alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Tetap Setor Minyak, Meski Sumur Tak Aktif

- Advertisement -

KEDEWAN – Komisi A DPRD Bojonegoro meminta PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 untuk mengawasi ketat produksi minyak di sumur tua. Sebab, ada indikasi sumur minyak yang tidak aktif dilaporkan aktif, sehingga pengelola sumur tua tersebut bisa menyetor minyak ke Pertamina. ’’Saat kami (komisi A) sidak di sumur minyak yang dikelola KUD Sumber Pangan di Kedewan, ternyata sumurnya tidak aktif. Anehnya, KUD ini tetap mengirim minyak ke Pertamina,’’ ujar anggota Komisi A DPRD Bojonegoro Dony Bayu Setiawan kemarin (6/9).

Dony mengatakan, KUD Sumber Pangan mempunyai izin untuk mengelola sumur yang sudah ditetapkan lokasinya. Selain lokasi desa dan kecamatannya, titik koordinat sumur itu juga disebutkan. Sehingga, komisi A dengan mudah mendatangi lokasi yang disebutkan. Namun, alangkah kagetnya saat di lokasi tidak ditemukan sumur yang masih produksi. ’’Kami temukan di wilayah Kawenangan dan Wonocolo. Malah ada titik sumur yang sudah didirikan rumah,’’ ungkapnya.

Namun, KUD Sumber Pangan terus mengirim minyak mentah ke Pertamina. Sebab, kewajiban pengelola memang memroduksi minyak dan menyetorkan ke Pertamina. Jika, sumur yang diberi izin untuk dikelola itu tidak aktif, pihaknya menduga ada produksi minyak dari sumur yang tanpa izin masuk ke KUD, lalu dikirim ke Pertamina. ’’Kalau seperti itu kan tidak baik. Produksi minyak mestinya sesuai aturan,’’ katanya.

Baca Juga :  Curi Uang Toko, Tepergok, Diamankan

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2008 dijelaskan, siapa saja yang mengelola sumur minyak tua. Selain BUMD yang diberi izin, KUD juga bisa mengelola selama mendapat izin dari Pertamina. Sumur yang diizinkan dikelola itu sudah dipastikan lokasi, bahkan sampai titik koordinatnya.

Terpisah, Field Manager PT Pertamina EP Asset 4 Heru Irianto mengakui kalau ada lima sumur yang dikelola KUD Sumber Pangan tidak aktif dan produksi. Namun, KUD tersebut masih mengirim minyak ke Pertamina karena sebagai bentuk kesadaran untuk memberikan hasil minyak pada negara. ’’Saat ini dilakukan karena kesadaran masyarakat untuk memberikan hasil minyaknya kepada negara dan bukan kepada ilegal revinory,’’ terangnya. 

- Advertisement -

Kesadaran ini, lanjut dia, harusnya bisa menjadi contoh bagi yang lain, dan KUD dinilai hanya memfasilitasi keadaan tersebut. Sementara, BUMD yang seharusnya memiliki tanggungjawab mengelola, produksi dan menyetor hasilnya ke Pertamina, menurut dia, sebaiknya segera melakukan pendekatan kepada masyarakat dan mensosialisasikan kepada masyarakat serta bekerjasama dengan KUD setempat. ’’Mereka semua adalah masyarakat Bojonegoro yang seharusnya memiliki peluang yang sama. Apa yang sudah baik selama ini seharusnya dapat lebih ditingkatkan dan dikembangkan sesuai dengan tujuannya, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penambang,’’ katanya.

Baca Juga :  Kamar Terbakar Gegerkan Warga

Pada intinya, lanjut dia, minyak yang berasal dari sumur yang ada di dalam perjanjian, tetapi adakalanya masyarakat yang sumurnya tidak masuk dalam perjanjian menginginkan untuk dikirimkan ke negara melalui Pertamina. ’’Mereka dapat berkonsolidasi dengan BUMD atau KUD yang memiliki perjanjian. Hal ini untuk menghindari minyak yang dijual keluar,’’ tandasnya.

KEDEWAN – Komisi A DPRD Bojonegoro meminta PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 untuk mengawasi ketat produksi minyak di sumur tua. Sebab, ada indikasi sumur minyak yang tidak aktif dilaporkan aktif, sehingga pengelola sumur tua tersebut bisa menyetor minyak ke Pertamina. ’’Saat kami (komisi A) sidak di sumur minyak yang dikelola KUD Sumber Pangan di Kedewan, ternyata sumurnya tidak aktif. Anehnya, KUD ini tetap mengirim minyak ke Pertamina,’’ ujar anggota Komisi A DPRD Bojonegoro Dony Bayu Setiawan kemarin (6/9).

Dony mengatakan, KUD Sumber Pangan mempunyai izin untuk mengelola sumur yang sudah ditetapkan lokasinya. Selain lokasi desa dan kecamatannya, titik koordinat sumur itu juga disebutkan. Sehingga, komisi A dengan mudah mendatangi lokasi yang disebutkan. Namun, alangkah kagetnya saat di lokasi tidak ditemukan sumur yang masih produksi. ’’Kami temukan di wilayah Kawenangan dan Wonocolo. Malah ada titik sumur yang sudah didirikan rumah,’’ ungkapnya.

Namun, KUD Sumber Pangan terus mengirim minyak mentah ke Pertamina. Sebab, kewajiban pengelola memang memroduksi minyak dan menyetorkan ke Pertamina. Jika, sumur yang diberi izin untuk dikelola itu tidak aktif, pihaknya menduga ada produksi minyak dari sumur yang tanpa izin masuk ke KUD, lalu dikirim ke Pertamina. ’’Kalau seperti itu kan tidak baik. Produksi minyak mestinya sesuai aturan,’’ katanya.

Baca Juga :  Kamar Terbakar Gegerkan Warga

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2008 dijelaskan, siapa saja yang mengelola sumur minyak tua. Selain BUMD yang diberi izin, KUD juga bisa mengelola selama mendapat izin dari Pertamina. Sumur yang diizinkan dikelola itu sudah dipastikan lokasi, bahkan sampai titik koordinatnya.

Terpisah, Field Manager PT Pertamina EP Asset 4 Heru Irianto mengakui kalau ada lima sumur yang dikelola KUD Sumber Pangan tidak aktif dan produksi. Namun, KUD tersebut masih mengirim minyak ke Pertamina karena sebagai bentuk kesadaran untuk memberikan hasil minyak pada negara. ’’Saat ini dilakukan karena kesadaran masyarakat untuk memberikan hasil minyaknya kepada negara dan bukan kepada ilegal revinory,’’ terangnya. 

- Advertisement -

Kesadaran ini, lanjut dia, harusnya bisa menjadi contoh bagi yang lain, dan KUD dinilai hanya memfasilitasi keadaan tersebut. Sementara, BUMD yang seharusnya memiliki tanggungjawab mengelola, produksi dan menyetor hasilnya ke Pertamina, menurut dia, sebaiknya segera melakukan pendekatan kepada masyarakat dan mensosialisasikan kepada masyarakat serta bekerjasama dengan KUD setempat. ’’Mereka semua adalah masyarakat Bojonegoro yang seharusnya memiliki peluang yang sama. Apa yang sudah baik selama ini seharusnya dapat lebih ditingkatkan dan dikembangkan sesuai dengan tujuannya, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penambang,’’ katanya.

Baca Juga :  Pemuda Cabul Dipenjara Lima Tahun

Pada intinya, lanjut dia, minyak yang berasal dari sumur yang ada di dalam perjanjian, tetapi adakalanya masyarakat yang sumurnya tidak masuk dalam perjanjian menginginkan untuk dikirimkan ke negara melalui Pertamina. ’’Mereka dapat berkonsolidasi dengan BUMD atau KUD yang memiliki perjanjian. Hal ini untuk menghindari minyak yang dijual keluar,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/