab, dia sibuk mempersiapkan diri kejuaraan provinsi (kejurprov) Jawa Timur. Juga disibukkan dengan pembentukan kepengurusan KBI Cabang Bojonegoro.
“Kurang lebih selama sebulan lalu benar-benar repot persiapan kejuaraan diri sendiri, pembentukan pengurus KBI Bojonegoro, dan melatih atlet silat,” tutur Indra.
Sehingga, saat Kejurprov Kickboxing Jawa Timur pada 29-30 November lalu, Indra bersama dua atlet lainnya yaitu Suprayitno dan Agus Taufik Isdianto belum bisa berikan performa maksimal.
Alhasil belum mampu sabet medali emas. Indra dan Suprayitno sabet medali perunggu, sedangkan Isdianto sabet medali perak.
Kejuaraan itu dijadikan pengalaman berharga. Sebab, apabila tidak membentuk  Pengcab KBI Bojonegoro, mereka juga tidak bisa ikut kejuaraan tersebut. Jadi, setidaknya Indra sudah merasa lega atas terbentuknya Pengcab KBI Bojonegoro. Pemuda kelahiran 1997 itu mengaku ingin fokus menjadi atlet.
“Jadi tidak mungkin saya juga yang harus ditunjuk sebagai ketua pengcabnya. Saya juga sadar diri tidak punya power. Alhamdulillah kepengurusannya diisi oleh Pak Sudiyono anggota Komisi B DRPD Bojonegoro, Pak Yulianto guru MAN 2 Bojonegoro, dan ketua PABBSI Bojonegoro Pak Zubaidi,” beber Indra.
Pemuda asal Desa Balenrejo, Kecamatan Balen itu mengenalkan kickboxing di Bojonegoro sejak April lalu. Sebelumnya, Indra berguru dan berlatih di Kandang Macan MMA di Sragen, Jawa Tengah selama setahun mulai 2019-2020. Anak ketiga dari lima bersaudara itu kemudian tertarik mendalami olahraga MMA. Kemauannya belajar lebih banyak seni bela diri cukup tinggi. Saat ini, Indra menguasai bela diri silat bebas, kickboxing, boxing, dan muay thai (thai boxing).
Pada September lalu, Indra juga lolos seleksi One Pride MMA Silat Bebas di Karawang. Indra tinggal menunggu promotor untuk tampil secara on air di acara One Pride MMA Silat Bebas disiarkan salah satu stasiun televisi swasta.  “Target selanjutnya bisa tampil di One Pride MMA-nya dengan memperdalam beragam MMA,” kata pemuda yang juga satpam MAN 2 Bojonegoro itu.
Pengcab KBI Bojonegoro ditargetkan bergabung ke dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro. Indra bersama pengurus fokus memperbanyak camp latihan kickboxing.
Saat ini ada tiga camp, yakni Gladiator Gym, SMK Siang, dan IKIP PGRI Bojonegoro. “Saat ini sudah ada tujuh atlet yang rutin latihan,” kata mahasiswa jurusan PPKN IKIP PGRI Bojonegoro itu.
Indra sedang mempersiapkan diri ikut Kejuaraan Nasional Kickboxing di Surabaya akhir Desember mendatang. Ia merasa tertantang karena usai kalah saat Kejurprov. Ia targetkan sabet medali emas.

Baca Juga :  Formasi CPNS Diperkirakan Sedikit

Artikel Terkait

Most Read

Melenceng, Konsep CFD di Tuban

Dapat Predikat Mumtaz, Tangis Meledak

Potensi Masa Sanggah Cukup Besar

Artikel Terbaru

/