alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Desain Gedung DPRD Bojonegoro Gagal, Minta Dirancang Ulang

Radar Bojonegoro – Penentuan desain gedung DPRD Bojonegoro, ternyata sulit. Tarikulur dan minta didesain ulang meski telah dianggarkan. Seperti perencanaan gedung baru DPRD yang dianggarkan tahun ini, ternyata minta didesain ulang. Desain yang sudah dipaparkan beberapa bulan lalu tidak disetujui oleh DPRD maupun Pemkab Bojonegoro.

Padahal, pembuatan desain gedung itu memakan anggaran tidak sedikit. Bukan hanya sekali, pada 2015 juga pernah dianggarkan perencanaan dan desain gedung DPRD. Namun juga gagal. Saat ini proses pembuatan desain baru tengah berlangsung.

‘’Desain yang lama tidak disetujui. Jadi, saat ini dilakukan desain ulang,’’ kata Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin kemarin (6/11). Gedung DPRD baru rencananya dibangun di Jalan Veteran. Gedung itu akan dibangun empat lantai dengan sejumlah fasilitas.

Konsultan perencana sudah memaparkan hasil desainnya di DPRD sekitar Juli lalu. Belakangan hasil desain itu tidak disetujui. Baik oleh DPRD maupun pemkab. Sehingga, harus didesain ulang. Data di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, tahun ini anggaran perencanaan atau desain gedung DPRD mencapai Rp 306 juta. Anggaran itu sudah terserap karena kegiatan sudah selesai dilaksanakan.

Baca Juga :  Gaungkan Nuzululquran

Ada 40 peserta ikut lelang perencanaan gedung itu. Pemenangnya adalah CV Dira Bina Nusa dari Surabaya dengan nilai kontrak Rp 294 juta. Sementara, pada 2015 lalu juga pernah lelang perencanaan gedung baru DPRD. Anggaranya mencapai Rp 350 juta.

Lelang dimenangkan oleh PT Scala dari Pasuruan dengan nilai kontrak Rp 350 juta. Tidak hanya desain ulang, progres pembangunan gedung baru DPRD yang awalnya hanya satu tahun juga akan berubah. Yakni, dibangun bertahap selama beberapa tahun. Hal itu menyesuaikan anggaran tersedia.

Sholikin menjelaskan, tahun depan pembangunan gedung DPRD sudah dialokasikan. Namun, jadi dan tidaknya pembangunan itu tergantung pembahasan RAPBD nanti. ‘’Kami akan membahasnya nanti. Kami nanti akan melihat mana saja yang lebih prioritas,’’ jelas politikus PKB itu.

Baca Juga :  PD AULJ: Calon Tunggal Tidak Otomatis Lolos

Menurut dia, gedung DPRD saat ini memang sudah tidak bagus. Sehingga, membutuhkan perbaikan cukup besar. Semua anggota DPRD ingin agar gedung DPRD dibangun baru. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PKCK) Bojonegoro Adie Witjaksono menje laskan, pembangunan gedung baru DPRD tahun depan sudah dialo kasikan Rp 36 miliar. Namun, jadi dan tidaknya pembangunan masih menunggu pembahasan RAPBD 2021. ‘’Masih menunggu pembahasan,’’ ujar dia.

Mengenai perubahan desain, lanjut dia, berkaitan luas lahan. Luas lahan di Jalan Veteran akan dibangun itu mencapai 4 hektare. Lahan seluas itu tidak hanya cukup untuk gedung DPRD. Melainkan bisa dibangun gedung lainnya.

‘’Kalau hanya untuk DPRD ya terlalu luas. Nanti akan dibangun gedung lainnya,’’ ujar mantan kepala dinas perhu bungan itu. Pembangunan gedung DPRD juga tidak akan satu tahap selesai. Melainkan dilaksanakan beberapa tahap. Sesuai anggaran dialokasikan.

Radar Bojonegoro – Penentuan desain gedung DPRD Bojonegoro, ternyata sulit. Tarikulur dan minta didesain ulang meski telah dianggarkan. Seperti perencanaan gedung baru DPRD yang dianggarkan tahun ini, ternyata minta didesain ulang. Desain yang sudah dipaparkan beberapa bulan lalu tidak disetujui oleh DPRD maupun Pemkab Bojonegoro.

Padahal, pembuatan desain gedung itu memakan anggaran tidak sedikit. Bukan hanya sekali, pada 2015 juga pernah dianggarkan perencanaan dan desain gedung DPRD. Namun juga gagal. Saat ini proses pembuatan desain baru tengah berlangsung.

‘’Desain yang lama tidak disetujui. Jadi, saat ini dilakukan desain ulang,’’ kata Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin kemarin (6/11). Gedung DPRD baru rencananya dibangun di Jalan Veteran. Gedung itu akan dibangun empat lantai dengan sejumlah fasilitas.

Konsultan perencana sudah memaparkan hasil desainnya di DPRD sekitar Juli lalu. Belakangan hasil desain itu tidak disetujui. Baik oleh DPRD maupun pemkab. Sehingga, harus didesain ulang. Data di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, tahun ini anggaran perencanaan atau desain gedung DPRD mencapai Rp 306 juta. Anggaran itu sudah terserap karena kegiatan sudah selesai dilaksanakan.

Baca Juga :  Sodomi Bocah TK, Siswa SMA Divonis Setahun

Ada 40 peserta ikut lelang perencanaan gedung itu. Pemenangnya adalah CV Dira Bina Nusa dari Surabaya dengan nilai kontrak Rp 294 juta. Sementara, pada 2015 lalu juga pernah lelang perencanaan gedung baru DPRD. Anggaranya mencapai Rp 350 juta.

Lelang dimenangkan oleh PT Scala dari Pasuruan dengan nilai kontrak Rp 350 juta. Tidak hanya desain ulang, progres pembangunan gedung baru DPRD yang awalnya hanya satu tahun juga akan berubah. Yakni, dibangun bertahap selama beberapa tahun. Hal itu menyesuaikan anggaran tersedia.

Sholikin menjelaskan, tahun depan pembangunan gedung DPRD sudah dialokasikan. Namun, jadi dan tidaknya pembangunan itu tergantung pembahasan RAPBD nanti. ‘’Kami akan membahasnya nanti. Kami nanti akan melihat mana saja yang lebih prioritas,’’ jelas politikus PKB itu.

Baca Juga :  Aliansi Bojonegoro Menggugat Tuntut Kesejahteraan Petani

Menurut dia, gedung DPRD saat ini memang sudah tidak bagus. Sehingga, membutuhkan perbaikan cukup besar. Semua anggota DPRD ingin agar gedung DPRD dibangun baru. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PKCK) Bojonegoro Adie Witjaksono menje laskan, pembangunan gedung baru DPRD tahun depan sudah dialo kasikan Rp 36 miliar. Namun, jadi dan tidaknya pembangunan masih menunggu pembahasan RAPBD 2021. ‘’Masih menunggu pembahasan,’’ ujar dia.

Mengenai perubahan desain, lanjut dia, berkaitan luas lahan. Luas lahan di Jalan Veteran akan dibangun itu mencapai 4 hektare. Lahan seluas itu tidak hanya cukup untuk gedung DPRD. Melainkan bisa dibangun gedung lainnya.

‘’Kalau hanya untuk DPRD ya terlalu luas. Nanti akan dibangun gedung lainnya,’’ ujar mantan kepala dinas perhu bungan itu. Pembangunan gedung DPRD juga tidak akan satu tahap selesai. Melainkan dilaksanakan beberapa tahap. Sesuai anggaran dialokasikan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/