alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pemkab Bojonegoro Ajukan Penambahan Kuota Elpiji Bersubsidi

Radar Bojonegoro – Tambahan kuota elpiji bersubsidi diperlukan untuk tahun depan. Pemkab Bojonegoro mengajukan penambahan kuota elpiji 10 persen. Penambahan kuota itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Tahun ini, kuota elpiji di Bojonegoro adalah 32.069.000 kilogram (kg).

Jumlahnya diperkirakan mencapai 2 juta tabung lebih selama setahun. Tahun depan, jumlahnya diusulkan sebanyak 35.275.000 kg. Selain itu, DPRD setempat meminta diperlukan penyaluran elpiji bersubsidi ini tepat sasaran. Sebab, rentan elpiji subsidi dinikmati masyarakat mampu.

‘’Kami setiap tahun selalu ajukan tambahan. Tahun ini mengajukan tambahan 10 persen,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sukaemi kemarin (4/12). Pengajuan tambahan itu hanya untuk antisipasi. Sebab, beberapa momen kerap ada lonjakan permintaan elpiji. Misalnya, puasa atau Lebaran. Sehingga, stok tersedia rawan habis. ‘’Sebagai antisipasi, kami mengajukan tambahan itu,’’ jelas mantan Camat Tambakrejo itu.

Baca Juga :  Jalur Inklusi SMA/SMKN Nol Pendaftar

Kemmi menjelaskan, selama ini tidak ada kekurangan pasokan elpiji bersubsidi 3 kg di masyarakat. Pasokan selalu terjaga. Selain itu, masa pandemi Covid-19 ini pasokan elpiji cukup melimpah. ‘’Selama pandemi ini konsumsi elpiji tidak banyak,’’ jelasnya.

Menurut Kemmi, konsumsi elpiji melandai karena beberapa waktu lalu banyak usaha tidak beroperasi. Saat buka jamnya dibatasi. Sehingga, penggunaan elpiji bersubsidi tidak begitu tinggi. ‘’Kami juga terus melakukan evaluasi. Terutama terkait sasaran pengguna elpiji,’’ jelasnya.

Elpiji bersubsidi diperuntukan warga kurang mampu. Karena itu, sasaran tepatnya warga kurang mampu. Masyarakat yang ekonominya menengah ke atas disarankan menggunakan elpiji nonsubsidi.

Anggota Komisi B DPRD Neles Sunaryo mengatakan, setelah dilakukan pendataan, tahun depan diperlukan penambahan kuota. Itu antisipasi elpiji bersubsidi kuotanya kurang. Selain masyarakat tidak mampu, juga menyasar usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca Juga :  Operasional JLS Menunggu Rekomendasi DPUPR

‘’Namun, untuk menjaga ketersediaan, lebih penting mengawasi penyalurannya. Seharusnya penyaluran elpiji bersubsidi ini tepat sasaran untuk masya rakat kurang mampu dan sektor UMKM,’’ ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto meminta pemkab menjaga pasokan elpiji bersubsidi. Menjelang akhir tahun ini biasanya konsumsi elpiji 3 kilogram melonjak.

‘’Jangan sampai saat kebutuhan tinggi barangnya kosong,’’ jelasnya. Serta meminta disdag memantau terus harga elpiji itu. Jangan sampai saat permintaan tinggi harga elpiji ikut naik. ‘’Ini harus diwaspadai. Harus benar-benar diawasi,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Tambahan kuota elpiji bersubsidi diperlukan untuk tahun depan. Pemkab Bojonegoro mengajukan penambahan kuota elpiji 10 persen. Penambahan kuota itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Tahun ini, kuota elpiji di Bojonegoro adalah 32.069.000 kilogram (kg).

Jumlahnya diperkirakan mencapai 2 juta tabung lebih selama setahun. Tahun depan, jumlahnya diusulkan sebanyak 35.275.000 kg. Selain itu, DPRD setempat meminta diperlukan penyaluran elpiji bersubsidi ini tepat sasaran. Sebab, rentan elpiji subsidi dinikmati masyarakat mampu.

‘’Kami setiap tahun selalu ajukan tambahan. Tahun ini mengajukan tambahan 10 persen,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sukaemi kemarin (4/12). Pengajuan tambahan itu hanya untuk antisipasi. Sebab, beberapa momen kerap ada lonjakan permintaan elpiji. Misalnya, puasa atau Lebaran. Sehingga, stok tersedia rawan habis. ‘’Sebagai antisipasi, kami mengajukan tambahan itu,’’ jelas mantan Camat Tambakrejo itu.

Baca Juga :  Perkembangan Zaman, Semua Jadi Mudah

Kemmi menjelaskan, selama ini tidak ada kekurangan pasokan elpiji bersubsidi 3 kg di masyarakat. Pasokan selalu terjaga. Selain itu, masa pandemi Covid-19 ini pasokan elpiji cukup melimpah. ‘’Selama pandemi ini konsumsi elpiji tidak banyak,’’ jelasnya.

Menurut Kemmi, konsumsi elpiji melandai karena beberapa waktu lalu banyak usaha tidak beroperasi. Saat buka jamnya dibatasi. Sehingga, penggunaan elpiji bersubsidi tidak begitu tinggi. ‘’Kami juga terus melakukan evaluasi. Terutama terkait sasaran pengguna elpiji,’’ jelasnya.

Elpiji bersubsidi diperuntukan warga kurang mampu. Karena itu, sasaran tepatnya warga kurang mampu. Masyarakat yang ekonominya menengah ke atas disarankan menggunakan elpiji nonsubsidi.

Anggota Komisi B DPRD Neles Sunaryo mengatakan, setelah dilakukan pendataan, tahun depan diperlukan penambahan kuota. Itu antisipasi elpiji bersubsidi kuotanya kurang. Selain masyarakat tidak mampu, juga menyasar usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca Juga :  Sukses Menggali Bibit Atlet Bola Voli

‘’Namun, untuk menjaga ketersediaan, lebih penting mengawasi penyalurannya. Seharusnya penyaluran elpiji bersubsidi ini tepat sasaran untuk masya rakat kurang mampu dan sektor UMKM,’’ ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto meminta pemkab menjaga pasokan elpiji bersubsidi. Menjelang akhir tahun ini biasanya konsumsi elpiji 3 kilogram melonjak.

‘’Jangan sampai saat kebutuhan tinggi barangnya kosong,’’ jelasnya. Serta meminta disdag memantau terus harga elpiji itu. Jangan sampai saat permintaan tinggi harga elpiji ikut naik. ‘’Ini harus diwaspadai. Harus benar-benar diawasi,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Masyarakat Berhak Menolak Bayar Parkir

Di Lapas, Napi Narkoba Bisa Bentuk Jaringan

Zakat Profesi belum Optimal

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/