alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Limbah Kuarsa Diduga Cemari Sungai

TUBAN – Kondisi air sungai di Desa Jenu, Kecamatan Jenu dua hari terakhir berubah keruh kecoklatan. Diduga kuat berubahnya warna air sungai tersebut akibat tercemar limbah pencucian pasir kuarsa yang beroperasi di sekitar sungai setempat.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban Selasa (5/9) sekitar pukul 13.30, limbah pasir kuarsa terlihat mengalir dari salah satu pipa yang terhubung dengan  pencucian pasir kuarsa. Air yang keluar dari pipa ini langsung turun ke sungai. 

Salah satu warga yang kerap memancing di sungai tersebut mengaku, kondisi air sungai yang keruh kerap terjadi. ”Perubahan warna air itu mendadak, padahal tidak sedang turun hujan,” ujar salah satu pemancing yang keberatan namanya dikorankan. 

Baca Juga :  Kejari Bekuk DPO Penganiayaan Anak

Pencemaran sungai setempat sempat diprotes warga pada 26 Mei lalu. Belasan warga sekitar mendatangi pencucian pasir kuarsa di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu yang tak jauh dari aliran sungai tersebut.

Atas protes warga, Dinas Lingkungan Hidup Tuban mengambil langkah dengan memberhentikan sementara  aktivitas pencucian pasir kuarsa tersebut. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban Moelyadi saat dikonfirmasi mengatakan, sejak diprotes warga Mei lalu, pengusaha pencucian pasir kuarsa sudah memasang pipa untuk pembuangan limbah ke laut. Harapannya, limbah tak mencemari sungai. ‘’Segera saya ceknya. Terima kasih informasinya,’’ ujar dia yang berjanji kembali turun ke lapangan.

TUBAN – Kondisi air sungai di Desa Jenu, Kecamatan Jenu dua hari terakhir berubah keruh kecoklatan. Diduga kuat berubahnya warna air sungai tersebut akibat tercemar limbah pencucian pasir kuarsa yang beroperasi di sekitar sungai setempat.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban Selasa (5/9) sekitar pukul 13.30, limbah pasir kuarsa terlihat mengalir dari salah satu pipa yang terhubung dengan  pencucian pasir kuarsa. Air yang keluar dari pipa ini langsung turun ke sungai. 

Salah satu warga yang kerap memancing di sungai tersebut mengaku, kondisi air sungai yang keruh kerap terjadi. ”Perubahan warna air itu mendadak, padahal tidak sedang turun hujan,” ujar salah satu pemancing yang keberatan namanya dikorankan. 

Baca Juga :  Minim Laga, Pendapatan Stadion Masih Rendah

Pencemaran sungai setempat sempat diprotes warga pada 26 Mei lalu. Belasan warga sekitar mendatangi pencucian pasir kuarsa di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu yang tak jauh dari aliran sungai tersebut.

Atas protes warga, Dinas Lingkungan Hidup Tuban mengambil langkah dengan memberhentikan sementara  aktivitas pencucian pasir kuarsa tersebut. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban Moelyadi saat dikonfirmasi mengatakan, sejak diprotes warga Mei lalu, pengusaha pencucian pasir kuarsa sudah memasang pipa untuk pembuangan limbah ke laut. Harapannya, limbah tak mencemari sungai. ‘’Segera saya ceknya. Terima kasih informasinya,’’ ujar dia yang berjanji kembali turun ke lapangan.

Artikel Terkait

Most Read

Bodjanegara atau Bojonegoro?

Taman HIjau di Bundaran Paji Terbakar

Langsung Dikontrak Dua Musim

Harga Bawang Putih Meroket

Artikel Terbaru


/