alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Masuk Ramadan, Pengunjung Wisata Religi Melandai

PACIRAN – Pengunjung obyek wisata religi kawasan pantura Lamongan justru menurun memasuki awal Ramadan kemarin (6/5). Ada dua obyek wisata religi andalan, semuanya di wilayah Kecamatan Paciran. Yakni situs Makam Sunan Drajat dan Situs Makam Syeckh Maulana Ishaq.

‘’Saya amati, justru sepi pengunjung saat bulan puasa ini,’’ kata Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Erdiana Renawati kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (6/5).

Dina, sapaan akrabnya menjelaskan, ramainya wisata religi justru sebelum Ramadan dan setelah Lebaran. Itu terlihat ketika dirinya mengunjungi Makam Sunan Drajad Paciran minggu lalu. ‘’Waktu saya berkunjung minggu lalu ramai. Bahkan lahan parkir yang luas itu sampai full,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kasus Sales Oppo Kunyah Terasi, Kanit Belum Laporan

Bahkan, lanjut dia, kunjungan sebelum Ramadan lalu termasuk yang terbesar. Karena lahan parkir tak mampu menampung seluruh kendaraan. Sehingga  perluasan lahan parkir cukup penting. ‘’Kalau dulu sebelum parkir diperluas, banyak kendaraan yang harus parkir di luar area makam saat high season,’’ ujar perempuan berjilbab tersebut.

Hal serupa juga terlihat di Makam Syekh Maulana Ishaq. Wisata religi yang terletak di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran itu juga sepi saat memasuki Ramadan kemarin (6/5). ‘’Saya rasa kalau wisata religi kok sama ya,’’ ucap Dina.

Sebab, terang dia, kunjungan wisata religi dilakukan secara tour dengan wisata religi lainnya. Misalnya, wisata wali limo atau wisata wali songo. Hal itu yang juga mendongkrak banyaknya wisata religi di Paciran, yang masuk dalam rangkaian wisata religi wali songo atau wali limo. ‘’Jadi ada waktu tertentu yang merupakan high season wisata religi,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Stok Darah PMI Lamongan Aman

Menurut dia, wisata religi berbeda dengan jenis wisata lainnya. Wisata religi beroperasi selama 24 jam penuh. Sehingga ketika high season maka pendapatannya juga lumayan tinggi.

‘’Seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau puasa seperti ini justru jumlah pengunjungnya di bawah normal,’’ pungkasnya.

PACIRAN – Pengunjung obyek wisata religi kawasan pantura Lamongan justru menurun memasuki awal Ramadan kemarin (6/5). Ada dua obyek wisata religi andalan, semuanya di wilayah Kecamatan Paciran. Yakni situs Makam Sunan Drajat dan Situs Makam Syeckh Maulana Ishaq.

‘’Saya amati, justru sepi pengunjung saat bulan puasa ini,’’ kata Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Erdiana Renawati kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (6/5).

Dina, sapaan akrabnya menjelaskan, ramainya wisata religi justru sebelum Ramadan dan setelah Lebaran. Itu terlihat ketika dirinya mengunjungi Makam Sunan Drajad Paciran minggu lalu. ‘’Waktu saya berkunjung minggu lalu ramai. Bahkan lahan parkir yang luas itu sampai full,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Akhirnya, Raperda Hiburan Digabung Perda Kepariwisataan

Bahkan, lanjut dia, kunjungan sebelum Ramadan lalu termasuk yang terbesar. Karena lahan parkir tak mampu menampung seluruh kendaraan. Sehingga  perluasan lahan parkir cukup penting. ‘’Kalau dulu sebelum parkir diperluas, banyak kendaraan yang harus parkir di luar area makam saat high season,’’ ujar perempuan berjilbab tersebut.

Hal serupa juga terlihat di Makam Syekh Maulana Ishaq. Wisata religi yang terletak di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran itu juga sepi saat memasuki Ramadan kemarin (6/5). ‘’Saya rasa kalau wisata religi kok sama ya,’’ ucap Dina.

Sebab, terang dia, kunjungan wisata religi dilakukan secara tour dengan wisata religi lainnya. Misalnya, wisata wali limo atau wisata wali songo. Hal itu yang juga mendongkrak banyaknya wisata religi di Paciran, yang masuk dalam rangkaian wisata religi wali songo atau wali limo. ‘’Jadi ada waktu tertentu yang merupakan high season wisata religi,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Sales Oppo Kunyah Terasi, Kanit Belum Laporan

Menurut dia, wisata religi berbeda dengan jenis wisata lainnya. Wisata religi beroperasi selama 24 jam penuh. Sehingga ketika high season maka pendapatannya juga lumayan tinggi.

‘’Seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau puasa seperti ini justru jumlah pengunjungnya di bawah normal,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/