alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Belajar Dulu ke Surabaya

KOTA, Radar Lamongan – Lamongan ingin membangun lahan parkir di atas kali atau sungai. Bidikannya, lahan di atas Sungai Kaliotik. Mulai belakang Masjid Agung Lamongan hingga Jalan Laras –  Liris Lamongan.

“Masih wacana, saya kira perlu belajar dulu ke Surabaya,” ujar Kasi Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan, Moh Sukiman.

Menurut dia, rencana tersebut harus dipikirkan matang. Apalagi, memanfaatkan lahan sungai. Jangan sampai nantinya merubah lebar dan kedalaman sungai. Sebab, sungai tersebut masih dimanfaatkan untuk aliran ke laut.

Menurut dia, Lamongan harus banyak belajar dengan kabupaten dan kota yang memanfaatkan lahan sungai. Baik untuk jalan atau lainnya. Dia mencontohkan Surabaya yang lebih dulu menutup sungai untuk kepentingan lain. Sebab, meski bukan termasuk alih fungsi lahan, membangun jalan dan memanfaatkan lahan di atas sungai aktif perlu pertimbangan matang. Selain anggaran, juga pertimbangan dampak yang disebabkan bangunan tersebut.

Baca Juga :  Daging Kurban Diimbau Pakai Daun Pisang atau Jati

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M Zamroni, mengatakan, rencana memanfaatkan lahan atas sungai memang ada. Namun, dia belum tahu realisasinya. Saat ini masih dikomunikasikan forum yang terdiri atas satpol PP, dishub, asisten, bappeda, bagian perekonomian, dan disperindag.

Berdasarkan hasil kajian, perlu dilakukan relokasi PKL di jalan protokol. Sebab, adanya PKL bisa memicu kemacetan akibat parkir yang salah. PKL akan diarahkan di tempat lebih aman serta luas. Jika rencana pembangunan lahan atas sungai terealisasi, maka ada kemungkinan PKL pasar tingkat akan dipindah lagi. “Ada banyak kemungkinan, tapi sementara mereka di Andansari dulu,” tandasnya.

Opsi membangun lahan parkir di atas sungai dilakukan karena Lamongan butuh lahan parkir. Khususnya pasar tingkat. Selama ini, saat pengunjung membludak, banyak memanfaatkan bahu jalan. Sehingga merusak estetika pasar dalam kota.

Baca Juga :  Kiper Persela Lamongan Diisi Muka Baru

“Itu kenapa kita relokasi PKL-nya supaya jalan protokol bisa tertib,” jelasnya.

Zamroni menuturkan, PKL  bakal direlokasi di Jalan Andansari karena  lokasi sentra PKL  itu sebagian kosong. Masih cukup untuk menampung sekitar 20 pedagang.

Dia masih memastikan data di lapangan. Namun, data yang masuk sementara bertambah 25 PKL.

KOTA, Radar Lamongan – Lamongan ingin membangun lahan parkir di atas kali atau sungai. Bidikannya, lahan di atas Sungai Kaliotik. Mulai belakang Masjid Agung Lamongan hingga Jalan Laras –  Liris Lamongan.

“Masih wacana, saya kira perlu belajar dulu ke Surabaya,” ujar Kasi Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan, Moh Sukiman.

Menurut dia, rencana tersebut harus dipikirkan matang. Apalagi, memanfaatkan lahan sungai. Jangan sampai nantinya merubah lebar dan kedalaman sungai. Sebab, sungai tersebut masih dimanfaatkan untuk aliran ke laut.

Menurut dia, Lamongan harus banyak belajar dengan kabupaten dan kota yang memanfaatkan lahan sungai. Baik untuk jalan atau lainnya. Dia mencontohkan Surabaya yang lebih dulu menutup sungai untuk kepentingan lain. Sebab, meski bukan termasuk alih fungsi lahan, membangun jalan dan memanfaatkan lahan di atas sungai aktif perlu pertimbangan matang. Selain anggaran, juga pertimbangan dampak yang disebabkan bangunan tersebut.

Baca Juga :  SMKN Tambakboyo Curi Start PPDB

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M Zamroni, mengatakan, rencana memanfaatkan lahan atas sungai memang ada. Namun, dia belum tahu realisasinya. Saat ini masih dikomunikasikan forum yang terdiri atas satpol PP, dishub, asisten, bappeda, bagian perekonomian, dan disperindag.

Berdasarkan hasil kajian, perlu dilakukan relokasi PKL di jalan protokol. Sebab, adanya PKL bisa memicu kemacetan akibat parkir yang salah. PKL akan diarahkan di tempat lebih aman serta luas. Jika rencana pembangunan lahan atas sungai terealisasi, maka ada kemungkinan PKL pasar tingkat akan dipindah lagi. “Ada banyak kemungkinan, tapi sementara mereka di Andansari dulu,” tandasnya.

Opsi membangun lahan parkir di atas sungai dilakukan karena Lamongan butuh lahan parkir. Khususnya pasar tingkat. Selama ini, saat pengunjung membludak, banyak memanfaatkan bahu jalan. Sehingga merusak estetika pasar dalam kota.

Baca Juga :  Protes Hasil Pilkades, Datangi Pemkab

“Itu kenapa kita relokasi PKL-nya supaya jalan protokol bisa tertib,” jelasnya.

Zamroni menuturkan, PKL  bakal direlokasi di Jalan Andansari karena  lokasi sentra PKL  itu sebagian kosong. Masih cukup untuk menampung sekitar 20 pedagang.

Dia masih memastikan data di lapangan. Namun, data yang masuk sementara bertambah 25 PKL.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/