alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Disbupdar Belum Bisa Realisasikan Museum Budaya Tahun Ini

Radar Bojonegoro – Pembangunan museum masih belum bisa dilakukan tahun ini. Menyusul tidak termasuknya dalam program prioritas. Namun, dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) setempat akan berkoordinasi lagi untuk merealisasikannya di tahun-tahun mendatang.

Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto mengakui saat ini belum ada tempat representatif untuk dapat memamerkan temuan-temuan koleksi benda bersejarah dan purbakala. Sehingga sebatas mengamankan, menyimpan, serta memelihara di berbagai tempat yang tersebar. ‘’Tahun ini belum bisa melaksanakan (pembangunan museum). Mudah-mudahan tahun ke depannya bisa terealisasi,” katanya ditemui di kantornya kemarin (6/8).

Saat ini, menurut dia, pemkab memiliki program prioritas pembangunan. Sedangkan, museum belum termasuk di dalamnya. Sehingga fokus pemkab masih menuntaskan program prioritas itu. Seperti halnya pembangunan infrastruktur jalan, kemiskinan, dan sebagainya. ‘’Memang itu (pembangunan museum) termasuk dalam program kami. Ini kami masih upayakan,” ujar pria sebelumnya menjabat sekretaris disbudpar itu.

Baca Juga :  Perbanyak Beasiswa, Pemkab Bojonegoro Serius Tingkatkan IPM

Budiyanto telah berkoordinasi dengan badan perencanaan dan pembangunan daerah (bappeda) setempat terkait itu. Kaitannya kajian memasukkan pembangunan museum dalam program dan merealisasikannya. Namun, ia belum memeriksa lagi hasil rekomendasinya. ‘’Nanti kami akan koordinasikan lagi bagaimana rekomendasi selanjutnya,” lanjutnya. Sehingga kepastian realisasi pembangunan museum masih menunggu hasil kajian dan rekomendasi.

Meski demikian, pihaknya juga mempersiapkan beberapa opsi. Jikalau ke depannya belum bisa melakukan pengadaan pembangunan museum baru. ‘’Insyaallah kami akan minta izin menempati bangunan milik pemkab yang tidak dipergunakan dan bisa dipakai sementara,” tutur dia.

Disinggung rencana memanfaatkan salah satu rumah tua di Kecamatan Padangan? Menurut dia, memang ada wacana seperti itu. Sebab, sangat disayangkan jika rumah dibiarkan kosong dan tidak difungsikan. ‘’Bisa jadi kalau kita belum punya museum besar, sebagian koleksi benda juga akan kami taruh di sana.

Baca Juga :  Rendahnya Kesadaran Daftarkan Merek

Sesuai segmentasinya (jenis koleksi sesuai dengan potret lokasi),” jelasnya. Namun, rencana itu bukan berarti seluruh koleksi akan diletakkan di rumah tua Padangan. Karena kapasitas rumah tua Padangan tidak memungkinkan menampung. Belum lagi ketersediaan lokasi parkir yang kurang memadai. Mengingat lokasinya berada di muka jalanan protokol.

Radar Bojonegoro – Pembangunan museum masih belum bisa dilakukan tahun ini. Menyusul tidak termasuknya dalam program prioritas. Namun, dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) setempat akan berkoordinasi lagi untuk merealisasikannya di tahun-tahun mendatang.

Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto mengakui saat ini belum ada tempat representatif untuk dapat memamerkan temuan-temuan koleksi benda bersejarah dan purbakala. Sehingga sebatas mengamankan, menyimpan, serta memelihara di berbagai tempat yang tersebar. ‘’Tahun ini belum bisa melaksanakan (pembangunan museum). Mudah-mudahan tahun ke depannya bisa terealisasi,” katanya ditemui di kantornya kemarin (6/8).

Saat ini, menurut dia, pemkab memiliki program prioritas pembangunan. Sedangkan, museum belum termasuk di dalamnya. Sehingga fokus pemkab masih menuntaskan program prioritas itu. Seperti halnya pembangunan infrastruktur jalan, kemiskinan, dan sebagainya. ‘’Memang itu (pembangunan museum) termasuk dalam program kami. Ini kami masih upayakan,” ujar pria sebelumnya menjabat sekretaris disbudpar itu.

Baca Juga :  Proyek JTB Hanya Serap 6.000 Pekerja

Budiyanto telah berkoordinasi dengan badan perencanaan dan pembangunan daerah (bappeda) setempat terkait itu. Kaitannya kajian memasukkan pembangunan museum dalam program dan merealisasikannya. Namun, ia belum memeriksa lagi hasil rekomendasinya. ‘’Nanti kami akan koordinasikan lagi bagaimana rekomendasi selanjutnya,” lanjutnya. Sehingga kepastian realisasi pembangunan museum masih menunggu hasil kajian dan rekomendasi.

Meski demikian, pihaknya juga mempersiapkan beberapa opsi. Jikalau ke depannya belum bisa melakukan pengadaan pembangunan museum baru. ‘’Insyaallah kami akan minta izin menempati bangunan milik pemkab yang tidak dipergunakan dan bisa dipakai sementara,” tutur dia.

Disinggung rencana memanfaatkan salah satu rumah tua di Kecamatan Padangan? Menurut dia, memang ada wacana seperti itu. Sebab, sangat disayangkan jika rumah dibiarkan kosong dan tidak difungsikan. ‘’Bisa jadi kalau kita belum punya museum besar, sebagian koleksi benda juga akan kami taruh di sana.

Baca Juga :  Perbanyak Beasiswa, Pemkab Bojonegoro Serius Tingkatkan IPM

Sesuai segmentasinya (jenis koleksi sesuai dengan potret lokasi),” jelasnya. Namun, rencana itu bukan berarti seluruh koleksi akan diletakkan di rumah tua Padangan. Karena kapasitas rumah tua Padangan tidak memungkinkan menampung. Belum lagi ketersediaan lokasi parkir yang kurang memadai. Mengingat lokasinya berada di muka jalanan protokol.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/