alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Penggantian Tanaman Vertical Garden Dianggarkan Rp 200 Juta

Radar Bojonegoro – Target selesainya perbaikan vertical garden agak molor dari rencana semula. Rencana awal bulan ini sudah tuntas. Sebaliknya, saat ini baru menyentuh penggantian tanaman. Kemarin (6/10) giliran penggantian tanaman vertical garden di Jalan Ahmad Yani.

Namun, dinas terkait menarget bahwa dalam bulan ini titik vertical garden rampung diperbaiki. Kasi Pertamanan Dinas Peru mahan dan Kawasan Permukiman Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Doni Agus Setiawan mengatakan, proses perbaikan vertical garden terjadi dalam beberapa tahapan. Mulai dari perbaikan tandon air, saluran air penyiraman hingga tanaman.

‘’Itu estafet (pengerjaannya). Karena hanya satu CV (pelaksana) yang me nangani,” katanya kemarin (6/10). Menurut dia, sebelumnya pengerjaan fokus perbaikan tandon air hingga instalasi saluran penyiraman. Sebab, hal itu mendasari matinya tanaman. Juga karena tidak sesuainya jenis tanaman dengan kondisi iklim dan cuaca di Bojonegoro.

Baca Juga :  Ciptakan Kenyamanan, Harus Berikan Kontribusi kata Gadis ini

‘’Jadi kendala seperti tandon air bocor, pompa air tidak maksimal, hingga pipa tersumbat (karena air Bojonegoro mengandung kapur) sudah dikerjakan,” ujar dia. Sehingga, setelah rampung diperbaiki, kini mulai bergeser penggantian tanaman vertical garden.

Pihaknya mengawali dari Jalan Ahmad Yani. Nantinya bakal bergeser ke barat hingga ke seluruh titik. ‘’Insyaallah semuanya dalam bulan ini selesai,” ucapnya. Menurut Doni, anggaran dialokasikan perbaikan dan perawatan vertical garden sebanyak Rp 200 juta. Jumlah itu mengakomodir 17 titik. Dan setiap titik menghabiskan dana berbeda-beda. Tergantung tingkat kerusakannya.

‘’Ada yang satu titik menelan Rp 20 juta, atau Rp 17 juta, dan bahkan ada hanya Rp 2 juta,” tandas dia. Namun, lanjutnya, dari seluruh titik vertical garden, ada beberapa titik yang membutuhkan penanganan lebih. Seperti di Jalan AKBP. M Suroko, Jalan W.R Supratman, Jalan Sawunggaling, Jembatan Sosrodilogo, Jembatan Jetak hingga Jembatan Kaliketek.

Baca Juga :  Utamakan Profesionalitas

‘’Itu yang kondisinya rusak berat,” terangnya. Prinsipnya, pihaknya memastikan akan mengawasi keefektifan fungsi vertical garden. Mulai saluran air penyiraman, kesesuaian jenis tanaman dengan iklim Bojonegoro, perawatan hingga corak hiasan yang dihasilkan dari kombinasi jenis-jenis tanaman. ‘’Kami akan evaluasi terus,” tutur dia.

Radar Bojonegoro – Target selesainya perbaikan vertical garden agak molor dari rencana semula. Rencana awal bulan ini sudah tuntas. Sebaliknya, saat ini baru menyentuh penggantian tanaman. Kemarin (6/10) giliran penggantian tanaman vertical garden di Jalan Ahmad Yani.

Namun, dinas terkait menarget bahwa dalam bulan ini titik vertical garden rampung diperbaiki. Kasi Pertamanan Dinas Peru mahan dan Kawasan Permukiman Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Doni Agus Setiawan mengatakan, proses perbaikan vertical garden terjadi dalam beberapa tahapan. Mulai dari perbaikan tandon air, saluran air penyiraman hingga tanaman.

‘’Itu estafet (pengerjaannya). Karena hanya satu CV (pelaksana) yang me nangani,” katanya kemarin (6/10). Menurut dia, sebelumnya pengerjaan fokus perbaikan tandon air hingga instalasi saluran penyiraman. Sebab, hal itu mendasari matinya tanaman. Juga karena tidak sesuainya jenis tanaman dengan kondisi iklim dan cuaca di Bojonegoro.

Baca Juga :  Bagikan Total Hadiah Rp 640 Juta Untuk Nasabah Simpedes

‘’Jadi kendala seperti tandon air bocor, pompa air tidak maksimal, hingga pipa tersumbat (karena air Bojonegoro mengandung kapur) sudah dikerjakan,” ujar dia. Sehingga, setelah rampung diperbaiki, kini mulai bergeser penggantian tanaman vertical garden.

Pihaknya mengawali dari Jalan Ahmad Yani. Nantinya bakal bergeser ke barat hingga ke seluruh titik. ‘’Insyaallah semuanya dalam bulan ini selesai,” ucapnya. Menurut Doni, anggaran dialokasikan perbaikan dan perawatan vertical garden sebanyak Rp 200 juta. Jumlah itu mengakomodir 17 titik. Dan setiap titik menghabiskan dana berbeda-beda. Tergantung tingkat kerusakannya.

‘’Ada yang satu titik menelan Rp 20 juta, atau Rp 17 juta, dan bahkan ada hanya Rp 2 juta,” tandas dia. Namun, lanjutnya, dari seluruh titik vertical garden, ada beberapa titik yang membutuhkan penanganan lebih. Seperti di Jalan AKBP. M Suroko, Jalan W.R Supratman, Jalan Sawunggaling, Jembatan Sosrodilogo, Jembatan Jetak hingga Jembatan Kaliketek.

Baca Juga :  Asri Hijab Dipilih Karena Kualitas: Makeup Tanpa Cukur Alis

‘’Itu yang kondisinya rusak berat,” terangnya. Prinsipnya, pihaknya memastikan akan mengawasi keefektifan fungsi vertical garden. Mulai saluran air penyiraman, kesesuaian jenis tanaman dengan iklim Bojonegoro, perawatan hingga corak hiasan yang dihasilkan dari kombinasi jenis-jenis tanaman. ‘’Kami akan evaluasi terus,” tutur dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/