alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Upacara Kemerdekaan Tanpa Paskibra

Radar Tuban – Pemkab Tuban sudah memutuskan pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI akan diselenggarakan terbatas. Upacara yang jatuh pada 17 Agustus itu dipastikan tak melibatkan pasukan pengibar bendera (paskibra).

Undangan pun terbatas dengan menerapkan aturan jaga jarak. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistyadi memastikan, upacara tidak melibatkan tim paskibra. Hanya disiapkan tiga personel pengibar bendera beserta cadangannya. Itu pun hasil seleksi 2019. Pejabat yang akrab disapa Didit itu menyampaikan, institusinya menggelar rekrutmen paskibra sebelum pandemi Covid-19.

Ketika seleksi baru berjalan separo dan sementara terpilih 76 personel, seluruh aktivitas seleksi mendadak dihentikan menyusul larangan menyelenggarakan kerumunan. ‘’Seba nyak 76 personel tersebut akhirnya tidak terpakai,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Ajudan Positif, Bupati Tuban Dites Swab

Mantan camat Tuban itu mengatakan, berdasarkan imbauan pemerintah pusat dan provinsi, upacara dirancang dengan melibatkan undangan terbatas. Hanya diperbolehkan mengundang 20 orang. Itu pun sudah termasuk dari forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), TNI, dan Polri.

‘’Sudah dirancang konsep upacara secara minimalis. Hanya undangan tertentu termasuk TNI dan Polri,’’ terang Didit. Sinyal yang sama juga berlaku untuk peringatan Agustusan lainnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein memperbolehkan penyelenggaraan acara peringatan Agustusan jika Bumi Wali sudah kategori zona hijau.

Hingga pekan pertama Agustus, Tuban masih zona oranye. Jumlah pasien Covid-19 justru terus meningkat pasca dibukanya era adaptasi kebiasaan baru. Karena itu, Satgas Covid-19 terpaksa melarang perayaan Agustusan.

Baca Juga :  Akhir Februari Vaksinasi Ditarget Tuntas

Radar Tuban – Pemkab Tuban sudah memutuskan pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 RI akan diselenggarakan terbatas. Upacara yang jatuh pada 17 Agustus itu dipastikan tak melibatkan pasukan pengibar bendera (paskibra).

Undangan pun terbatas dengan menerapkan aturan jaga jarak. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistyadi memastikan, upacara tidak melibatkan tim paskibra. Hanya disiapkan tiga personel pengibar bendera beserta cadangannya. Itu pun hasil seleksi 2019. Pejabat yang akrab disapa Didit itu menyampaikan, institusinya menggelar rekrutmen paskibra sebelum pandemi Covid-19.

Ketika seleksi baru berjalan separo dan sementara terpilih 76 personel, seluruh aktivitas seleksi mendadak dihentikan menyusul larangan menyelenggarakan kerumunan. ‘’Seba nyak 76 personel tersebut akhirnya tidak terpakai,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Harga Bahan Pangan Mulai Naik

Mantan camat Tuban itu mengatakan, berdasarkan imbauan pemerintah pusat dan provinsi, upacara dirancang dengan melibatkan undangan terbatas. Hanya diperbolehkan mengundang 20 orang. Itu pun sudah termasuk dari forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), TNI, dan Polri.

‘’Sudah dirancang konsep upacara secara minimalis. Hanya undangan tertentu termasuk TNI dan Polri,’’ terang Didit. Sinyal yang sama juga berlaku untuk peringatan Agustusan lainnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein memperbolehkan penyelenggaraan acara peringatan Agustusan jika Bumi Wali sudah kategori zona hijau.

Hingga pekan pertama Agustus, Tuban masih zona oranye. Jumlah pasien Covid-19 justru terus meningkat pasca dibukanya era adaptasi kebiasaan baru. Karena itu, Satgas Covid-19 terpaksa melarang perayaan Agustusan.

Baca Juga :  Abidin Fikri Belum Bersikap

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/