alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Dua Hari Mual dan Pusing, 15 Warga Dirawat di Puskesmas

Radar Lamongan – Ruangan berisi lima tempat tidur di salah satu bagian Puskesmas Babat itu ditempati anak – anak. Sebagian di antara mereka tidur – tiduran. Sebagian lagi, duduk santai. Jarum infus menancap di tangan kiri mereka.

Lima anak itu menjalani perawatan setelah merasakan mual dan muntah. Tidak hanya mereka. Juga ada sepuluh orang yang lebih dewasa menjalani perawatan di dua ruangan berbeda. Lima belas pasien itu semuanya ikut menghadiri hajatan nikahan di lingkungan Gilang, Kelurahan/Kecamatan Babat.

Mereka mencicipi hidangan yang disediakan pemilik hajatan Sulati dan Maftukin Sekretaris Kelurahan Babat Deni Yudho Asmoro mengatakan, hajatan nikahan itu digelar 3 Agustus. Usai menghadiri acara tersebut, beberapa warga mengeluhkan perut sakit dan mual – mual keesokan harinya (4/8). Namun, mereka tidak langsung berobat.

Penyakit itu ditahan dengan meminum obat bebas yang mereka anggap bisa menyembuhkan. Apalagi, saat ini masa pandemi Covid-19. Namun, empat orang tak tahan dengan derita penyakit yang dirasakan. Mereka memilih berobat ke Puskesmas Babat (5/8).

Baca Juga :  Mustakim dan Mei Mahmudah, Perajin Aneka Kostum Karnaval

‘’Dari situlah akhirnya sebelas orang sekarang (kemarin pagi, Red) ikut melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Babat,’’ jelas Deni. Menurut dia, ada seratus orang lebih yang menghadiri acara pernikahan tersebut. Sebagian juga mengalami hal yang sama. Namun, mereka tidak berobat ke puskesmas. Mereka memeriksakan diri ke klinik dan hanya menjalani rawat jalan.

‘’Jadi sekarang ini sebanyak 15 orang yang dirawat. Dengan rincian 5 anak – anak, 10 orang dewasa. Kemungkinan besar ini korban telah keracunan hidangan yang punya hajat,’’ tuturnya. Deni menjelaskan, pada hari-H acara, hidangan habis menjelang malam. Tuan rumah lalu meracik makanan lagi. Racikan kedua inilah yang diduga menyebabkan keracunan.

Bima Satria Firmansyah, salah satu pasien di Puskesmas Babat mengatakan, dirinya waktu itu makan soto. Keesokan harinya, dia merasa mual dan pusing. Dua hari penyakitnya tersebut tak kunjung sembuh. Saat itu, dia mendapatkan informasi banyak orang mengalami hal yang sama. Sebagian di antara mereka memeriksakan diri di klinik setempat.

Baca Juga :  Petani Tebu Untung

‘’Saya juga baru tadi pagi (kemarin) dirawat di puskesmas,’’ katanya. Setelah ditangani tim medis, Bima merasa tidak mual lagi. Hanya pusing yang masih dirasakannya. ‘’Semoga saja besok sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Di rumah dua hari tak muntah meskipun mual dan pusing,’’ jelasnya.

Kepala Puskesmas Babat dr Sri Murni mengatakan, ada lima belas orang yang dilakukan perawatan di Puskesmas Babat. Kondisi pasien membaik setelah ditangani pihaknya. Berdasarkan pengakuan pasien, lanjut dia, mereka makan dan minum es di rumah pemilik hajatan nikahan tersebut.

‘’Pasien ini tidak semua ke sini tadi (kemarin) pagi. Kemarin (5/8) sebanyak 4 orang. Sisanya tadi pagi,’’ katanya. Dia menuturkan, sample sisa makanan dan minuman yang dimakan pasien sudah diambil dan dikirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Lamongan. ‘’Semoga saja tak sampai menunggu lama, korban semua sudah pulang,’’ ujarnya.

Radar Lamongan – Ruangan berisi lima tempat tidur di salah satu bagian Puskesmas Babat itu ditempati anak – anak. Sebagian di antara mereka tidur – tiduran. Sebagian lagi, duduk santai. Jarum infus menancap di tangan kiri mereka.

Lima anak itu menjalani perawatan setelah merasakan mual dan muntah. Tidak hanya mereka. Juga ada sepuluh orang yang lebih dewasa menjalani perawatan di dua ruangan berbeda. Lima belas pasien itu semuanya ikut menghadiri hajatan nikahan di lingkungan Gilang, Kelurahan/Kecamatan Babat.

Mereka mencicipi hidangan yang disediakan pemilik hajatan Sulati dan Maftukin Sekretaris Kelurahan Babat Deni Yudho Asmoro mengatakan, hajatan nikahan itu digelar 3 Agustus. Usai menghadiri acara tersebut, beberapa warga mengeluhkan perut sakit dan mual – mual keesokan harinya (4/8). Namun, mereka tidak langsung berobat.

Penyakit itu ditahan dengan meminum obat bebas yang mereka anggap bisa menyembuhkan. Apalagi, saat ini masa pandemi Covid-19. Namun, empat orang tak tahan dengan derita penyakit yang dirasakan. Mereka memilih berobat ke Puskesmas Babat (5/8).

Baca Juga :  Masjid Jami Al – Huda, Dikelola NU dan Muhammadiyah Secara Harmonis

‘’Dari situlah akhirnya sebelas orang sekarang (kemarin pagi, Red) ikut melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Babat,’’ jelas Deni. Menurut dia, ada seratus orang lebih yang menghadiri acara pernikahan tersebut. Sebagian juga mengalami hal yang sama. Namun, mereka tidak berobat ke puskesmas. Mereka memeriksakan diri ke klinik dan hanya menjalani rawat jalan.

‘’Jadi sekarang ini sebanyak 15 orang yang dirawat. Dengan rincian 5 anak – anak, 10 orang dewasa. Kemungkinan besar ini korban telah keracunan hidangan yang punya hajat,’’ tuturnya. Deni menjelaskan, pada hari-H acara, hidangan habis menjelang malam. Tuan rumah lalu meracik makanan lagi. Racikan kedua inilah yang diduga menyebabkan keracunan.

Bima Satria Firmansyah, salah satu pasien di Puskesmas Babat mengatakan, dirinya waktu itu makan soto. Keesokan harinya, dia merasa mual dan pusing. Dua hari penyakitnya tersebut tak kunjung sembuh. Saat itu, dia mendapatkan informasi banyak orang mengalami hal yang sama. Sebagian di antara mereka memeriksakan diri di klinik setempat.

Baca Juga :  Awalnya Mengira Selingkuhan Istri

‘’Saya juga baru tadi pagi (kemarin) dirawat di puskesmas,’’ katanya. Setelah ditangani tim medis, Bima merasa tidak mual lagi. Hanya pusing yang masih dirasakannya. ‘’Semoga saja besok sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Di rumah dua hari tak muntah meskipun mual dan pusing,’’ jelasnya.

Kepala Puskesmas Babat dr Sri Murni mengatakan, ada lima belas orang yang dilakukan perawatan di Puskesmas Babat. Kondisi pasien membaik setelah ditangani pihaknya. Berdasarkan pengakuan pasien, lanjut dia, mereka makan dan minum es di rumah pemilik hajatan nikahan tersebut.

‘’Pasien ini tidak semua ke sini tadi (kemarin) pagi. Kemarin (5/8) sebanyak 4 orang. Sisanya tadi pagi,’’ katanya. Dia menuturkan, sample sisa makanan dan minuman yang dimakan pasien sudah diambil dan dikirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Lamongan. ‘’Semoga saja tak sampai menunggu lama, korban semua sudah pulang,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Menguasai Dua Bahasa

Peduli Kesejahteraan Masyarakat

Suporter Berulah Siap Bayar Denda

Berkas Belum Beres

Artikel Terbaru


/