alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Kepala BNNK Tuban, Akui Karaoke Lahan Basah Peredaran Narkoba

TUBAN – hasil sampling tes urine BNNK Tuban di tempat hiburan malam pada Sabtu (5/5) malam menguatkan indikasi 50 persen pengunjung adalah pengguna berdasar hasil sampling tes urine, BNNK Tuban tidak gegabah menyimpulkan. ‘’(Hasil sampling, Red) belum bisa menjadi acuan untuk mengeneralisir,’’ kata Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana.

Namun demikian, Made mengakui ada indikasi kuat bahwa tempat hiburan malam adalah ”tempat basah” peredaran narkoba. ‘’Salah satunya (lokasi peredaran narkoba, Red) memang tempat hiburan malam,’’ ujar perwira asal Denpasar, Bali itu.

Diakui Made, tidak mudah untuk membuktikan peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut. Pasalnya, mereka yang mengonsumsi narkoba juga tidak sepenuhnya melakukan transaksi di tempat karaoke.

Baca Juga :  Penguatan Ekspor-Impor Melanjutkan Tren Pemulihan Ekonomi

‘’(Peredarannya, Red) bisa dari luar, bisa dari dalam,’’ ujarnya. Karena itu, yang bisa dilakukan BNNK adalah mempersempit ruang gerak peredarannya dengan melakukan razia seperti pada Sabtu dan Minggu malam.

Razia BNNK pada Sabtu malam itu terindikasi bocor. Selepas pukul 22.00, pengunjung salah satu karaoke yang jadi sasaran operasi tersebut masih terlihat sepi. Terkait indikasi bocornya razia tersebut, Made tidak bisa memastikan. ‘’Kalau itu (apakah bocor atau tidak, Red), saya tidak tahu,’’ tandasnya.

TUBAN – hasil sampling tes urine BNNK Tuban di tempat hiburan malam pada Sabtu (5/5) malam menguatkan indikasi 50 persen pengunjung adalah pengguna berdasar hasil sampling tes urine, BNNK Tuban tidak gegabah menyimpulkan. ‘’(Hasil sampling, Red) belum bisa menjadi acuan untuk mengeneralisir,’’ kata Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana.

Namun demikian, Made mengakui ada indikasi kuat bahwa tempat hiburan malam adalah ”tempat basah” peredaran narkoba. ‘’Salah satunya (lokasi peredaran narkoba, Red) memang tempat hiburan malam,’’ ujar perwira asal Denpasar, Bali itu.

Diakui Made, tidak mudah untuk membuktikan peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut. Pasalnya, mereka yang mengonsumsi narkoba juga tidak sepenuhnya melakukan transaksi di tempat karaoke.

Baca Juga :  Penguatan Ekspor-Impor Melanjutkan Tren Pemulihan Ekonomi

‘’(Peredarannya, Red) bisa dari luar, bisa dari dalam,’’ ujarnya. Karena itu, yang bisa dilakukan BNNK adalah mempersempit ruang gerak peredarannya dengan melakukan razia seperti pada Sabtu dan Minggu malam.

Razia BNNK pada Sabtu malam itu terindikasi bocor. Selepas pukul 22.00, pengunjung salah satu karaoke yang jadi sasaran operasi tersebut masih terlihat sepi. Terkait indikasi bocornya razia tersebut, Made tidak bisa memastikan. ‘’Kalau itu (apakah bocor atau tidak, Red), saya tidak tahu,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/