alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Bahagia Dekat Balita

Kebahagiaan Ferina Resa Anggraeni, 22, tak bisa disembunyikan. Salah satu impian terbesarnya untuk jadi guru anak-anak terwujud.

Ya, dua tahun yang lalu, dia direkrut menjadi salah satu pengajar di taman kanak-kanak (TK) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tuban.

Kini, pendidik yang akrab disapa Resa itu merasa sangat bahagia karena bisa dekat dengan dunia balita.

Dara yang baru lulus dari jurusan PG/PAUD Unirow Tuban itu mengatakan, dekat dengan anak-anak membuat semua kesedihannya hilang seketika. 

Tawa anak didiknya seakan menjadi obat mujarab pikiran suntuknya. ‘’Anak-anak bagi saya obat paling ajaib mengubah perasaan sedih jadi bahagia,’’ tambah dia.

Dara yang tinggal di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu mengatakan, keuntungan lain menjadi guru TK adalah bisa melatih insting keibuan.

Baca Juga :  Tradisi Ramadan: Kurma, lalu Aneka Gorengan

Anak yang tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas di depannya, secara tidak langsung memunculkan jiwa keibuan sang guru. 

‘’Jadi ini bisa menjadi bekal sebelum berumah tangga dan mempunyai momongan,’’ ungkap alumni SMAN 5 Tuban itu. 

Selama menjadi pendidik para balita, Resa mengaku tanpa duka. Meski terkadang ada anak asuhnya yang bandel, justru itu menjadi hiburan tersendiri.

‘’Kalau menangani anak bandel justru menjadi kenangan. Kalau diingat-ingat bisa senyum-senyum sendiri,’’ ucap dara yang hobi ngetrail itu.

Kebahagiaan Ferina Resa Anggraeni, 22, tak bisa disembunyikan. Salah satu impian terbesarnya untuk jadi guru anak-anak terwujud.

Ya, dua tahun yang lalu, dia direkrut menjadi salah satu pengajar di taman kanak-kanak (TK) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tuban.

Kini, pendidik yang akrab disapa Resa itu merasa sangat bahagia karena bisa dekat dengan dunia balita.

Dara yang baru lulus dari jurusan PG/PAUD Unirow Tuban itu mengatakan, dekat dengan anak-anak membuat semua kesedihannya hilang seketika. 

Tawa anak didiknya seakan menjadi obat mujarab pikiran suntuknya. ‘’Anak-anak bagi saya obat paling ajaib mengubah perasaan sedih jadi bahagia,’’ tambah dia.

Dara yang tinggal di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu mengatakan, keuntungan lain menjadi guru TK adalah bisa melatih insting keibuan.

Baca Juga :  Bepergian Sambil Jepret Foto

Anak yang tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas di depannya, secara tidak langsung memunculkan jiwa keibuan sang guru. 

‘’Jadi ini bisa menjadi bekal sebelum berumah tangga dan mempunyai momongan,’’ ungkap alumni SMAN 5 Tuban itu. 

Selama menjadi pendidik para balita, Resa mengaku tanpa duka. Meski terkadang ada anak asuhnya yang bandel, justru itu menjadi hiburan tersendiri.

‘’Kalau menangani anak bandel justru menjadi kenangan. Kalau diingat-ingat bisa senyum-senyum sendiri,’’ ucap dara yang hobi ngetrail itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/