alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Selalu Bersyukur, Gadis Ini Banting Tulang Demi Keluarga

KEHIDUPAN yang nyaman memang sedari kecil tak dirasakan oleh Shara Ainuf Faradilla. Sejak kecil dia sudah ditempa oleh berbagai cobaan. Dari situlah dia banyak belajar dari pengalaman pahit itu, tak berusaha marah kepada siapa pun, namun dia selalu bersyukur dan berusaha berdamai dengan dirinya sendiri.

Shara, sapaan akrabnya, lahir dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi. 

Ayahnya sakit seusai kecelakaan sejak dia kecil. Sedangkan ibunya kerja pontang-panting untuk  menafkahi sekeluarga, termasuk adiknya yang waktu itu masih kecil juga.

”Di balik semua, saya tentu masih bersyukur, karena saya beruntung punya banyak teman yang selalu dukung dan tidak masalah dengan keadaanku,” tutur perempuan asal Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro itu. 

Baca Juga :  Sistem BPJS Berubah, Pasien Keleleran

Sewaktu masih kecil, Shara sering jualan sambil sekolah. ”Biasanya jualan jajan atau apa pun, karena saya kasihan ibu saya,” jelasnya.

Shara pun mengaku bahwa saat sekolah itu sama sekali tidak pintar. Soalnya, perempuan kelahiran 21 Juli 1994 itu jarang sekali belajar.

”Ya yang mau dibuat belajar apa, kan setiap disuruh beli buku saya tidak belikan kok,” tuturnya. 

Jadi, setiap ibunya menyuruh beli buku atau apa pasti dia bilang kalau sudah beli atau sudah punya.

”Pokoknya entah bagaimana caranya biar saya tidak terlalu membebani orang tua,” terangnnya. 

Usai lulus SMK pada 2012, Shara pun langsung terjun di dunia kerja. Dia pernah kerja di pasar selama dua tahun, lalu di distro juga selama dua tahun.

Baca Juga :  Rp 170 Juta untuk PPDB Online

Kini kerja di koperasi sekitar satu tahun.

KEHIDUPAN yang nyaman memang sedari kecil tak dirasakan oleh Shara Ainuf Faradilla. Sejak kecil dia sudah ditempa oleh berbagai cobaan. Dari situlah dia banyak belajar dari pengalaman pahit itu, tak berusaha marah kepada siapa pun, namun dia selalu bersyukur dan berusaha berdamai dengan dirinya sendiri.

Shara, sapaan akrabnya, lahir dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi. 

Ayahnya sakit seusai kecelakaan sejak dia kecil. Sedangkan ibunya kerja pontang-panting untuk  menafkahi sekeluarga, termasuk adiknya yang waktu itu masih kecil juga.

”Di balik semua, saya tentu masih bersyukur, karena saya beruntung punya banyak teman yang selalu dukung dan tidak masalah dengan keadaanku,” tutur perempuan asal Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro itu. 

Baca Juga :  Suporter Anggap Realistis Opsi Alih Status

Sewaktu masih kecil, Shara sering jualan sambil sekolah. ”Biasanya jualan jajan atau apa pun, karena saya kasihan ibu saya,” jelasnya.

Shara pun mengaku bahwa saat sekolah itu sama sekali tidak pintar. Soalnya, perempuan kelahiran 21 Juli 1994 itu jarang sekali belajar.

”Ya yang mau dibuat belajar apa, kan setiap disuruh beli buku saya tidak belikan kok,” tuturnya. 

Jadi, setiap ibunya menyuruh beli buku atau apa pasti dia bilang kalau sudah beli atau sudah punya.

”Pokoknya entah bagaimana caranya biar saya tidak terlalu membebani orang tua,” terangnnya. 

Usai lulus SMK pada 2012, Shara pun langsung terjun di dunia kerja. Dia pernah kerja di pasar selama dua tahun, lalu di distro juga selama dua tahun.

Baca Juga :  Ayah di Malaysia Minta Video Call usai Latihan

Kini kerja di koperasi sekitar satu tahun.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/