alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Mengenang Orang Saleh, Rahmat Allah Turun

TUBAN – Wagub Jatim Saifullah Yusuf diberi ”panggung” pada pengajian haul ke-508 Sunan Bonang pada Kamis (5/10) malam.

Bupati Tuban Fathul Huda yang tampil pertama, dalam sambutannya mengisyaratkan dukungan kepada bakal calon (balon) gubernur Jatim tersebut. ”Warga NU (Nahdlatul Ulama) harus patuh pada dawuh ulama dan pimpinan,” kata dia. 

Kalimat tersebut setidaknya memberikan umpan kepada pembicara berikutnya. Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah yang tampil di sesi berikutnya terang-terangan mengajak umat nahdliyin untuk tawaduk kepada ulama dan organisasi NU.

”Apa yang disampaikan pimpinan harus ditaati,” ujar pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo itu yang kemudian mengajak seluruh jamaah untuk mensukseskan pencalonan Gus Ipul (panggilan akrab Saifullah Yusuf).

Baca Juga :  Pos Kesehatan Siaga di Tempat Wisata

Sebelum mengakhiri sambutannya, dia  mendaulat Gus Ipul untuk menyampaikan sambutan. Mantan ketua umum PP GP Ansor ini pun spontan menuju podium.

Di hadapan ribuan jamaah pengajian, dia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, hidup rukun, dan saling berdampingan meski beda agama, seperti yang diajarkan Sunan Bonang yang berdakwah dengan lemah lembut.

Sementara itu, dalam ceramahnya, KH. Marzuki Mustamar mengungkap kunci sukses hidup di dunia dan akhir. Kunci tersebut adalah menegakan salat, serta cinta kepada rasul dan keluarganya. Termasuk cinta kepada  Sunan Bonang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad. 

Sementara Habib Al Haj Ubaidillah Bin Idrus Al Habsy yang tampil di sesi sebelumnya mengatakan, dengan mengenang orang-orang yang saleh, maka rahmat Allah akan turun. Hadir pada pengajian tersebut sejumlah alim, ulama, dan forkopimda.

Baca Juga :  Udara Buruk, Harus Pakai Masker

Wiwid Agung Wibowo, ketua panitia haul Sunan Bonang mengatakan, berdasar pemetaan melalui drone, dia  

memprediksi jamaah yang menghadiri pengajian akbar tersebut mencapai 100 ribu.

Mereka tidak hanya terpusat di tengah alun-alun, namun juga terkumpul pada tujuh titik proyektor yang dipasang di jalan protokol yang mengelilingi alun-alun.

TUBAN – Wagub Jatim Saifullah Yusuf diberi ”panggung” pada pengajian haul ke-508 Sunan Bonang pada Kamis (5/10) malam.

Bupati Tuban Fathul Huda yang tampil pertama, dalam sambutannya mengisyaratkan dukungan kepada bakal calon (balon) gubernur Jatim tersebut. ”Warga NU (Nahdlatul Ulama) harus patuh pada dawuh ulama dan pimpinan,” kata dia. 

Kalimat tersebut setidaknya memberikan umpan kepada pembicara berikutnya. Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah yang tampil di sesi berikutnya terang-terangan mengajak umat nahdliyin untuk tawaduk kepada ulama dan organisasi NU.

”Apa yang disampaikan pimpinan harus ditaati,” ujar pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo itu yang kemudian mengajak seluruh jamaah untuk mensukseskan pencalonan Gus Ipul (panggilan akrab Saifullah Yusuf).

Baca Juga :  Udara Buruk, Harus Pakai Masker

Sebelum mengakhiri sambutannya, dia  mendaulat Gus Ipul untuk menyampaikan sambutan. Mantan ketua umum PP GP Ansor ini pun spontan menuju podium.

Di hadapan ribuan jamaah pengajian, dia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, hidup rukun, dan saling berdampingan meski beda agama, seperti yang diajarkan Sunan Bonang yang berdakwah dengan lemah lembut.

Sementara itu, dalam ceramahnya, KH. Marzuki Mustamar mengungkap kunci sukses hidup di dunia dan akhir. Kunci tersebut adalah menegakan salat, serta cinta kepada rasul dan keluarganya. Termasuk cinta kepada  Sunan Bonang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad. 

Sementara Habib Al Haj Ubaidillah Bin Idrus Al Habsy yang tampil di sesi sebelumnya mengatakan, dengan mengenang orang-orang yang saleh, maka rahmat Allah akan turun. Hadir pada pengajian tersebut sejumlah alim, ulama, dan forkopimda.

Baca Juga :  Drainase Jalan Nasional Memprihatinkan

Wiwid Agung Wibowo, ketua panitia haul Sunan Bonang mengatakan, berdasar pemetaan melalui drone, dia  

memprediksi jamaah yang menghadiri pengajian akbar tersebut mencapai 100 ribu.

Mereka tidak hanya terpusat di tengah alun-alun, namun juga terkumpul pada tujuh titik proyektor yang dipasang di jalan protokol yang mengelilingi alun-alun.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/