alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pengadaan PJU Sukodadi Kruwul Mundur

LAMONGAN – Rencana penambahan 16 titik lampu LED (light emitting diode) untuk penerangan Sukodadi-Kruwul, tak bisa bulan ini. Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan, pengadaan lampu tersebut mundur Mei nanti.

Padahal sebelumnya direncanakan Maret sudah bisa dilakukan pemasangan kabel. “Triwulan pertama masih fokus pemeliharaan. Jadi belum bisa pengadaan dulu,” kata Kasi Pemeliharaan Jalan dan PJU Dinas Perkim Lamongan Teguh Ali Syahbudi.

Teguh mengatakan, pengadaan lampu LED prosesnya cukup lama. Karena lampunya mahal dan kebutuhannya kanan-kiri. Sehingga harus dipilih lampu dengan kualitas baik supaya tidak mudah rusak.

Baca Juga :  PAD Wisata Lamongan Belum Target

Selain itu, proses pemasangan kabel dan lainnya harus memenuhi standar. Sementara, musim penghujan pihaknya masih fokus pada pemeliharaan. Karena itu, disepakati pengadaan dilanjutkan Mei mendatang. 

Menurut dia, pengadaan PJU hanya satu titik Sukodadi-Kruwul. “Ini lanjutan tahun lalu, tidak ada pengadaan lain hanya pemeliharaan saja,” terangnya.

Untuk pengadaan, Teguh mengklaim anggaran masih terbatas. Sehingga, dia hanya memperhatikan titik-titik urgen saja. Sementara, untuk pemeliharaan lokasi PJU yang sudah padam. Belum semuanya bisa diganti, kecuali lampu kuning (shodium) pengadaan daerah.

Pemeliharaan sudah dialokasikan setiap tahunnya. Pemeliharaan rutin tersebut menelan anggaran daerah sekitar Rp 1,5 miliar. Titik yang menjadi sasaran perbaikan, seluruh PJU baik di kota maupun kecamatan bantuan daerah termasuk pemeliharaan lampu hias dekorasi dan lampu hias seputar alun-alun.

Baca Juga :  Mantan Pemain Timnas Togo

Teguh mengatakan, pemeliharaan untuk lampu LED bantuan pusat belum ada. Lampu-lampu LED tersebar di kecamatan belum bisa dilakukan pemeliharaan. Karena anggaran daerah terbatas. Lampu tersebut merupakan pengadaan pusat. Sehingga pemeliharaannya masih coba diusulkan.

“Kalau memang bisa diusulkan PAK nanti,” tukasnya.

Jumlah PJU di Lamongan cukup banyak. Kewenangannya dibagi atas daerah, provinsi, dan pusat. Tapi, karena lokasinya di Lamongan, tentu pemerintah berkewajiban merawatnya.

LAMONGAN – Rencana penambahan 16 titik lampu LED (light emitting diode) untuk penerangan Sukodadi-Kruwul, tak bisa bulan ini. Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan, pengadaan lampu tersebut mundur Mei nanti.

Padahal sebelumnya direncanakan Maret sudah bisa dilakukan pemasangan kabel. “Triwulan pertama masih fokus pemeliharaan. Jadi belum bisa pengadaan dulu,” kata Kasi Pemeliharaan Jalan dan PJU Dinas Perkim Lamongan Teguh Ali Syahbudi.

Teguh mengatakan, pengadaan lampu LED prosesnya cukup lama. Karena lampunya mahal dan kebutuhannya kanan-kiri. Sehingga harus dipilih lampu dengan kualitas baik supaya tidak mudah rusak.

Baca Juga :  Mantan Pemain Timnas Togo

Selain itu, proses pemasangan kabel dan lainnya harus memenuhi standar. Sementara, musim penghujan pihaknya masih fokus pada pemeliharaan. Karena itu, disepakati pengadaan dilanjutkan Mei mendatang. 

Menurut dia, pengadaan PJU hanya satu titik Sukodadi-Kruwul. “Ini lanjutan tahun lalu, tidak ada pengadaan lain hanya pemeliharaan saja,” terangnya.

Untuk pengadaan, Teguh mengklaim anggaran masih terbatas. Sehingga, dia hanya memperhatikan titik-titik urgen saja. Sementara, untuk pemeliharaan lokasi PJU yang sudah padam. Belum semuanya bisa diganti, kecuali lampu kuning (shodium) pengadaan daerah.

Pemeliharaan sudah dialokasikan setiap tahunnya. Pemeliharaan rutin tersebut menelan anggaran daerah sekitar Rp 1,5 miliar. Titik yang menjadi sasaran perbaikan, seluruh PJU baik di kota maupun kecamatan bantuan daerah termasuk pemeliharaan lampu hias dekorasi dan lampu hias seputar alun-alun.

Baca Juga :  DPRD Desak OPD Genjot Serapan APBD

Teguh mengatakan, pemeliharaan untuk lampu LED bantuan pusat belum ada. Lampu-lampu LED tersebar di kecamatan belum bisa dilakukan pemeliharaan. Karena anggaran daerah terbatas. Lampu tersebut merupakan pengadaan pusat. Sehingga pemeliharaannya masih coba diusulkan.

“Kalau memang bisa diusulkan PAK nanti,” tukasnya.

Jumlah PJU di Lamongan cukup banyak. Kewenangannya dibagi atas daerah, provinsi, dan pusat. Tapi, karena lokasinya di Lamongan, tentu pemerintah berkewajiban merawatnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/