alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kena Pangkas, Pembangunan Patung Thengul Ditunda

Radar Bojonegoro – Rencana pembangunan patung thengul ditunda. Penundaan itu karena alokasi anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Diperkirakan patung itu baru bisa dibangun tahun depan. Dinas kebudayaan dan pari wisata (disbudpar) awalnya mengalokasikan anggaran senilai Rp 700 juta pembangunan patung thengul itu.

Rencananya, patung thengul itu tidak hanya satu. Ada beberapa patung. Salah satunya akan dibangun di wisata Kahyangan Api. ‘’Rencananya memang tahun ini. Tapi alokasi anggarannya terkena pemangkasan,’’ ujar Penjabat (Pj) Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto ditemui di kantornya kemarin (6/7).

Dia melanjutkan, pembangunan patung itu tidak dibatalkan. Namun, hanya ditunda hingga tahun depan. Rencananya, patung itu akan ditempatkan di Kahyangan Api.

Tujuannya supaya bisa menambah daya tarik objek wisata di Kecamatan Ngasem itu. Sebab, Kahyangan Api salah satu ikon Kota Ledre.

Baca Juga :  Warga Mengapresiasi dan Merespons Positif

‘’Kahyangan Api harus memiliki daya tarik yang lebih. Sebab, itu ikon kita,’’ ujar Budiyanto. Namun, menurut dia, karena penundaan lokasi penempatan juga bisa berubah.

Karena itu, pihaknya juga belum bisa memastikan. Namun, rencana awal memang di Kah yangan Api. ‘’Setelah ditunda ini apakah tetap di Kahyangan Api atau di lokasi lain, kami masih belum memastikan,’’ jelas pria pernah menjabat sekretaris dinas itu.

Disbudpar mengalokasikan anggaran senilai Rp 700 juta untuk pembangunan patung itu. Rencananya, patung thengul itu tidak hanya satu. Namun, ada beberapa patung.

‘’Kalau hanya satu itu nanti jadi monumen. Paling tidak nanti ada dua patung,’’ jelas dia. Selain pembangunan patung thengul, tahun ini disbudpar juga mengalokasikan anggaran pengadaan wayang thengul.

Baca Juga :  Salat Idul Adha Tunggu Evaluasi PPKM Darurat

Tahun ini anggaran pengadaannya sebesar Rp 225 juta. ‘’Kami sudah membeli wayang thengul sejak tahun lalu,’’ ucap Budi. Budi menjelaskan, seniman pembuat wayang thengul di Bojonegoro sudah sepuh.

Pihaknya berusaha melestarikan budaya asli Bojonegoro itu. Sehingga, saat senimannya wafat, karya-karya seninya bisa diselamatkan dan terjaga.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, pemangkasan anggaran untuk Covid-19 memang cukup banyak. Bahkan, pemangkasan anggaran itu berlangsung beberapa kali dan tidak perlu melalui pembahasan dengan DPRD.

Sebab, surat keputusan bersama (SKB) dua menteri menyatakan demikian. ‘’Jadi, kami selaku DPRD langsung menerima jadi. Tidak perlu dibahas lagi,’’ jelas politikus PAN itu.

Lasuri melanjutkan, banyaknya anggaran dipangkas membuat sejumlah program tahun ini tertunda. Terutama bukan program prioritas. Sebab, anggaran dibutuhkan mendesak untuk penanganan Covid-19.

Radar Bojonegoro – Rencana pembangunan patung thengul ditunda. Penundaan itu karena alokasi anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Diperkirakan patung itu baru bisa dibangun tahun depan. Dinas kebudayaan dan pari wisata (disbudpar) awalnya mengalokasikan anggaran senilai Rp 700 juta pembangunan patung thengul itu.

Rencananya, patung thengul itu tidak hanya satu. Ada beberapa patung. Salah satunya akan dibangun di wisata Kahyangan Api. ‘’Rencananya memang tahun ini. Tapi alokasi anggarannya terkena pemangkasan,’’ ujar Penjabat (Pj) Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto ditemui di kantornya kemarin (6/7).

Dia melanjutkan, pembangunan patung itu tidak dibatalkan. Namun, hanya ditunda hingga tahun depan. Rencananya, patung itu akan ditempatkan di Kahyangan Api.

Tujuannya supaya bisa menambah daya tarik objek wisata di Kecamatan Ngasem itu. Sebab, Kahyangan Api salah satu ikon Kota Ledre.

Baca Juga :  Belum Lepas Siaga Merah

‘’Kahyangan Api harus memiliki daya tarik yang lebih. Sebab, itu ikon kita,’’ ujar Budiyanto. Namun, menurut dia, karena penundaan lokasi penempatan juga bisa berubah.

Karena itu, pihaknya juga belum bisa memastikan. Namun, rencana awal memang di Kah yangan Api. ‘’Setelah ditunda ini apakah tetap di Kahyangan Api atau di lokasi lain, kami masih belum memastikan,’’ jelas pria pernah menjabat sekretaris dinas itu.

Disbudpar mengalokasikan anggaran senilai Rp 700 juta untuk pembangunan patung itu. Rencananya, patung thengul itu tidak hanya satu. Namun, ada beberapa patung.

‘’Kalau hanya satu itu nanti jadi monumen. Paling tidak nanti ada dua patung,’’ jelas dia. Selain pembangunan patung thengul, tahun ini disbudpar juga mengalokasikan anggaran pengadaan wayang thengul.

Baca Juga :  Desa Sudah, Pernah Disinggahi Pedagang Tionghoa

Tahun ini anggaran pengadaannya sebesar Rp 225 juta. ‘’Kami sudah membeli wayang thengul sejak tahun lalu,’’ ucap Budi. Budi menjelaskan, seniman pembuat wayang thengul di Bojonegoro sudah sepuh.

Pihaknya berusaha melestarikan budaya asli Bojonegoro itu. Sehingga, saat senimannya wafat, karya-karya seninya bisa diselamatkan dan terjaga.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, pemangkasan anggaran untuk Covid-19 memang cukup banyak. Bahkan, pemangkasan anggaran itu berlangsung beberapa kali dan tidak perlu melalui pembahasan dengan DPRD.

Sebab, surat keputusan bersama (SKB) dua menteri menyatakan demikian. ‘’Jadi, kami selaku DPRD langsung menerima jadi. Tidak perlu dibahas lagi,’’ jelas politikus PAN itu.

Lasuri melanjutkan, banyaknya anggaran dipangkas membuat sejumlah program tahun ini tertunda. Terutama bukan program prioritas. Sebab, anggaran dibutuhkan mendesak untuk penanganan Covid-19.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/