alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Penjualan Ikan Hias Didongkrak Komunitas

BOJONEGORO – Pengusaha ikan hias di kawasan Bojonegoro cukup menjamur. Mereka menjual aneka ikan hias dengan harga yang variatif. Sebab, keindahan ikan hias memang mampu mempercantik isi akuarium yang dipajang di dalam rumah.

Biasanya, konsumen tertarik dengan motif, warna, dan bentuknya. Namun, pengusaha ikan hias rata-rata hanya menjual ikan air tawar, belum banyak yang menjual ikan air laut. Dikarenakan perawatan ikan air laut lebih sulit.

Salah satu pengusaha ikan hias di Jalan Lettu Suwolo Bojonegoro, Bagus Dwi, mengungkapkan, permintaan ikan hias cukup prospektif. Setidaknya, kata dia, kini ada komunitas pencinta ikan hias seperti cupang.

Sehingga, penjualan pun terkerek dan biasanya komunitas pun kerap membeli untuk diikutkan kontes. ”Di Bojonegoro sekarang mulai ada komunitas pencinta cupang, sehingga sedikit banyak penjualan kami terkerek,” ujarnya.

Baca Juga :  Selamat setelah Tiga Jam Terombang-Ambing Ombak

Sementara itu, harga ikan-ikan hias di toko tersebut mulai dari Rp 300 hingga Rp 30 ribu. Tergantung ukuran, warna, dan motifnya.

Sedangkan harga ikan hias jenis cupang mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp 50 ribu. Harga ikan cupang juga bisa melambung hingga Rp 300 ribu kalau sering menang kontes.

Bagus pun menerangkan bahwa kontes ikan cupang dinilai dari sirip, buntut, warna, dan keindahan tubuhnya. ”Memang sebagian besar penjualan didominasi oleh ikan hias jenis cupang,” ujarnya. Adapun omzet diraup oleh Bagus minimal Rp 4,5 juta per bulan.

Terpisah, salah satu pengusaha ikan hias di Jalan Imam Bonjol Bojonegoro, Zainul Arifin, membenarkan, peminat ikan hias cupang cukup tinggi.

Baca Juga :  Antisipasi Teroris, Perketat Penjagaan

Setidaknya, dalam sehari mampu terjual minimal lima ekor.

Walaupun belum genap setahun menggeluti bisnis ikan hias, namun Arifin merasakan omzet yang lumayan memuaskan. Adapun perawatan ikan hias air tawar juga perlu perhatian ekstra. ”Sebab, tidak bisa asal memelihara ikan hias, tiap jenis ikan memiliki perlakuan yang berbeda-beda,” ucapnya.

Setiap bulannya, Arifin bisa mendapat Rp 20 juta hingga Rp 25 juta setiap bulannya. ”Mayoritas konsumen saya anak-anak yang biasanya ada tugas dari sekolahnya untuk merawat ikan atau dari komunitas pecinta cupang,” ujarnya.

Terkadang, dia juga mendapat pesanan dari konsumennya untuk membuat aquascape. ”Di sini memang belum begitu ramai, tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat aquascape akan menjadi tren,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Pengusaha ikan hias di kawasan Bojonegoro cukup menjamur. Mereka menjual aneka ikan hias dengan harga yang variatif. Sebab, keindahan ikan hias memang mampu mempercantik isi akuarium yang dipajang di dalam rumah.

Biasanya, konsumen tertarik dengan motif, warna, dan bentuknya. Namun, pengusaha ikan hias rata-rata hanya menjual ikan air tawar, belum banyak yang menjual ikan air laut. Dikarenakan perawatan ikan air laut lebih sulit.

Salah satu pengusaha ikan hias di Jalan Lettu Suwolo Bojonegoro, Bagus Dwi, mengungkapkan, permintaan ikan hias cukup prospektif. Setidaknya, kata dia, kini ada komunitas pencinta ikan hias seperti cupang.

Sehingga, penjualan pun terkerek dan biasanya komunitas pun kerap membeli untuk diikutkan kontes. ”Di Bojonegoro sekarang mulai ada komunitas pencinta cupang, sehingga sedikit banyak penjualan kami terkerek,” ujarnya.

Baca Juga :  Diakui Tingkat Provinsi

Sementara itu, harga ikan-ikan hias di toko tersebut mulai dari Rp 300 hingga Rp 30 ribu. Tergantung ukuran, warna, dan motifnya.

Sedangkan harga ikan hias jenis cupang mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp 50 ribu. Harga ikan cupang juga bisa melambung hingga Rp 300 ribu kalau sering menang kontes.

Bagus pun menerangkan bahwa kontes ikan cupang dinilai dari sirip, buntut, warna, dan keindahan tubuhnya. ”Memang sebagian besar penjualan didominasi oleh ikan hias jenis cupang,” ujarnya. Adapun omzet diraup oleh Bagus minimal Rp 4,5 juta per bulan.

Terpisah, salah satu pengusaha ikan hias di Jalan Imam Bonjol Bojonegoro, Zainul Arifin, membenarkan, peminat ikan hias cupang cukup tinggi.

Baca Juga :  Jamaah Dibekali Gelang “Antinyasar”

Setidaknya, dalam sehari mampu terjual minimal lima ekor.

Walaupun belum genap setahun menggeluti bisnis ikan hias, namun Arifin merasakan omzet yang lumayan memuaskan. Adapun perawatan ikan hias air tawar juga perlu perhatian ekstra. ”Sebab, tidak bisa asal memelihara ikan hias, tiap jenis ikan memiliki perlakuan yang berbeda-beda,” ucapnya.

Setiap bulannya, Arifin bisa mendapat Rp 20 juta hingga Rp 25 juta setiap bulannya. ”Mayoritas konsumen saya anak-anak yang biasanya ada tugas dari sekolahnya untuk merawat ikan atau dari komunitas pecinta cupang,” ujarnya.

Terkadang, dia juga mendapat pesanan dari konsumennya untuk membuat aquascape. ”Di sini memang belum begitu ramai, tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat aquascape akan menjadi tren,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/