alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Terciduk Ngopi dan Langgar Prokes, Sembunyi di Semak-Semak

Radar Bojonegoro – Wiu-wiu-wiu suara sirene melintas di Jalan Teuku Umar, sekitar pukul 20.30. Semakin mendekat suara wiu-wiu-wiu semakin mengeras, diikuti berderet mobil kepolisian. Mengetahui ada warung kopi di pojokan, rem mobil kepolisian itu mendadak berhenti.

Anggota kepolisian dan tim gabungan bergegas turun dari armada. Terlihat ada lima pemuda nongkrong ngopi di warung tersebut. Sebenarnya lima pemuda itu keberadannya tak terlihat. Tertutup seng. Namun, gerak-geriknya tetap terpantau.

Merasa takut, satu di antara pemuda itu melarikan diri. Memilih kabur ke selatan warung. Satu pemuda memakai celana pendek itu sempat sembunyi di semak-semak. Namun, pelarian pemuda tersebut tetap terpantau. Begitu tepergok, pemuda tersebut hanya senyum dan tertawa.

Razia Senin malam itu, tim gabungan akhirnya melakukan tes swab terhadap lima pemuda tersebut. Hasilnya, negatif. Tes swab antigen dadakan ini dilakukan seiring PPKM darurat.

Baca Juga :  Dorong Agrowisata di GondangĀ 

Tak hanya tes swab, pelanggaran PPKM darurat ini, warung kopi tersebut juga disegel garis polisi. Razia gabungan itu bergeser ke stan-stan Taman Rajekwesi. Berderet mobil patroli masuk ke area taman bekas terminal itu. Sejumlah pemuda yang ngopi semburat.

Namun, kedatangan petugas lebih sigap. Pemuda yang kabur itu tertangkap. Sanksinya mereka diminta pushup bersama-sama dengan dilihat banyak petugas. Petugas gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro juga mendatangi warung kopi dan kafe di stan Taman Rajekwesi.

Petugas juga menyegel garis polisi warung kopi atau kafe yang nekat melayani makan di tempat. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di lapangan Senin malam (5/7), petugas gabungan berpatroli dari Jalan Veteran, Jalan Pemuda, Jalan Teuku Umar, Jalan Kartini, kawasan Desa Pacul, Taman Rajekwesi, dan berakhir di Terminal Sosrodilogo.

Kepala Bagian Operasional (KBO) Polres Bojonegoro Kompol Eko Dani Rinawan menerangkan, setiap hari mulai pagi, siang, sore, hingga malam petugas gabungan berpatroli. Lebih dari 15 warung kopi atau kafe disegel garis polisi sejak Sabtu (4/7).

Baca Juga :  Gerakan Samin dan Kearifan Ekologi

Lalu, sekitar lima orang per hari terjaring operasi yustisi karena tidak menaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19 seperti tidak memakai masker. “Kami lakukan pengetatan setiap harinya. Masyarakat diharapkan bisa mematuhi aturan serta menerapkan prokes Covid-19 selama Covid-19,” terangnya.

Sejauh ini, hasil dari tes swab antigen dadakan belum ditemukan warga terkonfirmasi positif Covid-19. Patroli sekaligus operasi yustisi tidak hanya di wilayah perkotaan saja. Tetapi juga dilaksanakan oleh polsek jajaran.

“Kami mengimbau selama PPKM (pemberlakuan pemba tasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini masyarakat patuh dan tidak mengabaikan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” ujar mantan Kapolsek Kota itu. 

Radar Bojonegoro – Wiu-wiu-wiu suara sirene melintas di Jalan Teuku Umar, sekitar pukul 20.30. Semakin mendekat suara wiu-wiu-wiu semakin mengeras, diikuti berderet mobil kepolisian. Mengetahui ada warung kopi di pojokan, rem mobil kepolisian itu mendadak berhenti.

Anggota kepolisian dan tim gabungan bergegas turun dari armada. Terlihat ada lima pemuda nongkrong ngopi di warung tersebut. Sebenarnya lima pemuda itu keberadannya tak terlihat. Tertutup seng. Namun, gerak-geriknya tetap terpantau.

Merasa takut, satu di antara pemuda itu melarikan diri. Memilih kabur ke selatan warung. Satu pemuda memakai celana pendek itu sempat sembunyi di semak-semak. Namun, pelarian pemuda tersebut tetap terpantau. Begitu tepergok, pemuda tersebut hanya senyum dan tertawa.

Razia Senin malam itu, tim gabungan akhirnya melakukan tes swab terhadap lima pemuda tersebut. Hasilnya, negatif. Tes swab antigen dadakan ini dilakukan seiring PPKM darurat.

Baca Juga :  Tak Terkendali, Truk Nabrak Pohon

Tak hanya tes swab, pelanggaran PPKM darurat ini, warung kopi tersebut juga disegel garis polisi. Razia gabungan itu bergeser ke stan-stan Taman Rajekwesi. Berderet mobil patroli masuk ke area taman bekas terminal itu. Sejumlah pemuda yang ngopi semburat.

Namun, kedatangan petugas lebih sigap. Pemuda yang kabur itu tertangkap. Sanksinya mereka diminta pushup bersama-sama dengan dilihat banyak petugas. Petugas gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro juga mendatangi warung kopi dan kafe di stan Taman Rajekwesi.

Petugas juga menyegel garis polisi warung kopi atau kafe yang nekat melayani makan di tempat. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di lapangan Senin malam (5/7), petugas gabungan berpatroli dari Jalan Veteran, Jalan Pemuda, Jalan Teuku Umar, Jalan Kartini, kawasan Desa Pacul, Taman Rajekwesi, dan berakhir di Terminal Sosrodilogo.

Kepala Bagian Operasional (KBO) Polres Bojonegoro Kompol Eko Dani Rinawan menerangkan, setiap hari mulai pagi, siang, sore, hingga malam petugas gabungan berpatroli. Lebih dari 15 warung kopi atau kafe disegel garis polisi sejak Sabtu (4/7).

Baca Juga :  Dorong Agrowisata di GondangĀ 

Lalu, sekitar lima orang per hari terjaring operasi yustisi karena tidak menaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19 seperti tidak memakai masker. “Kami lakukan pengetatan setiap harinya. Masyarakat diharapkan bisa mematuhi aturan serta menerapkan prokes Covid-19 selama Covid-19,” terangnya.

Sejauh ini, hasil dari tes swab antigen dadakan belum ditemukan warga terkonfirmasi positif Covid-19. Patroli sekaligus operasi yustisi tidak hanya di wilayah perkotaan saja. Tetapi juga dilaksanakan oleh polsek jajaran.

“Kami mengimbau selama PPKM (pemberlakuan pemba tasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini masyarakat patuh dan tidak mengabaikan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” ujar mantan Kapolsek Kota itu. 

Artikel Terkait

Most Read

Perbanyak Latihan Beban

Satu Polisi Jaga Tujuh TPS

900 CJH Berangkat Dulu

Artikel Terbaru


/